Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
4.40/5 (5 votes)
 

Dilihat:42845

Beranda » Desa Tradisional Compang Ruteng

Desa Tradisional Compang Ruteng

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Traditional Village of Compang Ruteng

    Desa Tradisional Compang Ruteng
  2. Traditional Village of Compang Ruteng

    Desa Tradisional Compang Ruteng
  3. Traditional Village of Compang Ruteng

    Desa Tradisional Compang Ruteng
  4. Traditional Village of Compang Ruteng

    Desa Tradisional Compang Ruteng
  5. Traditional Village of Compang Ruteng

    Desa Tradisional Compang Ruteng
  6. Traditional Village of Compang Ruteng

    Desa Tradisional Compang Ruteng

 

Tinjauan

Compang adalah altar batu yang biasanya ditemukan di halaman rumah tradisional masyarakat Manggarai. Compang adalah pusat atau inti dari upacara tradisional Penti yang merupakan upacara tradisional yang bertujuan untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas panen yang melimpah. Kerbau dan sapi diikat pada compang ini untuk kemudian dikorbankan.

Compang Ruteng terletak di pusat desa Pu'u R

Compang adalah altar batu yang biasanya ditemukan di halaman rumah tradisional masyarakat Manggarai. Compang adalah pusat atau inti dari upacara tradisional Penti yang merupakan upacara tradisional yang bertujuan untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas panen yang melimpah. Kerbau dan sapi diikat pada compang ini untuk kemudian dikorbankan.

Compang Ruteng terletak di pusat desa Pu'u Ruteng di Kecamatan Golo Dukal, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Batu compang dan lahan di sekitarnya itu posisinya lebih tinggi dari rumah penduduk lokal. Sebuah pohon Beringin (Ficus Benjamina) yang secara lokal dikenal sebagai Ruteng, dahulu tumbuh di tengah compang tersebut. Akan tetapi, kini pohon itu sudah tidak ada lagi dan diganti dengan pohon dadap. Di sebelah timur, terdapat dua rumah tradisional yang menjulang tinggi dengan atap melengkung tajam.

Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Akomodasi

Ruteng memiliki sejumlah hotel berarsitektur kayu seperti Hotel Rima yang memiliki restoran, atau Agung Losmen, Hotel Sindha, dan Hotel Dahlia. Hotel-hotel ini terletak di pusat kota dan memungkinkan Anda untuk melihat dan menjelajahi daerah-daerah lain di dekatnya.

Ruteng memiliki sejumlah hotel berarsitektur kayu seperti Hotel Rima yang memiliki restoran, atau Agung Losmen, Hotel Sindha, dan Hotel Dahlia. Hotel-hotel ini terletak di pusat kota dan memungkinkan Anda untuk melihat dan menjelajahi daerah-daerah lain di dekatnya.

Tips

Jika Anda ingin melihat interior rumah adat, Rumah Gendang, di Compang Ruteng Anda dapat membayar Rp10.000,00 ke penjaga rumah tradisional tersebut.

Jika Anda ingin melihat interior rumah adat, Rumah Gendang, di Compang Ruteng Anda dapat membayar Rp10.000,00 ke penjaga rumah tradisional tersebut.

Berbelanja

Anda tidak dapat menemukan toko suvenir di dalam Compang Ruteng. Jika Anda ingin membeli suvenir lokal, Anda bisa menemukan barang-barang menarik di pusat perbelanjaan di Ruteng termasuk berbagai jenis kain tenunan songket dari Manggarai dan daerah lain di Flores. Jika Anda ingin membeli belati panjang, Anda bisa menemukannya di toko di dekat lapangan Motang Rua.

Anda tidak dapat menemukan toko suvenir di dalam Compang Ruteng. Jika Anda ingin membeli suvenir lokal, Anda bisa menemukan barang-barang menarik di pusat perbelanjaan di Ruteng termasuk berbagai jenis kain tenunan songket dari Manggarai dan daerah lain di Flores. Jika Anda ingin membeli belati panjang, Anda bisa menemukannya di toko di dekat lapangan Motang Rua.

