Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Gelaran Fun-Bike dan Fun-Walk Menjajal Jalan Tol Pertama di Bali

Gelaran Fun-Bike dan Fun-Walk Menjajal Jalan Tol Pertama di Bali

Ditulis 5 Jul 2013 pukul 16:12 | Dilihat: 11424

Gelaran Fun-Bike dan Fun-Walk Menjajal Jalan Tol Pertama di Bali

Jalur tol pertama di Bali yang disebut-sebut sebagai jalan tol dengan pemandangan paling indah akan dibuka untuk umum dengan gelaran fun-bike dan fun-walk pada Sabtu, 6 Juli 2013. Betapa tidak indah, tol ini menghubungkan Pelabuhan Benoa dan Bandara Ngurah Rai di Nusa Dua, Bali. Dari total panjang 12,7 km, sekira 10 km jalur tol membentang di atas perairan Teluk Benoa. Pemandangan teluk yang indah, hutan bakau, serta Matahari terbit dan tenggelam di ufuk barat akan menjadi identitas keindahan tol ini.

 

Pembukaan jalur tol untuk umum tersebut merupakan momen yang spesial dan langka sebab jalur tol justru tertutup bagi pengguna kendaraan bermotor dan mobil namun terbuka bagi para pengguna jalan (fun-walk) dan pesepeda (fun-bike). Pada kesempatan tersebut, masyarakat diperbolehkan menikmati keindahan dan bahkan mengambil foto di sepanjang jalur tol. Hal yang tentu tak bisa dilakukan saat  tol sudah resmi beroperasi nantinya.

 

Tol akan dibuka untuk publik pada pukul 16.00 hingga 20.00 waktu setempat. Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dijadwalkan akan menghadiri event yang akan mengundang sekira 4000 orang ini.

 

Fun-bike dan fun-walk ini terselenggara atas kerja sama komunitas pesepeda, SAMAS, dan beberapa perusahaan milik negara yang terlibat dalam pembangunan jalan tol. Untuk berpartisipasi pada kesempatan langka dan gratis ini, masyarakat bisa mengambil tiket di sekretariat SAMAS (Warung Rani, Jl. Teuku Umar No. 141). Akan tetapi, meski tanpa tiket, masyarakat masih bisa berpartisipasi dimulai dari jalur masuk di Benoa.

 

Dengan nilai proyek sebesar Rp2,4 triliun, tol ini dibangun oleh konsorsium BUMN dipimpin oleh PT. Jasa Marga bersama dengan beberapa perusahaan miliku negara, yaitu PT Pelindo III, PT Angkasa Pura I, PT Pengembangan Pariwisata Bali, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya and PT Hutama Karya. Pemrov Bali dan Pemkab Badung juga turut menyumbang investasi dalam pembangunannya.

 

Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga, Abdul Hadi, menyatakan bahwa proyek Jembatan Tol Bali (JTB) ini adalah proyek yang tercepat dibangun di Indonesia, baik dari segi perencanaan, pelaksanaan, maupun penyelesaiannya. Proyek ini dikerjakan selama 14 bulan (lebih cepat dari jadwal 18 bulan) dengan masa konsesi 45 tahun. Pembangunannya yang di atas laut menghemat biaya konstruksi sekira Rp330 miliar dikarenakan pembebasan lahannya yang relatif sedikit. Selain itu, kontraktor diberi kebebasan berkreativitas sehingga menjadi lebih efisien dalam proses pembangunannya.

 
Dengan dibangunnya tol ini, tentunya dimaksudkan untuk menunjang infrastruktur demi kemudahan akses kawasan yang paling banyak menghasilkan devisa negara tersebut. Dengan menggunakan jalur biasa, waktu tempuh Benoa-Nusa Dua pada saat jam sibuk bisa memakan waktu hingga dua jam bahkan lebih.  Dengan adanya tol ini, waktu tempuh menjadi jauh lebih singkat, yakni hanya sekira 10-15 menit. Tol ini rencananya akan mulai beroperasi pada Agustus dan akan diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

 

Photo Courtesy Detik.com

Link Terkait

 

 

1 Komentar

Ditulis 21 Jul 2013 pukul 16:04


indahnya indonesiaku

Berikan Komentar Anda