Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:9631

Beranda » Teluk Dalam : Sejarah, Tradisi dan Selancar di Nias Selatan

Teluk Dalam : Sejarah, Tradisi dan Selancar di Nias Selatan

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Surfing Nias

    Surfing di Pulau Nias

 

Tinjauan

Pemandangan alam nan indah, tradisi dan sejarah yang layak  ditelusuri ada semua di kota ini. Ya, di Teluk Dalam, perpaduan tersebut bergabung menjadi satu dalam sebuah harmoni hidup di kota yang terkenal dengan tradisi lompat batu-nya. Kota Teluk Dalam menjadi pintu masuk bagi peselancar dunia datang ber-ramai-ramai pada musim tertentu untuk menjajal indah dan ganasnya gulungan ombak di pera

Pemandangan alam nan indah, tradisi dan sejarah yang layak  ditelusuri ada semua di kota ini. Ya, di Teluk Dalam, perpaduan tersebut bergabung menjadi satu dalam sebuah harmoni hidup di kota yang terkenal dengan tradisi lompat batu-nya. Kota Teluk Dalam menjadi pintu masuk bagi peselancar dunia datang ber-ramai-ramai pada musim tertentu untuk menjajal indah dan ganasnya gulungan ombak di perairan kota ini.

 

Teluk Dalam yang merupakan surga bagi peselancar adalah Ibu Kota Kabupaten Nias Selatan, kota yang juga berfungsi sebagai  kecamatan di Nias Selatan, Sumatera Utara. Apabila Anda melihat di peta maka sangat mudah untuk menemukan posisi kota ini karena letaknya yang berada persisi di ujung selatan Pulau Nias, berbatasan dengan Kecamatan Amandraya dan Kecamatan Lahusa.

 

Menurut sejarahnya nama Teluk Dalam diambil dari nama sebuah teluk yang berada di bagian selatan Pulau Nias. Berikutnya nama tersebut dijadikan nama kota. Dalam tata bahasa Nias Selatan nama Teluk Dalam juga dikenal dengan nama Luahaziwara-wara yang berarti tempat pertemuan seluruh penduduk Kecamatan Teluk Dalam atau dalam tata masyarakat Jawa dikenal dengan pendopo.

 

Penduduk Teluk Dalam mayoritas adalah Kristiani dan sisanya adalah Muslim. Mayoritas mata pencaharian mereka adalah Petani dengan padi, kelapa, karet, kokoa dan buah-buahan sebagai tanaman utama. Lainnya berkerja sebagai nelayan penangkap ikan, udang dan kepiting adalah tangkapan utama setiap harinya dan sisanya adalah pedagang.

 

Nenek moyang masyarakat Teluk Dalam dipercaya berasal dari Gomo, sebuah daerah yang berada dibagian tengah Pulau Nias. Sistem pembagian negeri atau yang dikenal dengan Ori terbilang unik. Pembagian Ori di kota ini dibedakan berdasarkan kedekatan wilayah, asal usul keturunan, persamaan marga, kesamaan logat dan pembuatan kampung baru yang berasal dari kampung asal. Pembagian Ori ini sudah ada sejak berdirinya peradaban di Pulau Nias. Sampai saat ini terdapat  empat Ori di Teluk Dalam antara lain: Ori Maenamolo, Ori Ono Lalu, Ori Mazino dan Ori Toene asi.

 

Jika Anda sangat tertarik dengan kehidupan masyarakat tradisional Nias maka kota ini cocok bagi Anda. Desa-desa di Teluk Dalam masih lekat dan kental dengan tradisi dan arsitektur Nias yang unik. Sebut saja Desa Bawomataluo yang berjarak sekitar 15 km dari Teluk Dalam. Desa yang berada di atas bukit dengan ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Rumah-rumah di desa ini masih memiliki arsitektur rumah adat Nias yang dikenal dengan Omo Nifolasara sudah berusia ratusan tahun. Uniknya rumah-rumah di desa ini dibangun saling berhadapan sehingga menyisakan halaman luas yang digunakan sebagai tempat pertunjukan seni tradisi Teluk Dalam seperti Lompat Batu (Hombo Batu) dan Tari Perang. Desa tradisional lain yang patut untuk dikunjungi adalah Desa Hilinawalo Fau, Onohondro dan Hilinawalo Mazino

 

Di Teluk Dalam juga terdapat peninggalan Megalitik yang berada di Desa Orahili, Kecamatan Gomo. Batu batu berukuran besar tersebut berada di perbukitan dekat dengan Sungai Gomo. Menurut sejarah perbukitan dan batu-batu megalitik tersebut merupakan sebuah perkampungan yang berasal dari Zaman Batu Muda (Neolithicum) sekitar 1000 – 1500 M.

 

Teluk Dalam juga dikenal dengan pantai-pantainya yang indah. Ombak di pantai-pantai tersebut sudah banyak dikenal oleh peselancar dunia, sebut saja Pantai Lagundri dan Pantai Sorake. Ombak di kedua pantai ini merupakan primadona peselancar dunia. Gulungan ombak kedua pantai ini memiliki ketinggiaan sempurna.

Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Akomodasi

Tersedia sekira 60 homestay berjejer tepat berada di bibir Pantai Lagundri Sorake. Tarifnya terbilang ekonomis yaitu mulai dari Rp75.000,- per malam dengan fasilitas kasur dan bantal, kamar mandi di dalam, air bersih, listrik, kipas angin, serta kelambu.

 

Berikut ini beberapa referensi penginapan terdekat di Teluk Dalam yang dapat Anda pilih salah satunya sesuai kebutuhan.

Penginapan Siot

Tersedia sekira 60 homestay berjejer tepat berada di bibir Pantai Lagundri Sorake. Tarifnya terbilang ekonomis yaitu mulai dari Rp75.000,- per malam dengan fasilitas kasur dan bantal, kamar mandi di dalam, air bersih, listrik, kipas angin, serta kelambu.

 

Berikut ini beberapa referensi penginapan terdekat di Teluk Dalam yang dapat Anda pilih salah satunya sesuai kebutuhan.

Penginapan Siotu
Jalan Sudirman


Hernelis Hotel
Jl. Imam Bonjol- Dermaga Teluk Dalam Nias Selatan
Telp: 081396391075


Keyhole Surf Camp
Telp: 081374692530; 081396661419


Resort Pantai Sorake
Desa Botohilitano
Telp: 21195 21197


The Heritage Teluk Dalam
Jl. Dermaga Baru ( Street) Teluk dalam
Telp: 7321289 0813769

Tampilkan Lebih

Tips

  • Fasilitas wisata di Teluk Dalam dan di destinasi wisata di sekitarnya masih minim jadi sebaiknya Anda memperlengkapi kebutuhan Anda sebelum datang ke kota ini.
  • Jika Anda masih pertama kali ke Teluk Dalam, lebih baik meminta bantuan pramuwisata untuk mengatur perjalanan dan membantu Anda berkomunikasi dengan masyarakat pedalaman.
  • Sediakan makanan ringan dan minuman di tas, ketika Anda h
  • Fasilitas wisata di Teluk Dalam dan di destinasi wisata di sekitarnya masih minim jadi sebaiknya Anda memperlengkapi kebutuhan Anda sebelum datang ke kota ini.
  • Jika Anda masih pertama kali ke Teluk Dalam, lebih baik meminta bantuan pramuwisata untuk mengatur perjalanan dan membantu Anda berkomunikasi dengan masyarakat pedalaman.
  • Sediakan makanan ringan dan minuman di tas, ketika Anda hendak berkunjung ke destinasi wisata yang minim fasilitas.
  • Ketika berkunjung ke suatu tempat baru, ada baiknya Anda mengenal kalimat sapaan di daerah tersebut. Di Nias sendiri kalimat sapaan adalah  “ya’ahowu”  dan setelah menerima bantuan ucapkan “sauhagolo”  .
  • Jangan lupa untuk membawa perlengkapan berenang, obat-obatan dan pelindung kulit.
Tampilkan Lebih

Transportasi

Ada dua pilihan transportasi menuju Nias, menggunakan jalur darat dan udara. Untuk jalur udara terdapat dua maskapai penerbangan menuju Nias, yaitu Merpati dan Wings Air. Keduanya berangkat dari Bandar Udara Polonia (Medan) menuju Gunungsitoli (Nias) yang merupakan gerbang menuju Pulau Nias.  Anda juga bisa berangkat dari Padang dengan menggunakan penerbangan perintis maskapai penerbangan SMA

Ada dua pilihan transportasi menuju Nias, menggunakan jalur darat dan udara. Untuk jalur udara terdapat dua maskapai penerbangan menuju Nias, yaitu Merpati dan Wings Air. Keduanya berangkat dari Bandar Udara Polonia (Medan) menuju Gunungsitoli (Nias) yang merupakan gerbang menuju Pulau Nias.  Anda juga bisa berangkat dari Padang dengan menggunakan penerbangan perintis maskapai penerbangan SMAC yang beroperasi hanya pada Senin dan Jumat. Dari Padang transit sebentar ke Pulau Telo kemudian dari sana langsung ke Binaka. Tarifnya penerbanganya Rp250.000,-.

 

Pulau ini juga dapat diakses dengan menggunakan kapal ferry dengan harga yang terjangkau. Perjalanan menuju Pulau Nias dengan kapal ferry ini memakan waktu sekitar 11 jam. Kapal berangat dari Sibolga setiap hari jam pukul 8.00 malam namun pada hari minggu tidak ada kapal yang berangkat. Harga tiket ekonomi Rp69.000,- dan tiket cabin Rp103.000,-. Pembelian dan pemesanan tiket bisa dilakukan di jalan Yos Sudarso kota Gunung Sitoli dengan no telepon 0639 – 21554 atau dipelabuhan Sibolga (Sumut).  Ada alternatif kapal setiap hari Senin, Rabu dan Jumat tujuan Sibolga (Sumut) –Teluk Dalam (Nias Selatan).  Pembelian dan pemesanan tiket bisa dilakukan di Pelabuhan Sibolga atau PT. Simeulue di Jalan Saunigaho dengan telepon 0812 16 7033.

Tampilkan Lebih

Kuliner

Karena Teluk Dalam merupakan ibu kota Nias Selatan maka kuliner terbilang mudah untuk ditemukan di kota ini. Terdapat restoran dan warung makan sederhana menyediakan makanan khas Nias seperti Ni'owuru yang terbuat dari daging babi diawetkan. Ada pula Harinake merupakan irisan daging babi. Apabila Anda Muslim maka tidak perlu khawatir karena tersedia makanan halal di kota ini.

 

Ada juga

Karena Teluk Dalam merupakan ibu kota Nias Selatan maka kuliner terbilang mudah untuk ditemukan di kota ini. Terdapat restoran dan warung makan sederhana menyediakan makanan khas Nias seperti Ni'owuru yang terbuat dari daging babi diawetkan. Ada pula Harinake merupakan irisan daging babi. Apabila Anda Muslim maka tidak perlu khawatir karena tersedia makanan halal di kota ini.

 

Ada juga Gowi Nihandro merupakan campuran ubi jalar, kayu dan talas yang dihancurkan dan dihidangkan bersama kelapa parut. Godo-godo terbuat dari parutan ubi dan singkong dibentuk bulat kemudian direbus dan setelah masak ditaburi kelapa parut, I’a Soköli, Ikan yang diasap, Tamböyö terbuat dari beras ketan yang dibungkus layaknya ketupat dan masih banyak lagi yang pastinya layak untuk Anda cicipi.

Tampilkan Lebih

Kegiatan

Teluk Dalam merupakan sebuah kota yang terkenal dengan wisata alam, seni tradisi dan sejarahnya. Berikut ini beberapa destinasi yang patut untuk Anda kunjungi di Teluk Dalam.

 

Desa Bawomataluo yang berjarak sekitar 15 km dari Teluk Dalam merupakan desa tradisional di atas bukit. Desa ini merupakan desa tradisional yang paling terkenal dan sering dikunjungi wisatawan. Arsitekur bangunan rum

Teluk Dalam merupakan sebuah kota yang terkenal dengan wisata alam, seni tradisi dan sejarahnya. Berikut ini beberapa destinasi yang patut untuk Anda kunjungi di Teluk Dalam.

 

Desa Bawomataluo yang berjarak sekitar 15 km dari Teluk Dalam merupakan desa tradisional di atas bukit. Desa ini merupakan desa tradisional yang paling terkenal dan sering dikunjungi wisatawan. Arsitekur bangunan rumah tradisional Nias atau yang dikenal dengan Omo Nifolasara masih terpelihara dengan baik di desa ini. Rumah berukuran besar ini menjadi salah satu rumah tradisional dari kayu yang masih bertahan di Indonesia. Setiap rumah dibagun saling berhadapan dengan ketinggian dan bentuk yang hampir sama. Rumah-rumah di desa ini diperkirakan sudah berumur ratusan tahun dan merupakan warisan nenek moyang penduduk desa tersebut. Setiap minggunya di desa ini terdapat pertunjukan Lompat Batu dan Tari Fataele yang merupakan tari perang khas Nias Selatan. Segala keunikan yang ada di desa ini bahkan sudah mengantarkan desa ini masuk dalam tentative list untuk warisan dunia di Unesco. Desa ini juga merupakan desa yang paling mudah untuk diakses dibandingkan dengan desa-desa tradisional lainnya di Teluk Dalam dan untuk mencapai desa ini, wisatawan harus menaiki anak tangga berjumlah 88.

 

Pantai Saroke terletak di mulut Teluk Lagundari dan berhadapan lansung dengan Samudera Indonesia. Pantai ini merupakan surga bagi para peselancar dunia. Pada musim-musim tertentu, pantai ini ramai dikunjungi oleh mereka yang sangat menyukai bermain di atas papan sambil meluncur di atas kencang dan tingginya ombak Pantai Saroke. Gulungan serta tinggi ombak di pantai ini disebut-sebut paling sempurna kedua setelah ombak yang ada di Hawaii. Hal ini mungkin tidak perlu diragukan karena tinggi ombak di pantai ini mencapai 15 meter dan memiliki lima tingkatan ombak yang sulit ditemukan di pantai lain. Kepopuleran ombak di pantai ini dan pamandangan sekitranya yang memesona telah mengantar pantai ini ke pada mata dunia, terhitung sudah beberapa kali diadakan lomba selancar internasional di pantai ini. Di sepanjang pantai ini juga terdapat homestay yang siap mengakomodasi pengunjung.

 

Pantai Lagundri merupakan pantai berpasir putih berjarak sekitar 13 km di selatan Kota Teluk Dalam. Pantai ini bersebelahan langsung dengan Pantai Sorake. Selain Pantai Sorake, pantai ini juga merupakan destinasi favorit peselancar dunia walaupun ombaknya tidak setinggi dan seindah ombak di Pantai Sorake. Pantai ini juga cocok utuk kegiatan menyelam karena di pantai ini kaya akan ikan hias. Berjalan-jalan di pesisir pantai sambil menikmati indahnya pemandangan batu karang yang menghiasi pesisir sambil merupakan kegiatan yang menyegarkan. Karena ombaknya yang tidak terlalu tinggi, kegiatan berenang lebih cocok dilakukan di pantai ini, berjemur di atas halusnya pasir putih sambil bermandikan sinar Matahari dan menikmati semilir angin laut membelai kulit Anda merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan.

 

Ketika Anda berangkat dari Teluk Dalam untuk menuju Pantai Saroke dan Lagundri, singgahlah di Genasi Hill dan Hilisataro. Genasi Hill memiliki panorama laut yang luar biasa memesona, pemandangan perbukitan menawarkan landscape laut yang luas membentuk sebuah cakrawala dikejauhan. Biasanya mereka yang menggunakan kendaraan akan menghentikan kendaraanya untuk menikmati panorama langka ini sambil besantai menikmati secangkir the dan kopi yang ditawarkan oleh warung atau kedai yang ada dipinggir jalan.

 

Ketika Anda selesai bersantai menikmati keindahan Genasi Hill, bergegaslah menuju Hilisataro. Hilisataro merupakan pantai berpasir landai. Ketika Anda mulai memasuki kawasan pantai ini, disepanjang jalan, Anda akan disungguhkan pemandangan pepohonan kelapa, pisang dan cocoa berbaris manis ditepi jalan, seolah-olah sedang menyambut kedatangan Anda. Walaupun ombakya tidak terlalu keras namun masih bisa dijajal oleh peselancar pemula. Biasanya para peselancar pemula berlatih disini sebelum dapat berselancar ke Sorake. Di sini Anda juga bisa melakukan kegiatan berenang.

 

Temukan peninggalan Megalitik di Desa Orahili, Kecamatan Gomo. Ada batu berukuran besar berada di perbukitan dekat dengan Sungai Gomo. Menurut sejarah perbukitan dan batu-batu megalitik tersebut merupakan sebuah perkampungan yang berasal dari Zaman Batu Muda (Neolithicum) sekitar 1000 – 1500 M yang dikelilingi oleh bukit-bukit hijau. Peninggalan Megalitik di desa ini terdiri dari berbagai macam bentuk di antaranya adalah: Batu Tegak, Batu Datar, Meja Batu, Batu Tegak Segi Empat Pipih, Batu Tegak Segi Empat Balok, Batu Bulat Berlumpang Dua dan Patung Manusia. Tidak hanya itu saja juga terdapat sekumpulan menhir, dolmen, sakrofagus, dan hasil-hasil kebudayaan Megalitik lainnya.

Tampilkan Lebih

Aktivitas Terkait

Diving & Snorkeling

Diving & Snorkeling Rumah bagi seperempat kehidupan laut dunia, Kepulauan Indonesia termahsyur akan diving kelas dunia dan keindahan bawah laut yang memukau. Selami dan...

selengkapnya

Berselancar

Berselancar Nias, Mentawai, Uluwatu adalah tujuan wisata kelas dunia, dimana para wisatawan dapat berselancar sepanjang tahun. Keajaiban kecil bagi peselancar...

selengkapnya