Berkeliling

Dari pusat kota Ruteng, Anda dapat menggunakan bemo atau taksi motor untuk pergi ke Compang Ruteng. Setelah itu, Anda bisa berjalan kaki. Luas batu Compang sekitar setengah lapangan sepak bola.

Dari pusat kota Ruteng, Anda dapat menggunakan bemo atau taksi motor untuk pergi ke Compang Ruteng. Setelah itu, Anda bisa berjalan kaki. Luas batu Compang sekitar setengah lapangan sepak bola.

Transportasi

Compang Ruteng terletak 3 kilometer dari kota Ruteng di Kabupaten Manggarai, bagian barat Flores. Anda dapat melakukan perjalanan darat dari Labuan Bajo ke Ruteng dan selanjutnya ke Ende dan Maumere. Ada penerbangan setiap hari dari Kupang (di Pulau Timor) ke Maumere dan Ende. Dari Kupang, ada penerbangan dua kali seminggu ke Ruteng. Sedangkan ke Labuan Bajo, ada penerbangan setiap hari dari Bali.

Compang Ruteng terletak 3 kilometer dari kota Ruteng di Kabupaten Manggarai, bagian barat Flores. Anda dapat melakukan perjalanan darat dari Labuan Bajo ke Ruteng dan selanjutnya ke Ende dan Maumere. Ada penerbangan setiap hari dari Kupang (di Pulau Timor) ke Maumere dan Ende. Dari Kupang, ada penerbangan dua kali seminggu ke Ruteng. Sedangkan ke Labuan Bajo, ada penerbangan setiap hari dari Bali. Terdapat perahu motor antar-pulau dari Sape, di pantai timur Sumbawa, di Nusa Tenggara Barat.

Tampilkan Lebih

Kuliner

Hotel dan penginapan di Ruteng umumnya memiliki restoran. Jika Anda ingin menemukan restoran lain, Anda dapat mencoba Restoran Merlin di Jalan Bhayangkara (0385-22475) yang melayani berbagai jenis makanan Cina dan Indonesia. Di jalan yang sama, Anda juga dapat mencoba Kafe Agape yang menyediakan kopi espresso, bir, masakan Barat, Cina dan Indonesia.

Hotel dan penginapan di Ruteng umumnya memiliki restoran. Jika Anda ingin menemukan restoran lain, Anda dapat mencoba Restoran Merlin di Jalan Bhayangkara (0385-22475) yang melayani berbagai jenis makanan Cina dan Indonesia. Di jalan yang sama, Anda juga dapat mencoba Kafe Agape yang menyediakan kopi espresso, bir, masakan Barat, Cina dan Indonesia.

Kegiatan

Anda dapat masuk ke dalam rumah adat yang disebut Rumah Gendang, untuk melihat struktur, interior kayu, dan peralatan seperti gong, drum kecil dan perisai yang digunakan untuk tarian tradisional. Saat pertama kali memasuki rumah Anda akan disambut sebagai tamu resmi dan akan ada serangkaian upacara ritual yang harus Anda ikuti. Penduduk lokal hanya bisa berbicara dalam bahasa Manggarai dan Bahasa

Anda dapat masuk ke dalam rumah adat yang disebut Rumah Gendang, untuk melihat struktur, interior kayu, dan peralatan seperti gong, drum kecil dan perisai yang digunakan untuk tarian tradisional. Saat pertama kali memasuki rumah Anda akan disambut sebagai tamu resmi dan akan ada serangkaian upacara ritual yang harus Anda ikuti. Penduduk lokal hanya bisa berbicara dalam bahasa Manggarai dan Bahasa Indonesia.

Tampilkan Lebih

Aktivitas Terkait

Desa Tradisional

Desa Tradisional Sebagai negara dengan lebih dari 350 kelompok etnik, keanekaragaman budaya Indonesia layak untuk  dijelajahi. Temukan kebudayaan unik and...

selengkapnya

Destinasi Terkait