Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Global Forum of the United Nations Alliance of Civilization (UNAOC) di Bali: Unity in Diversity

Beranda » Jadwal Kegiatan » Global Forum of the United Nations Alliance of Civilization (UNAOC) di Bali: Unity in Diversity

Global Forum of the United Nations Alliance of Civilization (UNAOC) di Bali: Unity in Diversity

28 Aug 2014 -  29 Aug 2014

 672

Bali kembali terpilih menjadi tuan rumah perhelatan internasional. Kali ini adalah Global Forum of the United Nations Alliance of Civilization (UNAOC) yang berlangsung pada 28-30 Agustus 2014. Tema yang diangkat dalam forum tersebut adalah "Unity in DiversityUNAOC merupakan sebuah forum internasional untuk berbagi pengalaman dalam membahas pluralisme.

 

Untuk pertama kalinya Forum Global UNAOC diselenggarakan di Asia. Indonesia didaulat sebagai tuan rumah karena dianggap dapat menjadi model untuk pluralisme. Ini juga jadi ajang bagi Indonesia untuk mempromosikan harmonisasi yang selama ini dijaga. Konferensi akan mengangkat pemahaman tentang konsep nasional Tanah Air, yaitu “Bhinneka Tunggal Ika”.

 

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono telah mengundang 114 anggota UNAOC yang mencakup 11 pemimpin negara, 25 organisasi internasional, serta 100 anggota delegasi pemuda internasional untuk hadir dalam konferensi tersebut. Para pemimpin negara yang diharapkan dapat berpatisipasi diantaranya adalah: Spanyol, Turki, Brasil, Qatar, Austria, Myanmar, Tiongkok, India, Timor Leste, Papua Nugini dan Afrika Selatan.

 

UNAOC merupakan inisiatif dari eks Perdana Menteri Spanyol, Jose Luis Rodriguez dan Perdana Menteri Tukri, Recep Teyep Erdogan. Forum ini digelar setiap tahun untuk menyatukan pemahaman dan hubungan kerjasama antarnegara yang dilatari berbagai budaya dan agama.

 

Forum Global UNAOC awalnya dibentuk atas dasar pemikiran melawan tindakan ekstremis dan bertujuan memperkuat pluralisme masyarakat Eropa melalui konferensi diWina,Austria. Forum ini kemudian berhasil menjembatani kesenjangan antaragama, budaya dan peradaban di Eropa.Kali ini pertemuan di Bali diharapkan dapat menciptakan hal yang sama di Asia.

 

Berikan Komentar Anda