Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:24549

Beranda » Masjid Agung Demak » Grebeg Besar Di Masjid Agung Demak

Grebeg Besar Di Masjid Agung Demak

 

Tinjauan

Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa sekaligus menjadi pusat penyebaran agama Islam saat itu oleh Wali Sanga.  Demikianlah menurut tuturan tradisi. Salah satu wali yang bermukim hingga akhir hayatnya dan dimakamkan di Kadilangu Demak adalah Sunan Kalijaga. Kadilangu sendiri merupakan daerah pemberian Sultan Fatah selaku raja pertama kepada Sunan Kalijaga atas jasa-jasanya memajukan kerajaan Demak dan mengembangkan agama Islam melalui kebudayaan dan adat istiadat yang telah ada.

Setiap tanggal 10 Dzulhijah umat Islam di Demak mengadakan Grebeg Besar di Masjid Agung Demak untuk memperingati Hari Raya Idul Adha dengan melaksanakan Sholat Ied dilanjutkan penyembelihan hewan qurban. Pada waktu itu kegiatan tersebut dilakukan di lingkungan Masjid Agung Demak dengan keramaian syiar-syiar keagamaan dan sampai saat ini kegiatan tersebut masih tetap berlangsung, bahkan ditumbuh-kembangkan.

Anda dapat melihat upacara penjamasan atau memandikan Keris Kyai Crubuk, Kutang Ontokusumo dan Kyai Sengkelat peninggalan Sunan Kalijaga yang dibawa dari Keraton Surakarta ke Kadilangu Demak yang kemudian disebut Grebeg Besar. Tujuan Grebeg Besar, hakikatnya adalah merayakan Hari Raya Kurban sekaligus memperingati 40 hari peresmian Masjid Demak. Pada awalnya Grebeg Besar dilakukan tanggal 10 Dzulhijjah 1428 dan dimaksudkan sekaligus untuk memperingati genap 40 hari peresmian penyempurnaan Masjid Agung Demak yang didirikan tahun 1399 Saka atau bertepatan 1477 M seperti tertulis pada candrasengkala “Lawang Trus Gunaning Janmi”. Pengukuhannya secara resmi pada 1 Dzulhijjah 1428/Saka ketika Sunan Giri meresmikan penyempurnaan masjid ini.

Upacaranya mulai digelar setelah shalat Idul Adha di Masjid Agung Demak. Kemudian diteruskan dengan prosesi iring-iringan 40 prajurit yang mengawal minyak jamas untuk memandikan pusaka yang didatangkan dari Kraton Surakarta Hadiningrat. Iring-iringan ini dimulai dari Pendopo Kabupaten Demak sampai ke Makam Kadilangu. Pakaian prajurit ini dirancang oleh Dinas Pariwisata Jateng, sedangkan untuk aba-aba baris-berbaris dilatih secara khusus oleh anak wayang kelompok “Ngesti Pandowo”. Juga ada atraksi pemotongan “Tumpeng Sanga” yang melambangkan Walisanga karena jumlah tumpengnya sembilan buah.

Prosesi Grebeg Besar Demak

Ziarah ke makam Sultan-Sultan Demak dan Sunan Kalijaga
Grebeg Besar Demak akan diawali ziarah oleh Bupati, Muspida dan segenap pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak ke makam sultan-sultan Demak di lingkungan Masjid Agung Demak kemudian dilanjutkan berziarah ke makam Sunan Kalijaga di Kadilangu. Kegiatan ziarah tersebut dilaksanakan 10 (sepuluh) hari menjelang tanggal 10 Dzulhijah  pada pukul 16.00.

Pasar Malam Rakyat di Tembiring Jogo Indah
Ada keramian saat Grebeg Besar di lapangan Tembiring Jogo Indah dengan digelarnya pasar malam rakyat yang dimulai kurang lebih 10 (sepuluh) hari sebelum hari raya Idul Adha setelah ziarah ke makam Sultan-Sultan Demak dan Sunan Kalijaga. Di Pasar malam tersebut dijual berbagai macam dagangan dan juga panggung pertunjukkan.

Selamatan Tumpeng Sanga
Selamatan Tumpeng Sanga dilaksanakan malam hari menjelang hari raya Idul Adha bertempat di Masjid Agung Demak. Sebelumnya kesembilan tumpeng terebut dibawa dari Pendopo Kabupaten Demak diiringi ulama, para santri, beserta Muspida dan tamu undangan lainnya menuju ke Masjid Agung Demak. Tumpeng yang berjumlah sembilan tersebut melambangkan Wali Sanga. Selamatan ini dilaksanakan dengan harapan agar seluruh masyarakat Demak diberikan berkah keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat. Acara selamatan tersebut diawali dengan pengajian umum diteruskan dengan pembacaan doa. Sesudah itu kepada para pengunjung dibagikan nasi bungkus agar para pengunjung tidak berebut tumpeng sanga. Sebelumnya beberapa tahun terakhir tumpeng sanga tidak diberikan lagi kepada para pengunjung dan sebagai gantinya dibagikan nasi bungkus tersebut.

Pada saat yang sama di Kadilangu juga dilaksanakan kegiatan serupa dengan Selamatan Ancakan yang bertujuan untuk memohon berkah agar sesepuh dan seluruh anggota Panitia penjamasan dapat melaksanakan tugas dengan lancar tanpa halangan suatu apapun serta untuk menghormati dan menjamu para tamu yang bersilaturahmi dengan sesepuh.

Sholat Ied
Pada tanggal 10 Dzulhijah Masjid Agung dipadati oleh umat Islam yang akan melaksanakan Sholat Ied, pada saat-saat seperti ini Masjid Agung Demak sudah tidak dapat lagi menampung para jamaah, karena penuh sesak dan melebar ke jalan raya, bahkan sebagian melaksanakan sholat di alun-alun.

Penjamasan Pusaka Peninggalan Sunan Kalijaga
Setelah selesai Sholat Ied di makam Sunan Kalijaga, Kadilangu, dilaksanakan penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga. Kedua pusaka tersebut adalah Kutang Ontokusuma dan Keris Kyai Crubuk. Kutang Ontokusumo adalah berujud ageman yang dikiaskan pegangan santri yang dipakai sunan kalijaga setiap kali berdakwah.

Penjamasan pusaka-pusaka tersebut didasari oleh wasiat Sunan Kalijaga agar umat Islam dapat kembali ke fitrahnya dengan mensucikan diri serta meningkatkan iman dan taqwa.

Prosesi penjamasan tersebut diawali dari Pendopo Kabupaten Demak, dimana sebelumnya dipentaskan pagelaran tari Bedhoyo Tunggal Jiwo, melambangkan “manunggale kawula lan gusti” dibawakan oleh 9 remaja putri. Dalam perjalanan ke Kadilangu minyak jamas dikawal oleh bhayangkara kerajaan Demak Bintoro “Prajurit Patangpuluhan” dengan diiringi kesenian tradisional Demak.

Penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga dilaksanakan oleh petugas dipimpin Sesepuh Kadilangu dalam cungkup gedong makam Sunan Kalijaga. Penjamasan dilakukan dengan mata tertutup mengandung makna bahwa penjamas tidak melihat dengan mata telanjang tetapi melihat dengan mata hati. Dengan selesainya penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga tersebut maka berakhirlah rangkaian acara Grebeg Besar Demak.

Lihat dalam Peta

Grebeg Besar Di Masjid Agung Demak

Destinasi Terkait

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya