Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:4903

Beranda » Desa Wisata Wanurejo : Menyentuh Langsung Nuansa Pedesaan Jawa Dwipa

Desa Wisata Wanurejo : Menyentuh Langsung Nuansa Pedesaan Jawa Dwipa

 

Tinjauan

Dari megahnya monumen Buddha terbesar di negeri ini, yaitu Candi Borobudur, sekira 2 km ke arah timurnya dapat Anda temukan sebuah desa wisata bernama Wanurejo. Di antara lereng pegunungan Menoreh dan diapit dua buah sungai (Sungai Progo dan Sungai Sileng), inilah sebuah kawasan dimana Anda dapat menikmati suasana pedesaan yang memikat. Pastinya desa wisata ini akan menyempurnakan plesiran Anda di

Dari megahnya monumen Buddha terbesar di negeri ini, yaitu Candi Borobudur, sekira 2 km ke arah timurnya dapat Anda temukan sebuah desa wisata bernama Wanurejo. Di antara lereng pegunungan Menoreh dan diapit dua buah sungai (Sungai Progo dan Sungai Sileng), inilah sebuah kawasan dimana Anda dapat menikmati suasana pedesaan yang memikat. Pastinya desa wisata ini akan menyempurnakan plesiran Anda di sekitar candi kebanggaan Indonesia tersebut.

Desa Wanurejo merupakan desa subur di kawasan Candi Borobudur dan masuk wilayah Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Ada sembilan dusun di Desa Wanurejo dan semuanya memiliki potensi wisata seni budaya, kerajinan, dan religi.

Desa Wisata Wanurejo banyak dikunjungi wisatawan yang ingin melihat langsung rumah-rumah tradisional yang tidak banyak berubah sejak dahulu. Bangunan tradisional rumah joglo kuno berusia lebih dari 1 abad begitu menarik untuk diamati. Beberapa memiliki perbedaan satu dengan yang lain, antara yang dimilik rakyat biasa, pemangku adat, hingga milik bangsawan. Suasana ini mengingatkan kejayaan Jawa Dwipa pada masa kerajaan silam.

Desa ini nyatanya memang memiliki beragam potensi wisata. Sebut saja untuk menikmati alamnya, mencicipi kuliner khas, membeli dan atau produk kerajinan setempat, hingga  bersentuhan langsung dengan kehidupan para petani yang bersahaja.

Pastinya desa wisata ini juga mampu menyajikan atraksi seni tradisional, seperti tempat latihan seni karawitan dari Sanggar Joyowiyatan di Dusun Tingal. Kesenian tradisional Wanurejo yang umumnya dikenal, yaitu: tontongklek, tari jathilan, pituturan, tari dayakan, tari topeng hitam, serta lagu Dhandang Gulo yaitu lagu yang menceritakan asal-usul Desa Wanurejo.

Desa Wanurejo adalah desa wisata dengan berbagai potensi ideal yang lengkap, mulai dari artefak candi, seni dan budaya, bangunan rumah adat, serta alam hijau yang membentang luas. Perpaduan bentang alam yang indah serta budayanya telah menjadi alasan kuat bahwa saat Anda berwisata ke Magelang maka bukan hanya menikmati kemegahan Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon saja.

Desa ini awalnya didirikan oleh Kyai Wanu (Bendhoro Pangeran Haryo), yaitu anak lelaki Hamengku Buwono II ke-76. Ia juga yang sekaligus mendirikan Desa Wanurejo. Ia sempat menjadi Adipati Wonorejo yang akhirnya berubah menjadi Wanurejo.

Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Akomodasi

Di Desa Wisata Wanurejo tersedia rumah penduduk yang dapat dijadikan homestay dan dapat Anda negosiasikan harganya. Lebih penting dari itu adalah kesempatan Anda berinteraksi langsung dengan keseharian hidup warganya. Aktivitas pertanian masyarakat Wanurejo adalah di sawah, kebun, kolam ikan, kandang ternak tradisional, dan pusat budidaya Anggrek. Jangan Anda sia-siakan hal itu untuk mempelajari b

Di Desa Wisata Wanurejo tersedia rumah penduduk yang dapat dijadikan homestay dan dapat Anda negosiasikan harganya. Lebih penting dari itu adalah kesempatan Anda berinteraksi langsung dengan keseharian hidup warganya. Aktivitas pertanian masyarakat Wanurejo adalah di sawah, kebun, kolam ikan, kandang ternak tradisional, dan pusat budidaya Anggrek. Jangan Anda sia-siakan hal itu untuk mempelajari budaya dan cara hidup bersahaja mereka yang menggugah.

Berikut ini salah satu referensi homstay yang dapat menjadi pilihan.

Homestay Omahe Simbok
Jowahan, Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Telp. +62 812 278 2313, +62 859 2745 2579
Homestay ini menyediakan 5 kamar berupa bangunan seperti rumah panggung yang didominasi bahan kayu. Tersedia fasilitas berupa sarapan dengan menu nasi goreng dan teh atau kopi. Harga sewanya adalah Rp1.250.000,- untuk 2 kamar utama dengan kapasitas 3 orang, 1 kamar dengan kapasitas 2 orang, dan 2 single room, 3 kamar mandi.

Untuk akomodasi di sekitar kota Magelang maka dapat Anda lihat di tautan berikut.

Tampilkan Lebih

Tips

Masyarakat Desa Wanurejo rutin menggelar acara akbar setiap tahunnya setiap 17 Mei. Aacara tersebut digelar untuk memperingati hari jadi Desa Wanurejo. Itu bukan bukan sekedar pesta budaya belaka karena ternyata telah memecahkan enam kali rekor Museum Rekor Indonesia, salah satunya adalah membuat alat pembajak sawah tradisional yang disebut garu, besarnya sepanjang 15 meter dan lebar 4,5 meter. Na

Masyarakat Desa Wanurejo rutin menggelar acara akbar setiap tahunnya setiap 17 Mei. Aacara tersebut digelar untuk memperingati hari jadi Desa Wanurejo. Itu bukan bukan sekedar pesta budaya belaka karena ternyata telah memecahkan enam kali rekor Museum Rekor Indonesia, salah satunya adalah membuat alat pembajak sawah tradisional yang disebut garu, besarnya sepanjang 15 meter dan lebar 4,5 meter. Nah, tidak ada salahnya Anda jadwalkan kunjungan ke desa ini saat waktu menjelang acara tersebut. Upacara adat lainnya yang dapat Anda saksikan adalah Nyadran, yaitu upacara mengirim doa untuk leluhur.

Sebuah pilihan bijak apabila Anda memanfaatkan penyewaan motor apabila ingin mejelajah kawasan ini dengan leluasa. Hal itu juga akan mempermudah sekaligus memperluas ruang gerak Anda untuk bisa berkeliling ke tempat-tempat yang jauh. Tarif sewa sepeda motor seharga Rp50.000,- hingga Rp70.000,- per 12 jam. Telp: +62 81915524153. Akan tetapi, apabila Anda belum mengenal lokasi yang akan dituju maka pilihan terbaik adalah memanfaatkan ojek.

Tampilkan Lebih

Berbelanja

Desa Wanurejo adalah tempat pembuatan beragam industri seni kriya berbahan baku kayu, logam maupun batu. Di sini Anda dapat membeli cenderamata berupa miniatur candi, pinsil dari biji nyamplungan, resine atau fiber, ukir bambu, patung gipsum, topeng kayu, keramik, maubel bambu, dan lukisan,  

Rengginang khas desa ini diproduksi seorang warga bernama Djupriono. Produknya bahkan telah menembus p

Desa Wanurejo adalah tempat pembuatan beragam industri seni kriya berbahan baku kayu, logam maupun batu. Di sini Anda dapat membeli cenderamata berupa miniatur candi, pinsil dari biji nyamplungan, resine atau fiber, ukir bambu, patung gipsum, topeng kayu, keramik, maubel bambu, dan lukisan,  

Rengginang khas desa ini diproduksi seorang warga bernama Djupriono. Produknya bahkan telah menembus pasar Hongkong dan Belanda. Oleh karena itu, Anda perlu mencicipi dan membelinya sebagia oleh-oleh untuk keluarga atau kerabat.

Tampilkan Lebih

Berkeliling

Anda dapat berkeliling desa wisata ini dengan memanfaatkan sepeda onthel yang dapat disewa. Nikmatilah susana pedesaan dengan mengayuh sepeda mengeliling Desa Wanurejo dan desa-desa di sekitar Candi Borobudur dengan jarak 3 hingga 6 km. Untuk berkeliling dengan sepeda onthel, Anda bisa menyewa di tempat penyewaan sepeda di Jalan Balaputra Dewa Desa Wanurejo atau di sebelah timur Pondok Tinggal, Bo

Anda dapat berkeliling desa wisata ini dengan memanfaatkan sepeda onthel yang dapat disewa. Nikmatilah susana pedesaan dengan mengayuh sepeda mengeliling Desa Wanurejo dan desa-desa di sekitar Candi Borobudur dengan jarak 3 hingga 6 km. Untuk berkeliling dengan sepeda onthel, Anda bisa menyewa di tempat penyewaan sepeda di Jalan Balaputra Dewa Desa Wanurejo atau di sebelah timur Pondok Tinggal, Borobudur.

