Wajahnya yang kusam mempertegas usianya yang sudah uzur namun berdiri kokoh di atas bukit dengan pemandangan yang indah. Lokasinya berada di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Lokasi Benteng Otanaha dapat Anda temukan tidak jauh dari Danau Limboto.
Benteng ini merupakan penggalan kisah heroik masyarakat Gorontalo pada abad pertengahan. Bukan hanya cerita historis dapat Anda peroleh saat mengunjunginya tetapi juga rasa kagum karena keunikannya.
Dikelilingi hijaunya pepohonan dan perbukitan, Benteng Otanaha menyimpan kisah panjang kejayaan Gorontalo. Mulai dari kedatangan bangsa Portugis sekitar abad ke-15, petempuran dua kerajaan bersaudara (Gorontalo dan Limboto), hingga saksi bisu pendangkalan Danau Limboto yang kini menjadi ancaman serius masalah lingkungan. Disinyalir, Gorontalo dan Limboto pada awalnya adalah suatu genangan air yang terhubung ke laut. Kondisi tersebut memungkinkan kapal-kapal besar dapat bersandar masuk ke wilayah yang sekarang semakin dangkal tersebut.
Keunikan lain benteng adalah terdiri dari campuran kapur dan putih telur burung maleo sebagai bahan perekatnya. Dulunya benteng ini merupakan tempat pertahanan raja-raja Gorontalo dari serangan musuh.
Benteng Otanaha dibagun Portugis abad 15 sekitar tahun 1522 atas permintaan Raja Ilato (Matolodolakiki) yang berkuasa antara tahun 1505-1585. Pembangunan benteng ini merupakan bagian dari pakta kerjasama pertahanan antara Gorontalo dan Portugis untuk mengusir bajak laut. Akan tetapi, ternyata Portugis menyalahgunakan kesepakatan ini sehingga seluruh rakyat dan pasukan Ndoba dan Tiliaya kemudian bangkit berperang untuk mengusir Portugis daritanah Gorontalo.
Nama otanaha diambil dari kata ‘ota’ yang berarti benteng dan kata ‘naha’ berarti orang yang menemukan benteng tersebut. Jadi Otanaha berarti benteng yang ditemukan oleh Naha. Benteng ini dibuat dari bahan-bahan berupa pasir, batu kapur dan telur burung maleo sebagai semen atau bahan perekatnya.
Struktur Benteng Otanaha terbilang unik karena memiliki 4 buah tempat persinggahan dan 348 buah anak tangga untuk menuju ke lokasi benteng. Jumlah anak tangga tidak sama untuk setiap persinggahan. Dari dasar ke tempat persinggahan I terdapat 52 anak tangga, ke persinggahan II terdapat 83 anak tangga, ke persinggahan III terdapat 53 anak tangga, dan ke persinggahan IV memiliki 89 anak tangga. Sementara ke area benteng terdapat 71 anak tangga. Jumlah keseluruhan anak tangga yaitu 348. Hingga kini, belum diketahui apa arti dan maksud jumlah anak tangga yang berbeda di setiap persinggahannya.
Dinas Pariwisata Kota Gorontalo menjadikan benteng ini menjadi salah satu tujuan utama obyek wisata di Gorontalo. Hal itu dikarenakan selain memiliki pemandangan alam yang cantik juga sangat berarti bagi masyarakat Gorontalo karena memiliki nilai historis yang tinggi.