Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
5.00/5 (4 votes)
 

Dilihat:62252

Beranda » Kepulauan Mentawai » Uma: Menilik Sistem Kekerabatan dan Pusat Kebudayaan Suku Mentawai

Uma: Menilik Sistem Kekerabatan dan Pusat Kebudayaan Suku Mentawai

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. mentawai

  2. mentawai island

  3. mentawai island

  4. wave of mentawai

  5. mentawai island

  6. Mentawai

    Uma - Mentawai Traditional House (Photo Courtesy of Bayu Marthen) http://www.facebook.com/bayu.marthen
  7. Mentawai

    Uma - Mentawai Traditional House (Photo Courtesy by Bayu Marthen)
  8. Mentawai

    Uma - Mentawai Traditional House (Photo Courtesy of Bayu Marthen)
  9. Mentawai

    Uma - Mentawai Traditional House (Photo courtesy of Bayu Marthen)http://www.facebook.com/bayu.marthen
  10. Mentawai

  11. Mentawai

  12. Mentawai

  13. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  14. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  15. Mentawai

    Photo courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  16. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  17. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  18. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  19. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  20. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  21. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  22. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  23. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  24. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  25. Mentawai

    Photo courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  26. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  27. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  28. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  29. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)
  30. Mentawai

    Photo Courtesy of Bayu Marthen (http://www.facebook.com/bayu.marthen)

 

Tinjauan

Meski terlihat sederhana, uma bukan hanya penting sebagai sebuah hunian melainkan juga sebagai pusat kebudayaan. Uma adalah sebutan untuk rumah adat masyarakat suku Mentawai di Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Uma berbentuk rumah panggung yang sejak awal berdirinya harus disertai pelaksanaan upacara khusus dari budaya dan sistem kekerabatan suku Mentawai.

Uma biasanya dihuni oleh 5 hingga 7 keluarga dari keturunan yang sama, mengikuti garis keturunan ayah (patrilineal). Kaum perempuan atau istri biasanya berasal dari uma yang lain yang kemudian pindah ke uma milik suami setelah menikah. Akan tetapi, apabila di kemudian hari suaminya meninggal dan sang istri menjadi janda maka ia harus kembali ke uma asalnya.

Uma dipimpin seorang kepala uma (rimata) disamping juga sesepuh masyarakat adat (sikebbukat uma). Uma dapat dikatakan sebagai pusat kehidupan bagi suku Mentawai. Di sebuah Uma, mereka hidup dan tinggal, mengadakan pertemuan,  upacara adat, dan lainnya. Seorang sikerei (tetua adat atau pemimpin ritual adat) akan dilibatkan dalam setiap pelaksanaan upacara atau ritual di sebuah uma.

Sebagai rumah adat, uma memiliki kearifan tradisional, konstruksinya hampir seluruhnya terbuat dari kayu dan berbentuk panggung. Terdapat batang-batang kayu yang menjadi inti atau penopang utama sebuah huma. Besar kecilnya ukuran huma akan menentukan jumlah batang kayu penopang utama ini. Susunan tiang-tiang tersebut bersandar di atas batu pondasi. Pondasi rumah menggunakan batu karang yang memang lebih mudah didapatkan di Mentawai dibandingkan batu kali. Batu karang juga terbukti cukup kuat dan cocok untuk pondasi. Tiang pancang utama ini berkaitan dengan legenda yang dipercaya suku Mentawai mengenai dewa gempa yang disebut sebagai Teteu Ka Baga. Hal ini berkaitan dengan kondisi alam Mentawai yang rawan bencana terutama gempa.

Uma biasanya dibangun menggunakan lima jenis kayu, yaitu meranti putih, rotan, bambu, gaharu, pohon enau. Adapun untuk atapnya, digunakan atap rumbia yang terbuat daun sagu; atap ini dapat bertahan hingga puluhan tahun. Konstruksi bangunan uma didirikan tanpa menggunakan paku melainkan menggunakan pasak kayu, memakai teknik ikat, tusuk, dan sambung, sambungan pangku dan sambungan takik.

Uma tidak memiliki pintu. Bagian depan berupa serambi terbuka yang merupakan tempat untuk berkumpul, mengobrol, dan menerima tamu siang hari. Di malam hari, serambi ini berubah fungsi menjadi ruang tidur bagi para pria. Selain itu, di sisi depan rumah terdapat panggung yang terbuat dari papan-papan yang tidak halus. Panggung adalah tempat penyimpanan perkakas, seperti batu pengasah, kapak, pisau, bumbung bambu, dan lainnya.

Ruang dalam pertama adalah ruangan yang serupa bangsal panjang, biasanya digunakan untuk menjamu tamu dan merupakan tempat dilangsungkannya rapat dan upacara adat. Ruang dalam pertama ini kemudian dipisahkan dengan ruang dalam kedua dengan sekat kayu. Di ruang dalam kedua ini terdapat perapian sebagai tempat memasak, bejana-bejana untuk keperluan upacara memohon keberhasilan dalam berburu. Ruang ini biasanya juga digunakan sebagai tempat tidur keluarga. Di antara perapian dan dinding belakang bangsal, terdapat lorong tengah yang merupakan tempat untuk menari. Lantai pada bagian lorong tengah terbuat dari papan lebar yang diserut sampai halus. Permukaan halus ini tentu baik bagi kaki penari, terlebih lagi lantai kayu dapat sekaligus menghasilkan instrumen musik pengiring tarian.

Lantai beranda biasanya terbuat dari papan, sementara lantai ruangan tidur dan dapur dari belahan kayu pohon kelapa yang dipasang jarang-jarang. Tinggi lantai sekira 1 m dari tanah. Kontur tanah yang tidak rata sebagai basis rumah disiasati dengan ketinggian tiang-tiang penopang yang disesuaikan sehingga dapat mendirikan rumah yang kokoh dan stabil. Kolong bawah rumah dijadikan sebagai kandang babi.

Keunikan lain dari uma adalah terdapat pajangan tengkorak binatang di dekat atap pintu masuk ruang utama. Tengkorak yang digantung tersebut adalah tengkorak babi yang dipercaya dapat mengundang rezeki atau hasil buruan yang lebih lagi. Selain itu, banyaknya tengkorak dapat menandakan jumlah pesta yang telah digelar di uma tersebut.

Selain uma, terdapat jenis rumah lain bagi suku Mentawai, yaitu lalep dan rusuk. Lalep adalah rumah tinggal bagi suami istri yang sudah menikah secara adat yang sah; biasanya lalep adalah bagian dari uma. Sementara rusuk adalah bangunan khusus yang dibangun bagi anak-anak muda, para janda, dan mereka yang terusir dari kampung.

Dengan segala keunikan, kesederhanaan, dan kearifan sebuah rumah adat, sungguh sangat disayangkan keberadaan uma kini semakin terancam. Uma sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat suku Mentawai yang kini tersentuh oleh modernitas. Mereka kini cenderung membangun rumah konstruksi beton. Ritual mendirikan uma yang biasanya harus disertai pesta dan upacara yang tidak murah juga menjadi salah satu alasan makin berkurangnya keluarga yang mendirikan uma.  Selain itu, kebijakan pemerintah untuk melakukan relokasi masyarakat suku Mentawai di pedalaman juga menjadi penyebab lain berkurangnya jumlah uma.

Uma kini hanya dapat ditemukan di Pulau Siberut atau misalnya di Desa Madobak, Ugai, dan Matotonan. Di desa ini hidup sekira 18 suku Mentawai yang terbagi dalam 178 keluarga. Mereka menempati sekira 160 uma yang kondisinya sudah tua. Desa Ugai dapat ditempuh sekira 4-5 jam perjalanan menggunakan sampan atau perahu bermotor dari Desa Muara Siberut, ibu kota Kecamatan Siberut Selatan. Dari Kota Padang, Siberut Selatan dapat ditempuh 12 jam perjalanan menggunakan kapal.

 

Photo Courtesy by Bayu Marthen

Acara Terkait

03-24

May 2014

Lihat Acara Lainnya

Lihat dalam Peta

Uma: Menilik Sistem Kekerabatan dan Pusat Kebudayaan Suku Mentawai

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Berselancar

Berselancar Nias, Mentawai, Uluwatu adalah tujuan wisata kelas dunia, dimana para wisatawan dapat berselancar sepanjang tahun. Keajaiban kecil bagi peselancar...

selengkapnya