Bersepeda onthel dapat menjadi kegiatan menarik di tempat ini. Mulailah rutenya menuju selatan Candi Borobudur di Desa Bumisegoro. Anda dapat menikmati suasana desa dan sawah berlatar stupa-stupa puncak Candi Borobudur dari kejauhan.  Berikutnya lanjutkan menyusuri jalanan sekitar 2,5 km menuju Punthuk Setumbu, yaitu sebuah bukit kecil yang jadi tempat favorit fotografer untuk melihat Matahari terbit berlatar belakang Candi Borobudur. Lanjutkan perjalanan ke arah selatan menuju Dusun Tuksongo, Klipoh, Tanjungsari, Jowahan, Bejen, Ngentak dan beberapa dusun lain. Di tempat-tempat tersebut Anda dapat menyaksikan aktivitas warga setempat yang sedang menjemur padi dan jagung, membuat anyaman bambu, dan membuat kerajinan gerabah. Tempat terakhir pemberhentian adalah Dusun Gedongan. Di sini Anda bisa belajar membuat ketupat, atau hiasan dari janur dan daun kelapa muda. Ada juga kerajinan lainnya berupa hiasan pensil yang cantik.

Tampilkan Lebih

Transportasi

Saat Anda akan menuju Candi Borobudur maka akan melewati sebuah desa yang menjadi pintu gerbang kawasan tersebut. Untuk menyambangi desa wisata ini maka Anda dapat menggunakan mobil, sepeda motor, atau bus. Apabila Anda memanfaatkan kendaraan umum maka dapat melalui Terminal Borobudur kemudian naik dokar atau ojek ke tujuan.

Tersedia Bus dari Yogyakarta ke Borobudur berupa mini bus dengan frekuensi

Saat Anda akan menuju Candi Borobudur maka akan melewati sebuah desa yang menjadi pintu gerbang kawasan tersebut. Untuk menyambangi desa wisata ini maka Anda dapat menggunakan mobil, sepeda motor, atau bus. Apabila Anda memanfaatkan kendaraan umum maka dapat melalui Terminal Borobudur kemudian naik dokar atau ojek ke tujuan.

Tersedia Bus dari Yogyakarta ke Borobudur berupa mini bus dengan frekuensi keberangkatan antara setengah jam hingga satu jam sekali. Bus tersebut beroperasi mulai pukul 06.00 - 17.00 WIB. Anda dapat berangkat dari Terminal Giwangan maupun Terminal Jombor. Apabila Anda memilih kenyamanan maka dapat menyewa mobil dari Yogyakarta dengan beragam pilihan kendaraan.

Tampilkan Lebih

Kuliner

Makanan khas masyarakat sekitar pedesaaan ini umumnya adalah rengginang, tempe, kudapan berbahan gula jawa. Sentra wisata kuliner di kawasan ini dapat Anda temukan di Dusun Bejen dan Dusun Tingal.

Apabila Anda mencari lokasi untuk mencicipi makanan yang lebih beragam sekitar Borobudur maka berikut ini referensinya.

Bakmi Jawa
Jl. Nakula, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Selain mencicipi bakmi yang kel





Makanan khas masyarakat sekitar pedesaaan ini umumnya adalah rengginang, tempe, kudapan berbahan gula jawa. Sentra wisata kuliner di kawasan ini dapat Anda temukan di Dusun Bejen dan Dusun Tingal.

Apabila Anda mencari lokasi untuk mencicipi makanan yang lebih beragam sekitar Borobudur maka berikut ini referensinya.

Bakmi Jawa
Jl. Nakula, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Selain mencicipi bakmi yang kelezatan legendaris, di tempat ini Anda dapat belajar daro Pak Parno tentang cara memotret Candi Borobudur. Pak Parno adalah sang pemilik warung tersebut.

Tongseng Jamur
Jl. Balaputradewa, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Tongseng di tempat ini tongseng tidak mengandung kolesterol tinggi karena berbahan dasar jamur tiram dan jamur merang. Kuliner ini dapat menjadi pilihan santap malam yang lezat dan menyehatkan.

