Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:35344

Beranda » Klenteng Sam Poo Kong: Petilasan Laksamana Cheng Ho di Semarang

Klenteng Sam Poo Kong: Petilasan Laksamana Cheng Ho di Semarang

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. SamPoKong_1

  2. SamPoKong_2

  3. SamPoKong_3

  4. SamPoKong_4

  5. SamPoKong_5

  6. SamPoKong_6

  7. SamPoKong_7

  8. SamPoKong_8

  9. SamPoKong_9

  10. SamPoKong_10

  11. SamPoKong_11

  12. SamPoKong_12

  13. SamPoKong_13

  14. SamPoKong_14

  15. SamPoKong_15

 

Tinjauan

Kisah Laksamana Cheng Ho bagi warga Semarang Jawa Tengah seolah tidak ada habisnya. Kenangan akan hadirnya Cheng Ho sampai saat ini masih dapat dirasakan di saat Anda berkunjung ke Klenteng yang terletak di kawasan Simongan, Semarang Barat. Klenteng ini lebih dikenal  dengan nama Klenteng Sam Poo Kong atau Klenteng Gedong Batu. Bangunannya seluas 1.020 meter persegi dan didominasi warna merah

Kisah Laksamana Cheng Ho bagi warga Semarang Jawa Tengah seolah tidak ada habisnya. Kenangan akan hadirnya Cheng Ho sampai saat ini masih dapat dirasakan di saat Anda berkunjung ke Klenteng yang terletak di kawasan Simongan, Semarang Barat. Klenteng ini lebih dikenal  dengan nama Klenteng Sam Poo Kong atau Klenteng Gedong Batu. Bangunannya seluas 1.020 meter persegi dan didominasi warna merah sangat megah, terlebih dengan banyaknya kepulan asap dupa dan bau hio, membuat Anda seakan di China. Dari berbagai sudut maka Anda akan mandapati penganut Budha, Konghucu, maupun Tao yang berdoa di tempat itu. Bangunan berarsitektur Cina ini belakangan juga menjadi tujuan bagi wisatawan minat khusus keagamaan.

Di klenteng ini bulan Maret 2011 Anda akan melihat patung raksasa Laksamana Cheng Ho setinggi 10,7 meter berbahan perunggu dengan berat sekitar 3,7 ton akan menjadi ikon pariwisata provinsi Semarang.

Klenteng sendiri adalah sebutan untuk bangunan peribadatan umat Tridharma yang terdiri dari penganut agama Budha, Kong hu cu dan Taoisme. Meski pada perkembangannya tiap-tiap agama tersebut memiliki bangunan peribadatan masing-masing, umumnya orang Indonesia lebih mengenal nama Klenteng. Klenteng Sam Poo Kong di Semarang sangatlah unik karena memiliki nilai sejarah yang berhubungan dengan Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut Muslim dari Cina yang terkenal dengan perjalanan muhibahnya ke berbagai penjuru dunia dengan membawa misi damai. Keunikan lainnya adalah pengguna Klenteng Sam Poo Kong ini tidak hanya umat Tridharma saja melainkan hampir semua umat beragama.

Bangunan klenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun. Berbeda dengan type klenteng yang ada di Pecinan, klenteng ini tidak memiliki serambi atau balai gerbang yang terpisah, di bagian tengahnya terdapat ruang pemujaan Sam Po.

Menurut cerita, saat Laksamana Cheng Ho berlayar melewati Laut Jawa ada seorang awak kapalnya yang sakit yaitu Wang Jinghong atau nama lainnya Dampo Awang atau Kiai Jurumudi Dampo Awang. Cheng Ho memerintahkan membuang sauh, kemudian merapat ke pantai utara Semarang dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi Klenteng. Bangunan itu sekarang berada di tengah kota Semarang diakibatkan Pantai Utara Jawa selalu mangalami pendangkalan karena sedimentasi sehingga lambat-laun daratan akan semakin bertambah luas ke arah utara.

Saat mendarat di Pelabuhan Simongan (Kali Semarang sekarang), Cheng Ho memerintahkan mendirikan masjid dan klenteng. Sekarang menjadi Klenteng Gedong Batu. Ketika sampai di darat Cheng Ho menemukan sebuah gua batu yang akhirnya digunakan bersemedi dan bersembayang. Karena merasa nyaman di daerah tersebut, ia memutuskan untuk beberapa waktu beristirahat di tempat tersebut. Selama menetap dia mengajarkan penduduk bersawah dan berladang. Kemudian ia melanjutkan pelayarannya, tetapi banyak awak kapal yang menikah dengan penduduk setempat dan menetap di daerah Simongan sehingga sampai sekarang di daerah Simongan banyak dihuni oleh keturunan Tiongkok. Untuk mengenang jasa-jasa Laksamana Cheng Ho, penduduk setempat membangun sebuah Klenteng di sekitar gua Batu tempat semedi Laksamana Cheng Ho tersebut.

Klenteng Sam Poo Kong merupakan Klenteng Agung agama Budha. Terletak di Gedong Batu, Simongan, Semarang. Disebut Gedong Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Karena kaburnya sejarah, orang Indonesia keturunan China menganggap bangunan itu adalah sebuah Klenteng karena bentuknya berarsitektur China sehingga mirip sebuah Klenteng. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat pemujaan, bersembahyang, serta tempat berziarah. Untuk keperluan tersebut, di dalam gua batu itu diletakkan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien. Awalnya di tempat ini hanyalah berupa gua yang di dalamnya terdapat sebuah altar yang digunakan bersama oleh Cheng Ho yang Muslim sebagai tempat shalat dan pengikutnya yang beragama lain. Saat Cheng Ho melanjutkan perjalanannya, gua tersebut tertimbun tanah longsor pada 1704 dan sebagai penghormatan terhadap Cheng Ho, masyarakat setempat menggali kembali serta membangun altar yang dilengkapi dengan patung Cheng Ho beserta pengawalnya. Gua ini biasa digunakan sebagai tempat meramal nasib yaitu dengan menggunakan tongkat-tongkat kecil yang bertuliskan angka.

Klenteng Sam Poo Kong dipengaruhi oleh dua jenis kebudayaan abad ke-14, yaitu kebudayaan Cina sebagai sumber dari nilai-nilai keagamaan dan tata cara prosesi sembahyang yang dibawa oleh Laksamana Cheng Ho dan masyarakat Tiong hoa yang tinggal dan menetap di daerah Pulau Tirang (nama kota Semarang pada waktu itu) serta kebudayaan lokal Jawa pedalaman yang berpengaruh pada bentuk fisik bangunan Klenteng.

Komplek Sam Poo Kong dipercaya sudah berdiri sejak abad ke-15, setelah kedatangan Sam Po Tay Djien (Cheng Ho) di Jawa dengan mengemban misi menjamin persahabatan. Pendaratan tersebut dilakukan di Simongan. Pada Oktober 1724 diadakan upacara besar-besaran sebagai ungkapan terima kasih kepada Cheng Ho yang telah melindungi penduduk dari mara bahaya, sekaligus memperingati pendaratannya. Dua puluh tahun sebelumnya diberitakan bahwa gua yang dipercaya sebagai tempat tinggal Sam Po dulu runtuh disambar petir. Tak berselang lama gua tersebut dibangun kembali dan di dalamnya ditempatkan Sam Po dengan empat anak buahnya yang didatangkan dari Tiongkok. Pada perayaan tahun 1724 tersebut telah ditambahkan bangunan emperan di depan gua. Perbaikan pertama disusul oleh perbaikan kedua pada tahun 1879 yang diprakarsai dan dibiayai oleh hartawan Oei Tjie Sien (ayah Oie Tiong Ham) yang telah mengambil alih pemilikan kawasan tersebut dari Hoo Yam Loo, pemegang pakta madat yang merugi. Tidak begitu jelas apa saja yang ditambahkan pada pemugaran kedua ini, hanya setelah selesai maka komplek tersebut dibuka untuk umum. Pada tahun 1937 atas prakarsa Lie Hoo Soen komplek Sam Po dipugar kembali. Kemudian diadakan beberapa penambahan, yaitu gapura, taman suci dan selasar (Pat Sian Loh) yang menghubungkan Klenteng Sam Po dengan makam Kyai Jurumudi.

Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Akomodasi

Ada banyak pilihan dapat Anda tentukan untuk menginap saat mengunjungi Klenteng Sam Poo Kong atau Klenteng Gedhong Batu, di antaranya berikut ini. Untuk hotel berbintang silakan klik Cari Hotel.

Hotel Melati

•    Ayu
      Jalan Pudak Payung No 25 Semarang
     Telepon:  024-7474980

•    Arjuna
   &n








Ada banyak pilihan dapat Anda tentukan untuk menginap saat mengunjungi Klenteng Sam Poo Kong atau Klenteng Gedhong Batu, di antaranya berikut ini. Untuk hotel berbintang silakan klik Cari Hotel.

Hotel Melati

•    Ayu
      Jalan Pudak Payung No 25 Semarang
     Telepon:  024-7474980

•    Arjuna
      Jalan Imam Bonjol No 51 Semarang
     Telepon:  024-3541649

•    Blambangan
     Jalan Pemuda No 23 Semarang
     Telepon:  024-3541649

•    Bojong
     Jalan Pemuda No 8 Semarang
     Telepon:  024-3546240

•    Dirgantara
     Jalan Siliwangi No 30 Semarang
     Telepon:  024-7604421

•    Handayani I
     Jalan Sriwijaya No 30 Semarang
     Telepon:  024-8315756

•    Handayani II
     Jalan Terboyo No 2 Semarang

•    Hanoman Indah
     Jalan Hanoman Raya No 31 Semarang
     Telepon:  024-7600444

•    Jaya
     Jalan MT Haryono 85-87 Semarang
     Telepon:  024-3543604

•    Johar
     Jalan Empu Tantular No 1 Semarang
     Telepon:  024-3548585

•    Pendowo Inn
     Jalan Pramuka No 62 Pudak Payung Semarang
     Telepon:  024-7475108

•    Raden Patah
     Jalan Letjend Suprapto 48 Semarang
     Telepon:  024-3511328

•    Singapore
     Jalan Imam Bonjol No 12 Semarang
     Telepon:  024-8413454

•    Singosari
     Jalan Singosari Raya No 81 A Semarang
     Telepon:  024-8413454

•    Tentrem Ayem
     Jalan Erlangga Raya No 23 Semarang
     Telepon:  024-8313451

•    Wisma Hasanah
     Jalan Setiabudi No 122 Semarang
     Telepon:  024-7473200

•    Asia Afrika
     Jalan Perdamaian No 6 Semarang

•    Bahagia
     Jalan Pemuda No 16-18 Semarang
     Telepon:  024-3548850

•    Bhakti
     Jalan Suroyudan No 1 Semarang
     Telepon:  0243550895

•    Dagang
     Jalan Suroyudan No 46 Semarang

•    Damai
     Jalan Kauman Glondong No 354 Semarang

•    Fastabiq
     Jalan Teuku Umar No 25 C Semarang
     Telepon:  024-8315625

•    GKPRI
     Jalan A Yani No 153 Semarang
     Telepon:  024-8311590

•    Graha Wira Karya
     Jalan Ngresep Timur V/36 Semarang
     Telepon:  024-7470203

•    Kudus
     Jalan Imam Bonjol No 89 Semarang

•    Laris
     Jalan Layur No 52 Semarang
     Telepon:  024-3551871

•    Martanova
     Jalan Gendingan No 11 Semarang
     Telepon:  024-3517512

•    Mayangkara
     Jalan Siliwangi No 508 Semarang
     Telepon:  024-7607040

•    Mayar
     Jalan Suroyudan No 52 Semarang
     Telepon:  0243540779

•    Muslimin
     Jalan Bangun Harjo No 58 Semarang
     Telepon:  024-3545623

•    Patimura
     Jalan Patimura No 20-22 Semarang
     Telepon:  024-3551343,3542047

•    Permata
     Jalan Singosari XII/I Semarang
     Telepon:  024-8316395

•    Poncol
     Jalan Imam Bonjol No 60 Semarang

•    Purnama
     Jalan Bangun Harjo No 96 Semarang

•    Sahara
     Jalan Alun-alun Selatan No 14 Semarang
     Telepon:  024-3514490,3544920

•    Semarang
     Jalan Alun-alun Selatan No 12 Semarang
     Telepon:  024-3516713

•    Setiabudi
     Jalan Setiabudi no 146 Semarang
     Telepon:  024-7475681,7470538

•    Sinar
     Jalan Pandansari VI/397 Semarang
     Telepon:  0243548585

•    Surya Kencana
     Jalan Durian No 76 Semarang

•    Taman Lele
     Jalan Raya Walisongo Km 10 Semarang
     Telepon:  024-8664094

•    Tanjung
     Jalan Tanjung No 9-11 Semarang
     Telepon:  024-3542612,3542816

•    Tentrem
     Jalan Kauman No 6 Semarang
     Telepon:  024-8351372,3551373

•    Adem Ayem
     Jalan Sriwijaya 31-33 Semarang
     Telepon:  024-8313051

•    Djelita
     Jalan MT Haryono 32-36 Semarang
     Telepon:  024-3543891

•    Elizzabeth
     Sultan Agung No 1 Semarang
     Telepon:  024-8413501

•    Indra Prasta
     Jalan Indra Prasta 112-114 Semarang
     Telepon:  024-3512550

•    Kesambi Hijau
     Jalan Kesambi No 7 Semarang
     Telepon:  024-8312528

•    Merbabu
     Jalan Pemuda No 122-124 Semarang
     Telepon:  024-3547411

•    Nendra Yakti
     Jalan Gg Pingir No 68 Semarang
     Telepon:  024-3544202, 35442538

•    Oewa Asia
     Jalan Kolonel Sugiono No 12 Semarang
     Telepon:  024-3542547

•    Rahayu
     Jalan Imam Bonjol No 35-37
     Telepon:  024-3542532

•    Srikandi
     Jalan Dr Wahidin No 195 Semarang
     Telepon:  024-8311969

•    Sriwijaya
     Jalan Sriwijaya No 61 Semarang
     Telepon:  024-8445456

•    Surya
     Jalan Imam Bonjol no 28 Semarang
     Telepon:  024-3540355,3544250

•    Tanjung Mas Jaya
     Jalan Usnan Janatin no 7 Semarang
     Telepon:  024-3553533,3515391

•    Tugu Indah
     Jalan Raya Walisongo No 3 Semarang
     Telepon:  024-7600421

Tampilkan Lebih

Tips

Tandai kalender Anda karena setiap tanggal 29 Lak Gwee penanggalan Tionghoa, di tempat ini diadakan upacara ritual memperingati hari ulang tahun Cheng Ho. Diawali pawai dari Klenteng Tay Kak Sie Gang Lombok menuju Klenteng Sam Poo Kong.

Tandai kalender Anda karena setiap tanggal 29 Lak Gwee penanggalan Tionghoa, di tempat ini diadakan upacara ritual memperingati hari ulang tahun Cheng Ho. Diawali pawai dari Klenteng Tay Kak Sie Gang Lombok menuju Klenteng Sam Poo Kong.

Berbelanja

Di aula klengteng ini terdapat toko yang menjual hio, lilin besar, minuman dingin dan tentunya suvenir.

Apabila Anda ingin berkeliling kota maka untuk membeli makanan dan oleh–oleh khas Semarang bisa datang di sepanjang Jalan Pandanaran, Jalan Gajah Mada, Pemuda, dan Mataram. Di tempat tersebut tersedia bandeng duri lunak, wingkobabat, lumpia, otak-otak, moci, cinderamata dan aneka jajan lai

Di aula klengteng ini terdapat toko yang menjual hio, lilin besar, minuman dingin dan tentunya suvenir.

Apabila Anda ingin berkeliling kota maka untuk membeli makanan dan oleh–oleh khas Semarang bisa datang di sepanjang Jalan Pandanaran, Jalan Gajah Mada, Pemuda, dan Mataram. Di tempat tersebut tersedia bandeng duri lunak, wingkobabat, lumpia, otak-otak, moci, cinderamata dan aneka jajan lainnya.

Tampilkan Lebih

Transportasi

Klenteng Sam Poo Kong terletak di Jalan Simongan 129, kurang lebih 3 km dari Simpang Lima ke arah barat daya. Dengan menggunakan kendaraan umum dari pusat kota sekitar 20 menit, turun di simpang Kali Garang dan lanjut jalan kaki karena tidak ada angkutan umum yang melewati jalan menuju Klenteng Sam Poo Kong.

