Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:15482

Beranda » Candi Cangkuang: Menikmati Candi Hindu di Tengah Danau

Candi Cangkuang: Menikmati Candi Hindu di Tengah Danau

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Candi Cangkuang 1

  2. Candi Cangkuang 2

  3. Candi Cangkuang 3

  4. Candi Cangkuang 4

  5. Candi Cangkuang 5

  6. Candi Cangkuang 6

  7. Candi Cangkuang 8

  8. Candi Cangkuang 9

  9. Candi Cangkuang 10

  10. Candi Cangkuang 11

  11. Cangkuang Temple 1

  12. Cangkuang Temple 2

  13. Cangkuang Temple 3

  14. Cangkuang Temple 4

 

Tinjauan

Candi Cangkuang adalah satu-satunya candi Hindu di Jawa Barat yang berhasil dipugar hingga saat ini. Candi ini terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Lokasinya di ketinggian 700 m di atas permukaan air laut melewati keindahan sawah menghijau dan 4 gunung besar di Jawa Barat, yaitu Gunung Haruman, Gunung Kaledong, Gunung Mandalawangi, dan Gunung Guntur. Pemerint

Candi Cangkuang adalah satu-satunya candi Hindu di Jawa Barat yang berhasil dipugar hingga saat ini. Candi ini terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Lokasinya di ketinggian 700 m di atas permukaan air laut melewati keindahan sawah menghijau dan 4 gunung besar di Jawa Barat, yaitu Gunung Haruman, Gunung Kaledong, Gunung Mandalawangi, dan Gunung Guntur. Pemerintah daerah Kabupaten Garut menjadikan daerah ini sebagai obyek wisata budaya dan wisata alam.

Candi Cangkuang berdiri di daratan mirip pulau kecil di tengah danau bernama Situ Cangkuang, jadi Anda perlu menggunakan rakit untuk mencapainya. Di dataran ini juga Anda akan melihat pemukiman adat Kampung Pulo dan makam Embah Arief Muhammad. Embah Dalem Arief Muhammad adalah leluhur Kampung Pulo dimana awalnya adalah utusan Kerajaan Mataram yang ditugasi menyerang VOC di Batavia. Akan tetapi, penyerangan tersebut gagal, karena malu dan takut untuk kembali melapor ke Mataram maka ia dan pengikutnya memilih berdiam di Desa Cangkuang dan menyebarkan agama Islam di sini.

Candi Cangkuang merupakan candi peninggalan Hindu abad ke-8 yang direkonstruksi tahun 1978. Bangunan aslinya hanya tersisa sekitar 40% dari reruntuhan saat ditemukan, dan selebihnya candi ini dibuat dari adukan semen, batu koral, pasir dan besi.  

Candi Cangkuang pertama kali ditemukan tahun 1966 oleh tim peneliti berdasarkan laporan tulisan Vorderman dalam buku “Notulen Bataviaasch Genootschap” tahun 1893. Buku itu menyebutkan adanya sebuah arca yang rusak serta makam leluhur Arief Muhammad di Leles. Nama Candi Cangkuang sendiri diambil dari nama desa sekaligus adalah nama tanaman (Pandanus furcatus) yang banyak terdapat di sekitarnya. Daun tanaman cangkuang sering dimanfaatkan penduduknya untuk membuat tudung, tikar atau pembungkus gula aren.