Kampoeng Ulu
Jl. Raya Borobudur km 2 Mungkid, Magelang, Jawa Tengah
Telp. (0293) 789 616, +62 819 1542 5777
Lokasinya di dekat Sungai Elo dimana Anda dapat bermain arung jeram atau tubbing. Restoran ini menghadirkan beragam kuliner khas Indonesia, chinesse food, dan sea food. Beberapa menu unggulannya adalah: nasi kuning, ayam goreng kampung ulu, gurami asam manis, dan gurami cabe lombok ijo.

BS Resto
Jl. Mayor Kusen km 2,5 Mungkid, Magelang, Jawa Tengah
Telp. (0293) 789 325, +62 812 2947 5140
Di sini menawarkan pemandangan indah karena lokasinya yang diapit kawasan pegunungan. Interiornya bergaya tradisional kontemporer dan dikelilingi taman dan hamparan sawah. Menu hidangannya berupa kuliner khas Indonesia, chinesse food, dan western food yang bisa disajikan dengan set menu dan buffet. Cicipi kelezatan gurami fish barbeque atau menu buffet royal.

Rumah Makan Bale Kambang
Jl. Raya Borobudur km 2,8 Mungkid, Magelang, Jawa Tengah
Telp. +62 813 2874 4954
Lokasinya dekat Candi Mendut dengan gazebo-gazebo di atas kolam yang cocok untuk  Anda yang ingin bersantai sembari menikmati keindahan alam pedesaan.

Tampilkan Lebih

Kegiatan

Andalan Desa Wisata Wanurejo adalah seni kriya berbahan baku kayu, logam maupun batu. Selain itu, desa ini juga memiliki wisata alam berupa sumber mata air Umbul Tirta dan wisata ziarah Makam Kyai Wanu. Di desa wisata ini Anda juga dapat menyambangi masjid kuno beserta bedug peninggalan Pangeran Diponegoro.

Selain menikmati suasana asri pedesaan lengkap dengan rumah penduduk bergaya Jawa kuno. Di d

Andalan Desa Wisata Wanurejo adalah seni kriya berbahan baku kayu, logam maupun batu. Selain itu, desa ini juga memiliki wisata alam berupa sumber mata air Umbul Tirta dan wisata ziarah Makam Kyai Wanu. Di desa wisata ini Anda juga dapat menyambangi masjid kuno beserta bedug peninggalan Pangeran Diponegoro.

Selain menikmati suasana asri pedesaan lengkap dengan rumah penduduk bergaya Jawa kuno. Di desa ini Anda dapat juga belajar membuat anyaman bambu, merangkai janur, atau membuat gerabah. Apabila berminat belajar seni tradisional maka tersedia juga paket belajar seni trunthung atau soreng. Di desa ini Anda dapat pula mempelajari cara budidaya padi dan palawija yang disesuaikan dengan masa tanam.

Di desa ini dimungkinkan pula Anda melihat permainan tradisional anak-anak Wanurejo secara langsung, yaitu dakon, egrang, jengkle, eleng bataan, bababuan, cakoan, dan benteng. Apabila Anda mengajak anak-anak maka ini menjadi kesempatan yang tepat untuk mengenalkan beragam permainan tradisional Nusantara.

Nikmati wisata alam berupa pemandangan alam dari tempuran (pertemuan dua sungai) Sungai Progo dan Sungai Elo menyuguhkan pemandangan alam di Dusun Ngentak dan Soropadan yang dapat dinikmati sembari menaiki gajah.

Memburu keindahan Matahari Terbit di Candi borobudur atau di sekitar desa wisata ini dapat menjadi hal menarik dilakukan. Apabila Anda memang berminat mengabadikan keindahan Matahari terbit di sekitar desa wasata ini maka perlu mempersiapkan diri sekira pukul 05.30 WIB. Anda dapat membaca laman berikut untuk jelasnya.

Di Desa Wisata Wanurejo rutin digelar kirab budaya yang ini menampilkan potensi sembilan dusun di Desa wanurejo. Kirab budaya tersebut merupakan rangkaian acara Merti Desa (bersih desa atau sedekah bumi) dari upacara adat Saparan, yaitu mengusung gunungan hasil bumi setinggi 5 meter berupa buah-buahan, sayur-mayur, palawija, dan padi. Anda dapat menyaksikan kirab tersebut yang berangkat dari Candi Pawon melewati jalan di sekitar Borobudur dan berakhir di Lapangan Pondok Tingal.

Tampilkan Lebih

Aktivitas Terkait

Desa Tradisional

Desa Tradisional Sebagai negara dengan lebih dari 350 kelompok etnik, keanekaragaman budaya Indonesia layak untuk  dijelajahi. Temukan kebudayaan unik and...

selengkapnya

Destinasi Terkait