Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
5.00/5 (1 votes)
 

Dilihat:18354

Beranda » Benteng Keraton Buton » Kain Tenun Buton: Keanggunan Motif dan Warna yang Indah

Kain Tenun Buton: Keanggunan Motif dan Warna yang Indah

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Kain Tenun Buton

    Kain Tenun Buton

 

Tinjauan

Indonesia bukan saja sebuah negara yang memiliki banyak tempat wisata yang indah serta budaya beragam tetapi juga kaya dengan kreativitas yang seakan tak pernah ada habisnya, baik itu diwariskan atau pun berupa karya penciptaan baru. Kreativitas tersebut dapat Anda lihat langsung pada berbagai hasil kerajinan yang tersebar di seluruh Nusantara. Kemana pun dan dimana pun Anda melancong di negeri ini mulai dari kota sampai pedesaan maka dapat dipastikan akan bertemu dengan beragam buah tangan terampil masyarakat setempatnya.

 

Salah satu kreativitas bernilai seni tinggi di Nusantara adalah kain tenun yang dapat ditemukan dari Sabang sampai Meraukee. Kain Tenun tradisonal Indonesia kaya  dengan ragam warna, corak dan hias yang dipengaruhi oleh budaya dan sejarah daerahnya. Diantara aneka ragam kain tenun Nusantara yang indah tersebut, salah satu yang perlu Anda kenali dan miliki adalah kain tenun khas Buton.

 

Berkunjunglah ke Pulau Buton, Muna, Kabaena, terutama Rumbia dan Poleang. Di sini Anda dapat menemukan kain tenun khas Buton yang indah. Para pengerajin kain tenun di sana akan dengan senang hati menjelaskan kepada Anda mengenai seluk beluk Kain Tenun Buton. Keunikan Tenun Buton tidak hanya terletak pada corak dan warnanya saja namun dalam fungsinya sebagai media pelekat hubungan sosial bagi masyarakat Buton. Selain itu, kain tenun buton juga menjadi identitas diri dan sosial, ritual agama, juga sebagai media untuk memahami lingkungan alam tempat mereka tinggal.

 

Makna dan fungsi budaya masyarakat buton melekat pada karya indah kain tenunannya. Salah satunya dapat Anda lihat dalam motif betano walona koncuapa yang terinspirasi dari warna abu halus yang melayang-layang hasil pembakaran semak saat membuka ladang. Ada juga yang fungsinya sebagai penunjuk strata sosial dalam masyarakat Buton seperti pada motif kasopa yang biasa dipakai oleh perempuan kebanyakan. Sementara itu, motif kumbaea yang didominasi warna perak dan biasanya dipakai oleh perempuan dari golongan bangsawan dengan gelar Wa Ode. Kain Tenun Buton digunakan dalam setiap upacara adat dan ritual keagamaan. Menurut mereka jika kain tenun tersebut tidak disertakan dalam setiap upacara adat dan ritual maka hakikat dan nilai dari upacara dan ritual tersebut dinilai kurang sakral.

 

Karena pentingnya peranan kain tenun dalam kehidupan masyarakat Buton sekaligus juga untuk melestarikannya maka sedari kecil (usia 10 tahun) para wanita Buton sudah diajari untuk menenun. Tidak hanya masyarakat biasa saja yang trampil menenun, bahkan anak dan istri Sultan Buton juga mahir mengerakkan tangan mereka untuk menenun.

 

Dahulu Kain Tenun Buton dipakai sebagai pelengkap aktivitas budaya dan ritual adat serta agama. Akan tetapi, kini kain tenun khas Buton sudah dapat dijumpai dalam berbagai bentuk dan kegunaan misalnya pada tas, sarung, selendang, tirai, taplak meja, sarung bantal, dan sebagai hiasan dinding. Kain Tenun Buton dapat juga ditemukan dengan mudah di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara yang menjadi pusat kerajinan di provinsi ini. Anda juga bisa menemukan buah tangan terampil ini di pulau lain di Sulawesi Tenggara.

 

Photo courtesy by Elsa Saroku

Lihat dalam Peta

Kain Tenun Buton: Keanggunan Motif dan Warna yang Indah

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya