Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
2.94/5 (34 votes)
 

Dilihat:401998

Beranda » Bali » Jatiluwih Bali Cagar Budaya Dunia: Jendela Kesejahteraan Masyarakat

Jatiluwih Bali Cagar Budaya Dunia: Jendela Kesejahteraan Masyarakat

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Bali1

  2. Bali2

    Amed Beach, East Bali.
  3. Bali3

    Boat at Amet Beach, East Bali.
  4. Bali4

    Ngaben Ceremony at Bali.
  5. Bali5

    A beautiful view at Batur's Lake, Kintamani, Bali.
  6. Bali6

    Shopping mall at Bali.
  7. Bali7

    Tourist, from the cruise ship at Bali.
  8. Bali8

    Cruise Ship.
  9. Golf Bali

    Golf field at Bali.
  10. Ngaben Ceremony

  11. Ngaben Ceremony

    Part of Ngaben Ceremony, Bali.
  12. Pupuan Rice Field at Bali

  13. Lovina Beach

  14. Parasailing

    Parasailing, a kind of extreme sport interest at Bali.
  15. Ulundanu Temple

    Ulundanu Temple, on lake. Bali.
  16. Balinese Dancer

    Balinese Dancer.
  17. Rhapsody Cruise Ship

  18. An Afternoon at Kuta's Beach

    The most famous beach in the world. Kuta.
  19. Sunset at Tanah Lot

    Sunset at Tanah Lot.
  20. Balinese Dancer

    a Couple of Balinese Dancer.
  21. Barong's Dance

    Barong's dance of Bali.
  22. Ubud

    Ubud's field rice.
  23. Yoga In Bali

  24. Kuta Bali 1

  25. Kuta Bali 2

  26. Kuta Bali 3

  27. Soccer in Kuta Beach

  28. Surf at Kuta

    Surf at Kuta Beach, Bali.
  29. Marketplace in Bali

  30. Marketplace in Bali2

  31. bali

  32. bali 1

  33. bali 2

  34. bali 3

  35. bali 4

  36. bali 5

  37. bali 6

 

Tinjauan

Jatiluwih, sebuah kawasan persawahan di Kabupaten Tabanan, Bali, semakin mencuat namanya setelah dinobatkan sebagai situs cagar budaya dunia oleh UNESCO. Sistem irigasi tradisional subak yang memang perlu dilestarikan itu sudah turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi dan telah menarik banyak wisatawan untuk melihat langsung keindahan panoramanya. Tidak itu saja, perumahan warga desa sekitar bahkan masih mempertahankan lumbung-lumbung padi yang menjajar indah, termahsyur dengan beras merahnya.

Jatiluwih dalam bahasa daerah Bali bermakna jati yang indah. Lokasi persawahan yang memukau ini terhampar di Kabupaten Tabanan, 40 kilometer dari Denpasar, atau sekira 2 jam perjalanan dengan kendaraan. Salah satu tempat menarik yang dapat dikunjungi ialah Dusun Gunungsari yang berlokasi di ketinggian 640 meter di atas permukaan laut dengan hawa sejuk berbeda dengan suasana pantai yang panas. Air irigasi di antara petak sawah begitu bening dan sejuk sehingga tak jarang pengunjung membenamkan rasa penasarannya ke dalam kesegaran aliran airnya di atas bentangan panorama sawah Jatiluwih.

http://id.indonesia.travel/public/media/images/upload/news/Jatiluwih,%20Bali%202013--5.jpg

Akan tetapi, sayangnya gambaran indah ini tak selalu menjanjikan perubahan menguntungkan bagi warganya. Banyak permasalahan yang muncul seperti konversi fungsi lahan yang tidak akan sejalan dengan statusnya saat ini. Selain itu, sudah banyak warga yang beralih profesi menjadi pegawai baik di pemerintahan ataupun di swasta. Hasil bumi dan komoditi dari Jatiluwih bagi perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata di Bali menjadi krusial.Lalu siapa yang akan melanjutkan legasi Jatiluwih sebagai situs cagar budaya dunia yang memerlukan pengelolaan sawah dan irigasi subaknya? 

Saat ini Bali memang menjadi barometer kepariwisataan nasional dan juga bagian dari koridor 5 Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang mencakup Bali, NTB, dan NTT. Oleh karena itu, sudah pasti program tersebut akan membawa pembangunan pesat di berbagai bidang. Percepatan pembangunan ini tak selalu terwujud sebagai angin peluang, karena bagi warga Jatiluwih ataupun bagi kawasan Jatiluwih sebagai cagar budaya dunia bisa menjadi sebuah ancaman.

Saling ketergantungan ini harus tetap seimbang, seperti keseimbangan prinsip Tri Hita Karana. Kawasan ini perlu dijaga menjadi kawasan yang tidak terlalu komersial sehingga pembangunan sporadis yang spontan dan menyalahi undang-undang tata ruang dan kepariwisataan dapat dihindari. Permasalahan pembangunan di Bali Selatan dapat dihindari sejak dini di Jatiluwih, umumnya di Kab. Tabanan, dengan pengawasan penegakan undang-undang. 

http://id.indonesia.travel/public/media/images/upload/news/Jatiluwih,%20Bali%202013--4.jpg

Pembangunan villa dan hotel bukan sesuatu yang haram kecuali bila menyalahi peruntukan pemanfaatan lahan menurut undang-undang tata ruang yang sudah ditentukan. Bila memang terjadi seperti yang dikeluhkan warga Jatiluwih Dusun Gunungsari, Tabanan maka ditekankan bahwa perlu ada peninjauan kembali surat izin yang memperbolehkan pembangunannya. Di samping villa dan hotel, Desa Wisata adalah alternatif yang perlu didukung dimana keberadaannya akan lebih melibatkan warga setempat.

Acara Terkait

01-05

Oct 2014

Lihat Acara Lainnya

Lihat dalam Peta

Jatiluwih Bali Cagar Budaya Dunia: Jendela Kesejahteraan Masyarakat

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya