Jadwal penerbangan memungkinkan wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting langsung ke tujuannya dan melewatkan satu kota menarik dan menyenangkan di sepanjang Sungai Arut. Ya, kota tersebut adalah Pangkalan Bun.
Siapa pun yang minum dari Sungai Arut pasti akan kembali ke Pangkalan Bun
Ungkapan klasik tersebut cocok bagi mereka yang mengunjungi kota ini untuk pertama kalinya. Sebuah ungkapan yang menggambarkan perasaan rindu seseorang setelah mengunjungi kota ini. Kehidupan khas tepi sungai berpadu bersama beberapa situs bersejarah di pinggiran Pangkalan Bun yang istimewa.
Pangkalan Bun berfungsi adalah pintu gerbang bagi Anda yang ingin memulai petualangan menjelajah di alam liar Taman Nasional Tanjung Puting yang eksotis
Secara administratif, Pangkalan Bun adalah kecamatan dan merupakan ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat. Kota kecil yang ramai ini dahulu merupakan kursi kekuasaan Kesultanan Kutaringin pada masa pemerintahan Sultan Imanudin tahun 1811-1814.
Secara historis, Kesultanan Kutaringin pernah menjadi kabupaten kerajaan Banjar yang muncul sebagai kesultanan yang terpisah pada masa pemerintahan Sultan Banjar IV Mustainbillah. Kesultanan ini berada di bawah pemerintahan Kerajaan jawa Majapahit, sehingga jejak budaya Jawa melimpah di daerah ini.
Sisa-sisa peninggalan kesultanan dapat ditemukan di Keraton atau Istana Kuning, tepatnya di pusat kota Pangkalan Bun. Istana tersebut sudah pernah direkonstruksi karena pernah terbakar tahun 1986.