Tempat ini dibuka untuk umum setiap hari selama 24 jam. Pengunjung dikenakan biaya Rp3.000

Klenteng Sam Poo Kong terletak di Jalan Simongan 129, kurang lebih 3 km dari Simpang Lima ke arah barat daya. Dengan menggunakan kendaraan umum dari pusat kota sekitar 20 menit, turun di simpang Kali Garang dan lanjut jalan kaki karena tidak ada angkutan umum yang melewati jalan menuju Klenteng Sam Poo Kong.

Tempat ini dibuka untuk umum setiap hari selama 24 jam. Pengunjung dikenakan biaya Rp3.000,00.

Tampilkan Lebih

Kuliner

Semarang kaya dengan beragam makanan yang sanggup memanjakan lidah Anda. Di berbagai sudut kota terdapat tempat makan dari tradisional hingga resto berkelas. Makanan yang berasal dari Semarang memiliki kesamaan, yakni hampir semuanya memiliki rasa manis. Rasa manis itulah yang membuat orang Semarang maupun pengunjung dari luar Semarang merasa kangen dengan makanan khas Semarang tersebut. Sebelumny

Semarang kaya dengan beragam makanan yang sanggup memanjakan lidah Anda. Di berbagai sudut kota terdapat tempat makan dari tradisional hingga resto berkelas. Makanan yang berasal dari Semarang memiliki kesamaan, yakni hampir semuanya memiliki rasa manis. Rasa manis itulah yang membuat orang Semarang maupun pengunjung dari luar Semarang merasa kangen dengan makanan khas Semarang tersebut. Sebelumnya Anda perlu mengenal beberapa jenis makanan khas Semarang berikut ini.

Lumpia      
Lumpia terbuat dari rebung yang dibungkus dengan lembaran tepung, disajikan digoreng lebih dahulu atau tanpa digoreng. Lumpia selain berisi rebung dapat diisi dengan daging ayam atau sapi yang dirajang kecil-kecil, juga dapat disajikan dengan saos. Sebagai oleh-oleh, makanan yang hanya dapat bertahan selama 1 hari ini, dapat dibeli di sepanjang Jalan Pandanaran, Jl. Pemuda di depan Pasar Raya Sri Ratu atau sepanjang Jalan MT. Haryono.

Bandeng Presto adalah ikan bandeng yang dimasak dengan panci bertekanan tinggi biasanya disebut presto. Cara ini dilakukan untuk membuat duri ikan bandeng tersebut menjadi lunak sehingga enak untuk dimakan. Tempat penjualan banding presto ini juga menyediakan yang dipepes, otak-otak, dipanggang ataupun digoreng kremes. Untuk bandeng presto biasa cara memasaknya cukup digoreng dengan memakai minyak panas. Bandeng dengan kondisi ini dapat disimpan dalam lemari pendingin dalam waktu yang cukup lama. Makanan ini dapat diperoleh di pusat jajan tradisional di sepanjang Jalan Pandanaran.

Tahu Pong    
Tahu Pong merupakan satu jenis tahu yang bagian luarnya digoreng kering sedang bagian dalamnya berongga. Makanan yang nikmat disantap pada saat panas ini dapat diperoleh di sekitar Jalan Gadjah Mada dan Jalan Depok.

Ganjel Rel    
Roti berwarna coklat di atasnya dilapisi wijen rasanya manis, merupakan makanan khas Kota Semarang yang popular di masa lalu. Dinamakan ganjel ril karena bentuknya yang besar. Dapat di peroleh di toko roti HO Jalan KH.Wahid Hasyim.

Wingko Babat    
Berasal dari kota Babat, Jawa Timur, makanan yang terbuat dari bahan kelapa dan beras ketan kemudian menjadi makanan khas andalan Semarang. Seiring dengan perkembangan zaman wingko diberi cita rasa yang lebih beraneka ragam seperti coklat, durian, nangka dan lain-lain. Makanan ini dapat dibeli di pusat jajanan tradisional di Jalan Pandanaran, Stasiun Tawang, Stasiun Poncol dan pusat penjualan Wingko Babat di Jalan Cendrawasih.

Wedang Tahu    
Wedang tahu adalah sejenis minuman yang beraroma jahe dan berisi sari tahu. Minuman khas yang bisa menghangatkan tubuh ini bisa diperoleh di sekitar Jalan Jagalan tepatnya di belakang Kelurahan Jagalan.

Berikut ini beberapa tempat yang dapat Anda kunjungi untuk mencicipi kuliner khas Semarang.

•    Alcatraz Grill
Jalan Rinjani No.9
Semarang Selatan/Gajah Mungkur

•    Godong Salam Seafood
Jalan Tri Lomba Juang No. 4 Semarang 50243
Telepon: 841 9771

•    Bakoel Desa
Jalan Plampitan No.64, Kranggan
Semarang Tengah/Semarang Tengah
Telepon: 3542603, 3519150,

•    Ben Tuman Steak
Jalan Taman Beringin No.3
Semarang Tengah/Semarang Tengah
Telepon: 3568500

•    Brux The Bistro
Jalan Rinjani No.11
Semarang Selatan/Gajah Mungkur
Telepon: 8315127, 70303569, 70712269

•    Danti Restaurant Bakery & Ice Cream
Jalan Pandanaran No.43
Semarang Tengah/Semarang Tengah
Telepon: 8313088

•    De Joglo Resto
Jalan Gombel Lama No.32
Semarang Selatan/Banyumanik
Telepon: 7463100

•    Diamond Of Shanghai Restaurant
Jalan Karanganyar, Ruko Karanganyar No.29 B-C Semarang
Semarang Tengah/Semarang Tengah
Telepon: 3583896

•    Diwang Restoran
Jalan Letjen S Parman
Semarang Selatan/Gajah Mungkur
Telepon: 8500969

•    Entertaintment Plaza
Jalan Gajah Mada No.19-26 Plaza Gajah Mada Blok B Lt
Semarang Tengah/Semarang Tengah
Telepon: 8452293

•    Gama Candi Resto
Jalan Sultan Agung No.105
Semarang Selatan/Gajah Mungkur
Telepon: 8501616

•    Gang-Gang Sulai
Jalan Diponegoro No. 27
Semarang Selatan/Gajah Mungkur
Telepon: 8315398, 7475424

•    Gombel Panorama
Jalan Dr.Setiabudi
Semarang Selatan/Banyumanik
Telepon: 7466888

Tampilkan Lebih

Kegiatan

Klenteng Gedong Batu atau Sam Po Kong adalah sebuah petilasan dari tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam. Klenteng ini dipengaruhi kebudayaan lokal Jawa dan agama Islam dalam elemen-elemen fisik pembentuk Klenteng pada elemen fisik pembentuk bangunan yang meliputi lantai, dinding, elemen struktur balok dan kolom, langit-langit, jendela, pintu, tangga, ra

Klenteng Gedong Batu atau Sam Po Kong adalah sebuah petilasan dari tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam. Klenteng ini dipengaruhi kebudayaan lokal Jawa dan agama Islam dalam elemen-elemen fisik pembentuk Klenteng pada elemen fisik pembentuk bangunan yang meliputi lantai, dinding, elemen struktur balok dan kolom, langit-langit, jendela, pintu, tangga, ragam hias, penataan furnitur, orientasi dan organisasi ruang. Klenteng Sam Poo Kong memiliki nilai elemen estetis, makna simbolis dan fungsi utiliter pragmatis yang dipengaruhi oleh material, teknik dan alat serta orang-orang yang membangunnya.

Komplek Klenteng Sam Po Kong Gedong batu terdiri atas sejumlah anjungan. Bangunan pemujaan utama ialah Klenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong  (tempat pemujaan Kyai Juru Mudi, Kayai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng). Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting di antara semuanya , dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan di komplek tersebut. Gua yang memiliki mata air yang tak pernah kering ini dipercaya sebagai petilasan dan dibangun sebagai duplikat tempat yang pernah ditinggali Sam Po Tay Djien (Cheng Ho) yang telah roboh.

Di area klenteng ini ada beberapa bangunan indah dan Anda dapat berfoto-foto di sini. Saat Anda masuk, ada gerbang Utara yang bertuliskan Sam Poo Kong dalam tulisan latin bila di baca dari arah luar dan dalam tulisan China bila di baca dari arah dalam. Selanjutnya ada semacam prasasti dengan tulisan yang sama. Di area ini juga terdapat pohon besar yang digantungi lampion-lampion besar berwarna merah bersusun bertingkat menegaskan aura China-nya. Di bawah pohon besar ini ada sebuah aula kecil yang di dalamnya ada beberapa info mengenai kegiatan yang akan berlangsung di Klenteng Sam Poo Kong.

Sebelum Anda masuk ke klenteng, ada baiknya eksplorasi sisi plasa utama. Diawali dengan sebuah pendopo mungil, merupakan tempat penyewaan baju prajurit china yang berlapis-lapis lengkap dengan pedang dan asesories rambut, bahkan bila Anda ingin sesaat merasakan menjadi kaisar dan ratu China maka di sini tersedia.  Ongkos sewa baju dan beberapa kali pengambilan gambar oleh pihak penyewa adalah Rp75.000,00 jadi mengapa tidak mencobanya untuk dijadikan kenang-kenangan!

Masih di plasa utama, Anda bisa mengambil gambar ketiga klenteng utama ini dengan sisi yang menarik seakan berada di negeri China karena didominasi warna merah. Di Plasa ini juga terdapat beberapa patung tentara China yang gagah. Tiap pendekar memiliki perawakan dan kostum yang berbeda. Di sisi selatan terlihat Gerbang raksasa khas tembok China, mirip berada di Lapangan besar Tianan Men, Beijing.

Selesai ekspolarasi dari sisi plasa, sekarang saatnya Anda masuk ke dalam Klenteng. Pos satpam penjaga akan menanyakan keperluan orang-orang yang akan masuk ke dalam klenteng. Akan berbeda menikmati Klenteng dari balik pagar dengan langsung berada di dalamnya. Perhatikan setiap detail dari ornamen klenteng yang cantik ini, bahkan katanya ada beberapa ukiran patung Naga yang didatangkan khusus dari China. Interior di dalam Klenteng pun indah didominasi warna merah ini dipenuhi ornamen lukisan dengan warna meriah dan ukiran naga. Pilar-pilar utama Klenteng yang mengelilinginya diukir dengan ornament naga, lengkap dengan sisik naganya yang timbul di dinding pilar. Juga lampion-lampion besar yang menggelantung di sekeliling Klenteng, lengkap tertulis pemilik dari lampion tersebut.

Begitu masuk area klenteng ada 4 klenteng yang terlihat dari luar, yaitu Klenteng Dewi Laut, Dewa Bumi dimana di sini tempat untuk permintaan dimudahkan usahanya dengan sepasang pengawal sang dewa berada di muka klenteng, Kyai Juru Mudi yang di dalamnya terdapat sepasang Butho yaitu raksasa versi jawa dengan gadanya yang menjaga altar, serta Klenteng Utama Sam Po Kong yang merupakan klenteng terbesar.  Selain 4 klenteng yang terlihat dari plasa, masih ada lagi 3 klenteng lagi yang terletak di samping bawah klenteng utama, yaitu Klenteng Kyai Jangkar, Kyai Tumpeng, dan Kyai Tjandruk Bumi. Untuk masuk ke area ini harus melalui dari Klenteng utama, di sini terlihat lebih rindang.

Di balik keempat klenteng-klenteng tersebut terdapat gua tempat peristirahatan Wang Jinghong yang kala itu menderita sakit dan akhirnya ditinggalkan Cheng Ho yang melanjutkan perjalanan menuju Timur Tengah. Dinding gua ini dihiasi dengan relief perjalanan Jenderal Besar Cheng Ho lengkap dengan cerita dalam 3 bahasa (Indonesia, Inggris dan China) melihat relief yang begitu nyata ini seakan sudah bercerita sendiri kepada Anda.

Klenteng Tho Tee Kong atau Toapekong Tanah atau Ho Tek Tjin Sin yang terletak di belakang pintu gerbang, merupakan yang paling populer. Di kalangan masyarakat yang agraris, Dewa Bumi ini sangat dihormati dan selalu dimintai berkahnya. Klenteng Cap Kauw King, tempat pemujaan Tho Tee Kong pula, berkaitan dengan klenteng ini. Bangunan klenteng ini sudah berubah dari aslinya. Semula berupa bangunan beratap pelana dengan bubungan melengkung dan teritisan yang disosorkan. Kini bangunan tersebut seperti sebuah anjungan beratap limasan dengan bidang atap dan bubungan yang dilengkungkan ke atas. Penutup atap yang semula genteng telah diganti dengan seng bergelombang. Tidak pula dijumpai serambi seperti pada klenteng di Pecinan. Tempat pemujaan Kyai Jurumudi dipercaya sebagai makam Wang Jing Hong, wakil Cheng Ho dalam pelayarannya. Bangunan makam merupakan bangunan sederhana beratap pelana. Pintu masuknya terletak di tengah dan di kedua sisinya terdapat jendela bundar. Di bawah kedua jendela bundar terdapat lukisan berwarna yang mengisahkan perjalanan pelayaran Cheng Ho. Anjungan Kyai Jangkar memiliki tiga altar, yaitu altar Hoo Ping, yaitu para pelaut dan pembantu Cheng Ho yang gugur pada saat menunaikan tugasnya; altar Nabi Kong Hu Cu di tengah; dan altar pemujaan Mbah Kyai Jangkar di sebelah kanan. Anjungan Kyai Cundrik Bumi merupakan petilasan tempat anak buah Zheng Ho menyimpan segala macam senjata. Sedangkan anjungan Kayi Tumpeng yang terletak di ujung selatan komplek dipercaya sebagai tempat anak buah Cheng Ho bersantap pada masa lalu. Bangunan ini sekarang dipakai untuk bersemedi atau menyepi.

Jangan lewatkan untuk Anda menikmati relief perjalanan Laksamana Cheng Ho. Relief berukuran panjang 60 meter dan tinggi delapan meter yang terbuat dari semen, berada persis di sebelah Klenteng induk dan dekat tempat sembahyang utama. Relief ini dikerjakan oleh sekira 40 pengukir yang didatangkan dari Ubud, Bali. Relief raksasa ini terdiri dari 10 diorama yang saling menyatu. Pertama mengenai ekspedisi Laksamana Cheng Ho ke Samudera Barat. Diceritakan Laksamana Cheng Ho atau Zheng He atau Sam Po Tay Djien dan Wang Jing Hong (Ong King Hong) berdiri di menara pengintai di atas geladak dek kapal. Keduanya memandang ke kejauhan dan memikirkan misi berat yang diembannya. Sementara itu ratusan kapal telah siap siaga untuk berlayar. Selain itu juga pada bagian depan juga berdiri gagah patung atau arca Ma He nama kecil Cheng Ho yang dengan gagah menyandang pedang di pinggangya. Patung ini khusus didatangkan dari Tiongkok.

Ciamsi: Membaca Peruntungan Hidup

Kegiatan unik yang dapat Anda lakukan di sini adalah Ciamsi atau lebih popular dengan membaca peruntungan.  Ciamsi untuk keperluan pribadi dilakukan di Klenteng Utama. Ritual dan doanya di wakilkan kepada seorang Biokong, jadi Anda hanya menyerahkan  Hio-nya, nanti sang Biokong yang akan membakar dan berdoa dengan caranya. Pertama Biokong akan berdoa di dalam bangunan, setelah itu kita akan diajak ke belakang bangunan yang berhadapan dengan pintu gerbang gua. Di sini Biokong kembali membakar hio dan berdoa, lalu mengambil tempat lidi bambu yang bertuliskan angka. Dengan gaya yang lincah Biokong dengan mudahnya mengocok dan mengeluarkan satu lidi lalu menunjukkan sebuah angka yang tertera di lidi tersebut. Selanjutnya ada 2 keping kayu yang dilempar. Hasil lemparannya tidak boleh sama harus satu muka dan satu belakang, bila ternyata sama maka ritual pengocokan lidi harus di ulang, berarti lidi pertama tadi tidak sesuai untuk permohonan. Setelah Anda memperoleh nomor ciamsi maka akan diberikan selembar kertas yang di dalamnya terdapat makna dari nomor ciamsi tersebut. Sebenarnya bila sudah mendapatkan kertas ini, tinggal dibaca saja dan di sesuaikan dengan permohonan Anda, ada banyak hal yang terkandung di dalamnya, jadi bukan berarti semua itu adalah untuk Anda. Bila ingin mendapatkan penjelasan, sang biokong akan memberikan penjelasannya. Untuk melengkapi ritual ini, maka Anda perlu meminta penjelasan dari biokong agar penjelasannya cukup dan menyesuaikan dengan agama dan keyakinan Anda. Anda dapat memberi uang jasa peramalan ini dengan harga yang wajar.

Tampilkan Lebih

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya

Destinasi Terkait