Awalnya penemuan situs ini hanyalah berupa batu fragmen dari sebuah candi dan makam kuno serta arca Siwa yang telah rusak. Arca ini wajahnya datar, bagian tangan hingga kedua pergelangannya telah hilang. Lebar wajah 8 cm, lebar pundak 18 cm, lebar pinggang 9 cm, padmasana 38 cm (tingginya 14 cm), lapik 37 cm dan 45 cm (tingginya 41 cm). Posisi arca bersila di atas padmasana ganda dengan kaki kiri menyilang datar, alasnya menghadap ke sebelah dalam paha kanan. Kaki kanan menghadap ke bawah beralaskan lapik. Di depan kaki kiri terdapat kepala sapi (nandi) yang telinganya mengarah ke depan. Dengan kepala nandi ini para ahli menganggap bahwa ini adalah arca Siwa. Kedua tangannya menengadah di atas paha. Di tubuhnya terdapat penghias perut, penghias dada dan penghias telinga. Selain arca ditemukan juga peninggalan pra sejarah berupa alat dari batu obsidian, pecahan-pecahan tembikar dari zaman Neolithicum dan batu-batu besar dari kebudayaan Megalitikum.

Bangunan Candi Cangkuang berdiri pada sebuah lahan persegi empat berukuran 4,7 x 4,7 m dengan tinggi 30 cm. Kaki bangunan yang menyokong pelipit padma, pelipit kumuda, dan pelipit pasagi ukurannya 4,5 x 4,5 m dengan tinggi 1,37 m. Di sisi timur terdapat penampil tempat tangga naik yang panjangnya 1,5 m dan lébar 1,26 m. Bangunan candi bentuknya persegi empat 4,22 x 4,22 m setinggi 2,49 m. Di Utara terdapat pintu masuk yang berukuran 1,56 m (tinggi) x 0,6 m (lebar). Puncak candi ada dua tingkat yaitu persegi empat berukuran 3,8 x 3,8 m dengan tinggi 1,56 m dan 2,74 x 2,74 m yang tingginya 1,1 m. Di dalamnya terdapat ruangan berukuran 2,18 x 2,24 m yang tingginya 2,55 m. Di dasarnya terdapat cekungan berukuran 0,4 x 0,4 m sedalam 7 m.

Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Akomodasi

Ada banyak hotel di Garut dapat Anda pilih sesuai kebutuhan, berikut ini referensinya.

Kampung Sampireun   
Jl.Raya Kamojang-Samarang Desa Sukamulya Kec. Samarang
Telp.0262-542393

Stresta  
Jl. Sayang Heulang Kec. Pameungpeuk
 
Panglayungan Endah  
Jl. Pantai Sayang Heulang Kec. Cikelet
Telp. 0262- 521239
 
Sukapura  
Jl. Sukapura No. 6 Kec. Pameungpeuk
Telp. 0262-521836














Ada banyak hotel di Garut dapat Anda pilih sesuai kebutuhan, berikut ini referensinya.

Kampung Sampireun   
Jl.Raya Kamojang-Samarang Desa Sukamulya Kec. Samarang
Telp.0262-542393

Stresta  
Jl. Sayang Heulang Kec. Pameungpeuk
 
Panglayungan Endah  
Jl. Pantai Sayang Heulang Kec. Cikelet
Telp. 0262- 521239
 
Sukapura  
Jl. Sukapura No. 6 Kec. Pameungpeuk
Telp. 0262-521836
 
Sederhana  
Jl. Miramare No. 63 Kec. Pameungpeuk
 
Beni Mekar  
Jl. Raya Cigodeg Kec. Pameungpeuk
Telp. 0262- 521162
 
Biasa  
Jl. Miramare N0. 52 Kec. Pameungpeuk
Telp. 0262-521077

Wirakalingga  
Jl. Raya Pameungpeuk 102
Telp. 0262-521839
Fax. 0262-521839
 
Lisda  
Jl. Rajawali Kec. Bungbulang
 
Ngamplang  
Jl. Padang Golf Nagamplang Kec. Cilawu
Telp. 0262-231480
Fax. 0262-231480
 
Losmen Melat  
Jl. Karacak No.2 Kec. Garut Kota
Telp. 0262-231900
 
Famili Ayu Hotel  
Jl. Ranggalawe No.64 Kelurahan Pakuwon Kec. Garut Kota
Telp. 0262-233247
 
Penginapan Mitra  
Jl. Santolo - Cilauteureun Kec. Cikelet
Tlp.0262-237735
 
Penginapan Diaz  
Jl. Santolo - Cilauteureun Kec. Cikelet
 
Penginapan Anugrah  
Jl. Santolo - Cilauteureun Kec. Cikelet
 
Penginapan Irfan  
Jl. Santolo - Cilauteureun Kec. Cikelet
 
Penginapan Barokah  
Jl. Santolo - Cilaiteureun Desa Kec. Cikelet

Penginapan Lestari  
Jl. Santolo - Cilauteureun Kec. Cikelet
 
Penginapan Hegarmanah  
Jl. Santolo - Cilauteureun Kec. Cikelet
 
Penginapan Taurus Mustika  
Jl. Santolo - Cilauteureun Kec. Cikelet
 
Pondok Layung Sari  
Jl. Raya Wanaraja Sadang No.1 Desa Kec. Wanaraja
 
Penginapan Darajat Pass  
Jl. Raya Samarang Darajat Desa Kec. Pasirwangi
 
Pondok Sari Papandayan  
Jl. Cisurupan No. 18 Km 7 Desa Kec. Cisurupan

Tampilkan Lebih

Tips

Lokasi parkir pengunjung hanya muat untuk 3 mobil ukuran kecil sejenis sedan dan minibus. Untuk bus besar bisa diparkir di tepi jalan desa.

Anda dapat menghubungi agen perjalanan untuk mengorganisir kebutuhan dan mendapatkan tur yang menarik, berikut ini yang direkomendasikan:

Campa Tour 

No. Telepon: 081263679350

Email: info@campatour.com

Lokasi parkir pengunjung hanya muat untuk 3 mobil ukuran kecil sejenis sedan dan minibus. Untuk bus besar bisa diparkir di tepi jalan desa.

Anda dapat menghubungi agen perjalanan untuk mengorganisir kebutuhan dan mendapatkan tur yang menarik, berikut ini yang direkomendasikan:

Campa Tour 

No. Telepon: 081263679350

Email: info@campatour.com

Berbelanja

Kabupaten Garut dikenal dengan beragam sentra produksi khas seperti jeruk, dodol, domba garut, batik garut, jaket kulit, dan minyak akar wangi, serta kerajinan bulu unggas.

Karajinan Bulu Unggas
Dari kerajinan bulu unggas ini  dihasilkan beragam kerajinan dengan corak yang unik. Temukan lokasinya di Kecamatan Leles, sekitar 15 km dari kota Garut.  Anda yang berkunjung ke Situ dan Candi Can


Kabupaten Garut dikenal dengan beragam sentra produksi khas seperti jeruk, dodol, domba garut, batik garut, jaket kulit, dan minyak akar wangi, serta kerajinan bulu unggas.

Karajinan Bulu Unggas
Dari kerajinan bulu unggas ini  dihasilkan beragam kerajinan dengan corak yang unik. Temukan lokasinya di Kecamatan Leles, sekitar 15 km dari kota Garut.  Anda yang berkunjung ke Situ dan Candi Cangkuang yang juga terletak Kecamatan di Leles dapat mempertimbangkan kerajinan unik ini sebagai salah satu pilihan cendera mata untuk dijadikan oleh-oleh. Industri kerajinan tangan bulu unggas berupa dasi, bross, jepit, bando, sepatu, dan lukisan yang telah diserap peminat dari dalam dan luar negeri.

Afifaonacentra  
Desa Cipancar Kec. Leles Garut 44152
Telp. (0262)455339

Dodol Garut
Kabupaten Garut merupakan penghasil dodol berkualitas tinggi dengan beraneka ragam jenis rasa. Dodol Garut ini dikenal luas karena rasa khas dan kelenturan yang berbeda dari produk sejenis dari daerah lain. Industri ini di Garut telah berkembang sejak tahun 1926 oleh seorang pengusaha yaitu Ibu Karsinah dengan proses pembuatan yang sangat sederhana dan terus berkembang hingga saat ini. Selain memiliki cita rasa yang berbeda, harganya terjangkau dan merupakan makanan yang sangat digemari oleh masyarakat.

Proses pembuatannya sangat sederhana dan bahan bakunya mudah diperoleh dengan memanfaatkan bahan seperti buah waluh, kentang, kacang, pepaya, nenas, sirsak, dan lain-lain. Dodol ini tidak menggunakan bahan pengawet dan tambahan bahan makanan yang bersifat sintetis, selain itu memiliki daya tahan cukup lama hingga 3 bulan. Temukan produsennya di tempat berikut.

Herlinah, PD  
Jl. Raya Garut-Tasik KM 8,5 Ds. Cilawu
Telp. (0262) 235871
Kontak : Jamaluddin Ahmad
 
Nurjanah, PD  
JL. Ciledug 25
Telp. (0262) 233965
Kontak: H. Otosin

Jeruk garut
Jeruk Garut merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan. Jeruk merupakan komoditas sub-sektor pertanian tanaman pangan yang bernilai ekonomis cukup tinggi.  Daerah penghasil Jeruk Garut terbaik adalah daerah Cigadog, Wanaraja yang kini masuk ke dalam wilayah Kecamatan Sucinaraja.

Jaket Kulit
Popularitas jaket kulit Garut lebih menonjol dibandingkan dengan komoditas kerajinan kulit lainnya seperti sepatu, ikat pinggang, sarung tangan, atau dompet. Temukan di tempat berikut:

Arsya Leather  
Jl. Gagak Lumayung 126 Garut Kota
Telp. (0262) 233016
Kontak : H. Ir. Ayub Affandi
 
Putra Setra  
Jl. Sudirman 26 Garut Kota
Telp.(0262) 233660
Kontak : H. Jajang Hermawan

Kerajinan Bambu
Tersedianya bambu hampir di semua wilayah Kabupaten Garut, membuat kerajinan bambu berkembang menghasilkan beragam alat rumah tangga, sangkar burung, kap lampu, bilik hias, dan sebagainya. Anyaman bambu Garut telah mampu mewakili Indonesia pada pameran-pameran Internasional.

Batu Aji
Di Caringin Garut Anda dapat temukan daerah penggalian batu aji. Berbagai jenis batu akik dapat dipesan seperti liontin batu untuk cincin atau giwang dengan polesan yang rapih. Jenis yang sangat popular dari tempat ini adalah adalah yang berwarna hijau muda.
Jenisnya sangat beragam seperti krisopras-jamrud Garut, native copper (batu urat tembaga), agat, kuarsa atau kalsedon (kecubung), kriskola,  jaspir, fosil kayu terkersikkan, dan lain-lain.

Kerajinan Akarwangi
Kerajinan berbahan akar wangi dalam wujud hiasan dinding dan meja, taplak meja, vas bunga, tempat lilin, sajadah, dekorasi dan produk kreatif lainnya merupakan oleh-oleh yang cantik untuk dijadikan oleh-oleh. Keistimewaan kerajinan Akar Wangi ini adalah selain berfungsi sebagai hiasan juga dapat menjadi pengharum yang menyegarkan ruangan.  Konon rumput Akar Wangi ini sudah dikenal sejak lama dipergunakan untuk pewangi batik, maupun pengharum lemari penyimpan pakaian atau benda-benda pusaka seperti keris.

KPM Bayongbong  
Kp. Goler No. 91 Ds. Hegarmanah Bayongbong Garut
Telp. (0262)236411

Temukan juga produk sutera alam Garut di SAS tepatnya di Jalan Otista Blk 279 Desa Tarogong Garut Telp.(0262) 238179 (Drs. Soleh) dan di Sutera Alam, PD,  Jl. Otista 279 Tarogong Garut Telp.(0262) 232005 (Drs. Kurnia dan Amin Iskandar)

Apabila Anda ingin mengunjungi toko oleh-oleh khusus di Garut makan dapat mendatangi toko berikut ini.

