Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:7822

Beranda » Desa Pemuteran » Yayasan Karang Lestari: Program Konservasi dan Restorasi Terumbu Karang di Teluk Pemuteran

Yayasan Karang Lestari: Program Konservasi dan Restorasi Terumbu Karang di Teluk Pemuteran

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Desa Pemuteran, Bali

    Desa Pemuteran, Bali
  2. Desa Pemuteran, Bali

    Desa Pemuteran, Bali
  3. Desa Pemuteran, Bali

    Desa Pemuteran, Bali
  4. Desa Pemuteran, Bali

    Desa Pemuteran, Bali
  5. Desa Pemuteran/Pemuteran Village

  6. Desa Pemuteran/Pemuteran Village

  7. Desa Pemuteran/Pemuteran Village

  8. Desa Pemuteran/Pemuteran Village

  9. Desa Pemuteran/Pemuteran Village

  10. Desa Pemuteran/Pemuteran Village

 

Tinjauan

Keberadaan reruntuhan candi kuno bawah laut yang sempat menarik perhatian dunia internasional tahun 2010 lalu memang terletak di Teluk Pemuteran,  tepatnya di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Semua kehebohan di dunia maya itu berawal dari sebuah foto karya Paul M Turley. Ia adalah seorang fotografer bawah laut dari Inggris yang mengambil foto tersebut lalu diposting seseorang di akun Twitter dengan menyebutkan bahwa foto tersebut adalah dokumentasi sebuah situs candi kuno di dasar laut Pemuteran. Turley berkomentar bahwa internet baru saja mendorong lahirnya urban legend karena pada kenyataannya foto hasil bidikannya tersebut bukanlah sebuah penemuan situs arkeologi kuno sebagaimana yang tersebar di media eletronik.

 

Kenyataannya, candi bawah laut yang diduga sebagai artefak candi kuno tersebut adalah sebuah kawasan konservasi terumbu karang yang sengaja dibuat tahun 2005 dengan menerapkan sistem biorock. Sekira lebih dari 10 patung batu berukuran besar dan sebuah gerbang bentar khas Bali setinggi 4 meter ditanam di kedalaman 29 meter sebagai lahan konservasi bagi terumbu karang. Pada 2006, tahap kedua pembangunan kompleks candi bawah laut dibangun di kedalaman 15 meter agar penyelam pemula dapat pula menikmati keindahan taman candi bawah laut tersebut. Patung Coral Goddess yang didesain Celia Gregory dan perusahaan non-profit-nya, yaitu The Marine Foundation, adalah struktur bagi biorock yang pertama yang ditanam di bawah laut Pemuteran. Area candi ini adalah salah satu titik penyelaman andalan di Pemuteran.

 

Selain taman candi di bawah laut, sejak tahun 2000 terdapat lebih dari 56 struktur atau kerangka sebagai media tumbuh terumbu karang yang tertanam di dasar laut Pemuteran. Beberapa kerangka besi tersebut mencantumkan nama orang-orang yang memang berperan aktif dalam proyek konservasi. Nama-nama yang tertera di rangka besi adalah nama para donatur yang bertindak sebagai orang tua (baca: sponsor) yang membantu lahirnya bayi-bayi terumbu karang baru. Uniknya, setelah mengirimkan sejumlah donasi, pihak yayasan pengelola konservasi terumbu karang akan secara berkala mengirimkan foto yang menunjukkan perkembangan terumbu karang kepada masing-masing donatur yang namanya tercantum di rangka besi tersebut.

 

Proyek pengembangan konservasi dan restorasi terumbu karang di Pemuteran dimulai sejak Juni 2000 dengan nama Proyek Konservasi Karang Lestari Pemuteran. Yayasan yang menaungi proyek tersebut adalah Yayasan Karang Lestari yang didirikan sejak tahun 1998 oleh pemilik Taman Sari Resort di Pemuteran, yaitu Bapak Agung Prana. Berawal dari kesadaran tentang pentingnya kelestariaan alam bawah laut di Pemuteran yang terancam rusak, yayasan ini memiliki misi membangun kesadaran masyarakat agar menyadari betapa penting kekayaan bawah laut bagi sumber kehidupan mereka dan juga kepentingan ekowisata yang dapat memberi sumbangan bagi perekonomian masyarakat sekitar.

 

Sejak dahulu, sebagian besar masyarakat Pemuteran memang menggantungkan hidup mereka di laut sebagai nelayan. Sayangnya, mereka mencari ikan dengan menggunakan dinamit dan sianida yang tentu saja merusak ekosistem laut dan berakibat pada rusaknya biota laut terutama terumbu karang. Kerusakan terumbu karang di Teluk Pemuteran terbilang parah dan mengancam kelangsungan ekonomi masyarakat yang menjadikan laut sebagai periuk nasi mereka. Kerusakan diperparah dengan polusi, pemanasan global, dan pengembangan obyek wisata yang tidak ramah lingkungan.

 

Menyadari betapa serius masalah yang akan dihadapi masyarakat sekitar akibat fakta tersebut, Agung Prana yang juga merupakan kepala Yayasan Karang Lestari bekerja bersama sejumlah yayasan, pelaku wisata termasuk hotel dan dive shop, masyarakat sekitar, dan sejumlah donatur untuk merealisasikan program konservasi dan restorasi terumbu karang. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak menangkap ikan dengan alat-alat yang dapat merusak ekosistem laut dan tidak boleh memancing di kawasan di depan hotel-hotel yang ditetapkan sebagai kawasan khusus ekowisata—tempat dimana rangka Biorock ditanam.

 

Karang Lestari disebut-sebut sebagai sebuah proyek konservasi dan restorasi terumbu karang biorock terbesar di dunia dengan area konservasi sekira 2 hektar. Proyek ini berjalan hasil kerja sama dengan pemerintah Pemuteran, Gahawisri (Federasi olahraga air Bali), hotel, dive shop, dan sejumlah penanam modal. Metode Biorock dipilih karena dapat mempercepat pertumbuhan terumbu karang yang akan mengundang ikan dan biota laut lainnya untuk hidup dan berkembang dalam sebuah ekosistem yang sehat. Selain membangun dan memperbaiki terumbu karang, Biorock juga dapat berfungsi sebagai alat pembentukan struktur limestone rock yang berfungsi sebagai pelindung pantai karena bisa menjadi pemecah ombak. Sistem ini juga bernilai ekonomis untuk melindungi pantai dari erosi karena berbagai skala energi dapat diterapkan sesuai kebutuhan.

 

Pada akhir Juni lalu, Yayasan Karang Lestari menjadi salah satu dari 25 pemenang penghargaan Equator Prize 2012. Penghargaan tersebut dianugerahkan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) untuk lingkungan dan Rio+20 Award untuk bidang kelautan dari hasil menyeleksi sekira 800 nominator di seluruh dunia yang berperan dalam pembangunan lingkungan dan komunitas masyarakat. Penghargaan berupa sertifikat dan donasi sekira USD 5000,- diberikan tepatnya pada Konferensi Pembangunan Berkelanjutan PBB di Rio de Janeiro, Brasil, 20-22 Juni lalu.

 

Informasi lebih lanjut mengenai Yayasan Karang Lestari dapat Anda telusuri di website berikut ini.

http://biorockbali.webs.com/whoweare.htm

http://www.globalcoral.org/pemuteran_coral_reef_restoration.htm

Lihat dalam Peta

Yayasan Karang Lestari: Program Konservasi dan Restorasi Terumbu Karang di Teluk Pemuteran

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Desa Tradisional

Desa Tradisional Sebagai negara dengan lebih dari 350 kelompok etnik, keanekaragaman budaya Indonesia layak untuk  dijelajahi. Temukan kebudayaan unik and...

selengkapnya