Nur  
Jl. Otista No.35 Tarogong Garut 44151
Telp(0262)234083
 
Hitmat  
Jl. Otista No.58 Tarogong Garut 44151
Telp.(0262)2248481
 
Khasna  
Jl. Otista No.66 Tarogong Garut 44151
 
Cita Rasa  
Jl. Ciledug No. 62 Garut Kota
Telp.(0262)233670
 
Prima Rasa  
Jl. Ciledug No. 175 Garut Kota
 
Waroeng Cokelat  
Jl. Oto Iskandardinata No. 72A
Tlp.(0262) 9119990 Tarogong Garut
 
Saung Cokelat  
Jl.Babakan Selaawi No. 25
Tlp.(0262) 9176767 Cipanas Garut

Tampilkan Lebih

Transportasi

Desa Cangkuang terletak di sebelah utara Kabupaten Garut tepatnya di Kecamatan Leles, sekitar  17 km dari Garut atau 46 km dari Bandung. Untuk menuju situs Cangkuang dari arah Bandung, Anda bisa menggunakan kendaran pribadi atau umum. Dari arah Bandung menuju Garut Anda akan melalui Kecamatan Leles hingga ditunjukan marka yang sangat jelas menunjukkan posisi Candi Cangkuang. Masuk ke dalamnya

Desa Cangkuang terletak di sebelah utara Kabupaten Garut tepatnya di Kecamatan Leles, sekitar  17 km dari Garut atau 46 km dari Bandung. Untuk menuju situs Cangkuang dari arah Bandung, Anda bisa menggunakan kendaran pribadi atau umum. Dari arah Bandung menuju Garut Anda akan melalui Kecamatan Leles hingga ditunjukan marka yang sangat jelas menunjukkan posisi Candi Cangkuang. Masuk ke dalamnya sejauh 3 km dengan jalan beraspal yang dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun empat, ataupun delman. Apabila ditempuh dengan jalan kaki memerlukan waktu kurang lebih 30 menit.

Tampilkan Lebih

Kuliner

Selain dodol dan jeruk garut, Anda dapat menemukan beragam makanan khas Garut di daerah asalnya dan sebagian lainnya juga ada di banyak toko oleh-oleh yang tersebar hampir di setiap sudut kota Garut.

Salah satu tempat jajanan masyarakat yang terbesar di kota Garut adalah Pasar Ceplak. Tempat ini adalah bagian dari denyut keramaian malam di Garut. Pasar Ceplak buka setelah Ashar sekitar pukul 4 sor

Selain dodol dan jeruk garut, Anda dapat menemukan beragam makanan khas Garut di daerah asalnya dan sebagian lainnya juga ada di banyak toko oleh-oleh yang tersebar hampir di setiap sudut kota Garut.

Salah satu tempat jajanan masyarakat yang terbesar di kota Garut adalah Pasar Ceplak. Tempat ini adalah bagian dari denyut keramaian malam di Garut. Pasar Ceplak buka setelah Ashar sekitar pukul 4 sore di ruas Jalan Siliwangi yang terapit Jalan Cikuray dan Jalan Ciledug. Di tempat ini ada berbagai makanan khas Garut dan daerah lain mulai dari makanan ringan sampai makanan berat.  Harganya terjangkau dibalut suasana nyaman. Puncak dari keramaian Pasar Ceplak adalah pada saat bulan Ramadhan, akhir pekan, dan hari libur.

Sambel Cibiuk
Resep sambel cibiuk dibuat di Kecamatan Cibiuk mempunyai perbedaan dengan sambal-sambal lainnya karena dibuat dari bahan tomat hijau, serawung, cabe rawit serta bumbu lainnya. Keunikannya walaupun pedas tetapi tidak menimbulkan panas pada perut. Sambel Cibiuk sudah cukup terkenalnya dimana sekarang restoran dengan menu sambel Cibiuk sudah ada di berbagai kota besar khususnya Bandung dan Jakarta.

Awalnya sambal cibiuk hanya disajikan untuk tamu istimewa atau hanya dapat dinikmati oleh masyarakat Cibiuk dan para pejabat saja, tetapi sekarang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan. Rumah makan sambal Cibiuk yang ada saat ini di Kecamatan Cibiuk adalah keturunan-keturunan langsung dari pemegang resep sambal cibiuk yang khas. Cobalah cicipi dengan mendatangi tempat asalnya di di berbagai rumah makan di Garut Kota, Tarogong dan sekitarnya terutama di Jalan Otista dan Jalan Veteran.

Burayot
Makanan ini terbuat dari gula merah dan tepung beras pilihan. Bahan dan rasanya sama dengan makanan khas daerah lainnya yaitu ali agrem tetapi dibuat bundar keriput atau "ngaburayot”. Makanan ini banyak diproduksi di Leles karena bahannya mudah didapat dan rasanya legit.

Angleng dan Aneka Wajit
Sebenarnya makanan ini sama dengan dodol garut yang diproduksi dari beras ketan dan gula merah. Perbedaanya adalah dodol diolah menjadi semacam karamel, sedangkan wajit tidak. Makanan ini diproduksi oleh masyarakat di Kecamatan Cihurip, Garut.

Pindang Ikan
Seperti ikan pindang dari dearah lain namun ada yang berbeda cara pengolahannya dan itu membuat orang yang pernah merasakannya ketagihan. Penasaran? Datangilah tempat khususnya daerah Cikajang, Cisurupan, dan Cihideung.

Ladu
Dibuat dari beras ketan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi hidangan yang khas serta rasanya berbeda dengan makanan lainnya. Pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Malangbong Garut.

Ceprus
Temukan makanan ini di Garut Selatan. Ceprus adalah singkong bakar panas dicelupkan pada gula merah yang telah dipanaskan (kinca). Makanan ini tergolong langka karena hanya tersaji bila di sentra gula merah asli dari pohon kawung (aren).

Kurupuk Kulit Khas Garut
Berkembang seiring banyaknya penyamakan kulit di Kabupaten Garut. Saat proses penyamakan ada bagian dari bahan baku kulit yang dibuang dan tidak diolah maka kemudian diproses menjadi kerupuk kulit. Kerupuk kulit dan dorokdok garut mempunyai citarasa yang sangat khas. Temukan produsennya yang tersebar di Garut Kota, Tarogong dan sekitarnya.

Tampilkan Lebih

Kegiatan

Pagi hari adalah waktu yang tepat dan lebih indah menikmati candi ini ditemani kabut pagi menyembul di antara pohon-pohon besar sekitar candi. Untuk mencapai Candi Cangkuang Anda akan menyeberangi danau berjarak sekitar 500 meter dari tempat gerbang masuk. Rakit dari bambu siap mengantarkan Anda dengan ongkos tarifnya Rp 3.000,00 per orang atau Rp 50.000.00 per rakit besar berisi maksimalnya 25 or

Pagi hari adalah waktu yang tepat dan lebih indah menikmati candi ini ditemani kabut pagi menyembul di antara pohon-pohon besar sekitar candi. Untuk mencapai Candi Cangkuang Anda akan menyeberangi danau berjarak sekitar 500 meter dari tempat gerbang masuk. Rakit dari bambu siap mengantarkan Anda dengan ongkos tarifnya Rp 3.000,00 per orang atau Rp 50.000.00 per rakit besar berisi maksimalnya 25 orang. Danau kecil ini dihiasi bunga teratai dan eceng gondok. Berfotolah di sini karena pemandangan alamnya sungguh luar biasa seakan kembali ke zaman dahulu.

Sekitar 10 menit berada di atas rakit maka sampailah di Daratan Pulau Panjang tempat Candi Cangkuang bediri sekaligus Kampung Adat Pulo. Pulau ini adalah daratan kecil berbentuk memanjang dan membujur dari arah Barat ke Timur berukuran 16,5 hektar. Ada juga pulau lain yang letaknya di sebelah selatan dan tenggaranya. Kedua pulau ini berukuran lebih kecil dan berbentuk agak bulat. Di sekeliling pulau kecil ini merupakan daratan rawa yang berair. Di daratan Pulau Panjang Anda akan mendapatkan suasana pedesaan yang terasa tenang dan damai. Memasuki areal candi akan dikenakan biaya restribusi untuk pemeliharaan candi tersebut.

Menikmati Struktur Bangunan Candi Cangkuang
Candi Cangkuang merupakan salah satu bangunan suci yang dibangun ideal sesuai dengan konsep tata ruang Hindu. Candi ini diumpamakan sebagai Gunung Meru yang berdiri megah di tengah-tengah samudera dan dikelilingi oleh rangkaian pegunungan.

Candi Cangkuang direkonstruksi dari bahan batu andesit berukuran 4,7 x 4,7 meter dengan tinggi 8,5 meter. Seperti candi-candi yang lain, Candi Cangkuang terdiri atas tiga bagian yaitu kaki, badan dan atap. Kaki bangunan candi menyokong pelipit padma, pelipit kumuda dan pelipit pasagi, ukurannya 4,5 x 4,5 meter dengan tinggi 1,37 meter. Di sisi timur terdapat penampil tempat tangga naik yang panjangnya 1,5 meter dan lebar 1,26 meter.

Tubuh bangunan candi bentuknya persegi empat 4,22 x 4,22m dengan tinggi 2,49 meter. Di sisi utara terdapat pintu masuk yang berukuran tinggi 1,56 meter dan lebar 0,6 meter. Puncak candi ada dua tingkat: persegi empat berukuran 3,8 x 3,8 meter dengan tinggi 1,56 meter dan 2,74 x 2,74 meter yang tingginya 1,1 meter. Di dalamnya terdapat ruangan berukuran 2,18 x 2,24 meter yang tingginya 2,55 meter. Di dasarnya terdapat cekungan berukuran 0,4 x 0,4 meter dengan kedalaman 7 meter yang dibangun ketika pemugaran agar bangunan menjadi stabil.

Atap bangunan terdiri dari dua tingkatan. Tingkatan pertama berdenah bujursangkar berukuran 3,80 x 3,80 meter dan tinggi 1,56 meter. Di sisi-sisinya terdapat hiasan kemuncak sebanyak 8 buah dan di bagian atas atap tingkat pertama juga terdapat 8 buah hiasan kemuncak. Pada atap tingkat kedua yang denahnya berukuran 2,74 x 2,74 meter dan tinggi 1,10 meter, juga terdapat 8 buah hiasan kemuncak. Hiasan kemuncak pada atap kedua ini berukuran tinggi 0,58 meter. Hiasan kemuncak utama yang terletak di tengah dan puncak atap berukuran tinggi 1,33 meter. Keseluruhan bangunan mulai dari lapik hingga puncak atap mempunyai ukuran tinggi 8,5 meter.

Anda juga dapat melihat arca dengan posisi sedang bersila di atas padmasana ganda. Kaki kiri menyilang datar yang alasnya menghadap ke sebelah dalam paha kanan. Kaki kanan menghadap ke bawah beralaskan lapik. Di depan kaki kiri terdapat kepala lembu nandi yang telinganya mengarah ke depan. Kedua tangannya menengadah di atas paha. Pada tubuhnya terdapat penghias perut, penghias dada dan penghias telinga. Keadaan arca ini sudah rusak, wajahnya datar, bagian tangan hingga kedua pergelangannya telah hilang. Lebar wajah 8 cm, lebar pundak 18 cm, lebar pinggang 9 cm, padamasana 38 cm (tingginya 14 cm), lapik 37 cm dan 45 cm (tinggi 6 cm dan 19 cm), tinggi 41 cm.

Candi Cangkuang sekilas mirip kelompok candi di Dieng (Candi Puntadewa) dan Gedongsongo (Candi II). Bentuk bagian kaki, badan, dan atap mempunyai kesamaan. Demikian juga pintu masuknya mempunyai penampil. Atapnya terdiri dari tiga tingkat dan masing-masing tingkat terdapat hiasan mercu dan hiasan. Bedanya pada candi di Jawa Tengah mempunyai hiasan yang diukir dengan hiasan sulur daun, sementara pada Candi Cangkuang polos. Selain itu hiasan pada pintu masuk candi di Jawa Tengah adalah hiasan kala dan makara, sedangkan pada Candi Cangkuang tidak memiliki hiasan.

Kampung Pulo
Ada keistimewaan dari daerah ini yaitu kampung Pulo dengan aturan rumah adat yang masih dipertahankan. Di kampung ini terdapat 7 rumah yang diperuntukan keturunan Embah Dalem yang terdiri dari 6 wanita dan 1 pria. 7 rumah tersebut yaitu 6 rumah berjajar berhadapan 3 sebelah kiri dan 3 sebelah kanan dan 1 masjid (rumah anak laki-laki). Jumlah rumah tidak boleh ditambahkan dan 6 rumah yang ada tidak boleh terdiri lebih dari 6 kepala keluarga sehingga ketika ada yang menikah, anak tersebut harus keluar. Sesuai aturan rumah-rumah tersebut dimiliki oleh pihak wanita dan bukan pria. Aturan kampung lainnya antara lain tidak boleh memukul gong dan tidak boleh memelihara ternak berkaki empat. Penduduk Kampung Pulo meski menganut agama Islam tetapi sebagian kepercayaan lamanya masih dilaksanakan, contohnya hari Rabu menjadi hari besar bagi mereka dan bukan saja hari Jumat.

Makam Embah Dalem Arief Muhammad
Makam Embah Dalem Arief Muhammad berada di sebelah selatan Candi Cangkuang. Embah Dalem Arief Muhammad berasal dari kerajaan Mataram yang ditugasi menyerang VOC di Batavia. Akan tetapi, penyerangan tersebut gagal. Karena malu dan takut untuk kembali melapor ke Mataram maka ia dan pengikutnya memilih berdiam di Desa Cangkuang dan menyebarkan agama Islam di sini.

Embah Dalem Arief Muhammad dan prajurit Mataram ini ramah sehingga dengan sendirinya kehadiran mereka diterima baik penduduk Cangkuang maupun penduduk dari luar Cangkuang. Kemudian Arief Muhammad membangun sebuah masjid sederhana yang sampai sekarang masih ada. Untuk keperluan berwudhu maka dibendunglah parit yang airnya berasal dari Sungai Cicapar sehingga membentuk sebuah danau dengan nama Situ Cangkuang. Setelah daerah ini selesai dibendung maka dataran yang rendah menjadi danau dan bukit-bukit menjadi pulau-pulau. Pulau tersebut antara lain Pulau Panjang (tempat Kampung Pulo ada), Pulau Gede, Pulau Leutik (kecil), Pulau Wedus, Pulau Katanda, dan Pulau Masigit.

Anda sebaiknya mengunjungi juga museum kecilnya untuk melihat naskah-naskah Islam abad ke-17. Ada naskah khotbah Jumat yang terbuat dari kulit kambing dengan ukuran 176 x 23 cm, meski terlihat sedikit rusak namun tulisan dalam naskah tersebut masih terbaca jelas. Ada juga Alquran yang terbuat dari kulit kayu (saih) berukuran 33 x 24 cm. Selain itu amati juga Kitab Ilmu Fikih berukuran 26 x 18,5 cm.

Tampilkan Lebih

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya