Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:18027

Beranda » Benteng Kuto Besak: Keindahan dan Warisan Sejarah di Tepian Sungai Musi

Benteng Kuto Besak: Keindahan dan Warisan Sejarah di Tepian Sungai Musi

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Kuto Besak Fortress

 

Tinjauan

Benteng Kuto Besak berdiri kokoh di ketinggian 10 meter dimana dari sini Anda dapat menyaksikan kapal-kapal berlalu-lalang di Sungai Musi. Benteng ini adalah kebanggaan masyarakat Palembang karena merupakan benteng terbesar dan satu-satunya yang terbuat dari batu sebagai saksi perlawanan terhadap penjajah asing.

Dibangun pada abad ke 17, Kuto Besak merupakan warisan Kesultanan Palembang Darussala

Benteng Kuto Besak berdiri kokoh di ketinggian 10 meter dimana dari sini Anda dapat menyaksikan kapal-kapal berlalu-lalang di Sungai Musi. Benteng ini adalah kebanggaan masyarakat Palembang karena merupakan benteng terbesar dan satu-satunya yang terbuat dari batu sebagai saksi perlawanan terhadap penjajah asing.

Dibangun pada abad ke 17, Kuto Besak merupakan warisan Kesultanan Palembang Darussalam yang memerintah pada 1550-1823. Benteng ini memiliki panjang 288,75 m, lebar 183,75 m, tinggi 9,99 m dan tebal 1,99 m, berfungsi sebagai pos pertahanan. Lokasi Benteng ini baik secara politik dan geografis sangat strategis karena membentuk pulau sendiri, berbatasan dengan sungai musi di sebelah selatan, sungai sekanank di sebelah barat, sungai kapuran di sebelah utara dan sungai tengkuruk di sebelah timur.

Berdasarkan catatan sejarah di Balai Arkeologi Kota Palembang, benteng ini pendiriannya memakan waktu 17 tahun (1780-1797). Pembangunan Benteng Kuto Besak diprakarsai Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah 1724-1758. Konstruksinya dimulai pada 1780 selama era Sultan Mahmud Badaruddin. Benteng ini dimaksudkan sebagai sebuah istana yang dibangun untuk menggantikan Keraton Kuto Lamo Tua atau Benteng Kuto Lamo yang luasnya tidak cukup besar. Saat ini, Benteng Kuto Lamo digunakan sebagai Museum Sultan Mahmud Badarudin II. Benteng Kuto Besak akhirnya digunakan secara resmi sebagai pusat pemerintahan Kesultanan dari 21 Februari 1797.

Tahun 1821 benteng ini diserbu oleh tentara kolonial Belanda. Benteng Kuto Besak dirampas dan Sultan Mahmud Badaruddin II dibuang ke Maluku. Kejadian ini menandai akhir dari era Kesultanan Palembang. Tanda pendudukan Belanda terukir di Benteng Kuto Besak dengan ukir gaya kolonial.

Benteng Kuto Besak adalah refleksi dari masyarakat multi-etnis dari era Kesultanan Palembang Darussalam. Pengawasan konstruksi dipercayakan kepada seorang supervisor Cina, sementara para buruh bangunan asli Palembang dan Cina yang bekerja bergandengan tangan dalam keharmonisan. Keharmonisan ini juga salah satu warisan yang diturunkan sampai hari ini seperti digambarkan dalam banyak acara-acara di Kota Palembang seperti di Cap Go Meh dan Imlek (Tahun Baru Cina).

Setiap sudut benteng diperkuat dengan bastion. Bastion di sudut barat  lebih besar dan mirip dengan benteng-benteng lain di Indonesia sementara bastion lainnya bentuknya arsitekturnya unik dan tidak mungkin ditemukan di tempat lain. Gerbang utama, yang disebut Lawang Kuto, terletak di selatan menghadap ke Sungai Musi, sedangkan gerbang lainnya yang disebut Lawang borotan terletak di sebelah barat dan timur, meskipun gerbang barat saat ini satu-satunya yang masih berdiri.

Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Akomodasi

Benteng kuto besak terletak di pusat kota Palembang sehingga sangat mudah untuk menemukan akomodasi mulai dari hotel berbintang hingga penginapan sederhana. Berikut ini beberapa referensi hotel yang bisa Anda sambangi ketika berkunjung ke Palembang.

King's
Jl. Kol. Atmo Nomor 623 Plg
Telp. (0711) 363633-362323

Lembang
Jl. Kol. Atmo No. 623 Plg
Telp. (0711) 363333

Princess
Jl. Letkol Iskandar Komplek










Benteng kuto besak terletak di pusat kota Palembang sehingga sangat mudah untuk menemukan akomodasi mulai dari hotel berbintang hingga penginapan sederhana. Berikut ini beberapa referensi hotel yang bisa Anda sambangi ketika berkunjung ke Palembang.

King's
Jl. Kol. Atmo Nomor 623 Plg
Telp. (0711) 363633-362323

Lembang
Jl. Kol. Atmo No. 623 Plg
Telp. (0711) 363333

Princess
Jl. Letkol Iskandar Komplek Ilir Barat Permai Palembang
Telp. (0711)313137-312801

Lee Paradise
Jl. Kapt. A. Rivai No.257
Telp. (0711) 356707

Arjuna
Jl. Kapt. A. Rivai No. 219
Telp. 356719-358505

Wisata
Jl. Letkol Iskandar No. 105
Telp. 434889

Puri Indah
Jl. Merdeka No. 38-40 Plg
Telp. (0711) 355785

Sehati
Jl. Dr. Wahidin 1 Palembang
Telp. 351537

Sintera
Jl. May. Ruslan No. 667 Palembang
Telp. (0711)354618-354619

Crossandra
Jl. Dwikora I No. 1711
Telp. (0711) 313667

Kenanga Inn
Jl. Bukit Kecil No. 76 Palembang
Telp. (0711) 358166

Wisma Olga
Jl. Sumatera 1-7
Telp. (0711) 311265

Sriwijaya
Jl. Letkol Iskandar No.31 Palembang
Telp. (0711) 354193

Surya I
Jl. Sukarjo Seb-Ulu 1 Palembang
Telp. (0711) 512657

Timbul Jaya
Jl. Letkol Iskandar No. 15 Palembang
Telp. (0711) 350177

Pondok Indah
Jl. Kol. H. Burlian Km.9 Palembang
Telp. (0711) 414369

Darma Agung
Jl. Kol. H. Burlian Km.7
Telp. 410558-411964

Cendana
Jl. Jend. Sudirman No. 22 Km.3
Telp. 410558-411964

Tampilkan Lebih

Transportasi

Cara untuk sampai ke Benteng Kuto Besak tidak menyulitkan. Anda bisa menggunakan taksi dan transportasi umum atau angkot yang melewati benteng tersebut. Bus juga melewati kompleks bersejarah ini begitu juga dengan Trans Musi.

Cara untuk sampai ke Benteng Kuto Besak tidak menyulitkan. Anda bisa menggunakan taksi dan transportasi umum atau angkot yang melewati benteng tersebut. Bus juga melewati kompleks bersejarah ini begitu juga dengan Trans Musi.

Kuliner

Ada banyak pilihan kuliner di kota ini untuk Anda nikmati sambil merasakan nuansa dan menyaksikan keindahan Benteng Kuto Besak dari Sungai Musi dan melihat pemandangan Jembatan Ampera yang megah dikala malam hari.

Riverside Restaurant di Komplek Benteng Kuto Besak menggunakan perahu tongkang yang disulap menjadi sebuah restoran dua lantai. Anda dapat menikmati hilir mudik perahu nelayan yang meng

Ada banyak pilihan kuliner di kota ini untuk Anda nikmati sambil merasakan nuansa dan menyaksikan keindahan Benteng Kuto Besak dari Sungai Musi dan melihat pemandangan Jembatan Ampera yang megah dikala malam hari.

Riverside Restaurant di Komplek Benteng Kuto Besak menggunakan perahu tongkang yang disulap menjadi sebuah restoran dua lantai. Anda dapat menikmati hilir mudik perahu nelayan yang menghiasi pemandangan sekitar dan menambah santai saat makan siang. Tersedia beragam seperti ikan gurame bakar, sapo tahu, kangkung hotplate, dan banyak lagi. Menu unggulannya adalah udang bakar cabai saus boombaru. Udangnya benar-benar manis dagingnya berukuran sedang dan berdaging empuk. Dipadukan saus cabai yang pedas dan sedikit asam membuat cita rasa udang bakar boom baru ini sangat lezat. Restoran ini berlokasi di tepian Sungai Musi kebanggaan masyarakat Palembang.

Tampilkan Lebih

Kegiatan

Sayangnya saat ini Benteng Kuto Besak tertutup untuk umum karena digunakan sebagai pangkalan militer. Namun, benteng indah ini tetap merupakan daya tarik. Saat matahari terbenam di sore hari, lampu cahaya di sekitar benteng, menciptakan kilauan yang menyoroti dinding-dinding benteng. Sebagai salah satu landmark sejarah, perjalanan ke Palembang tidak akan lengkap tanpa kunjungan ke Benteng Kuto Bes

Sayangnya saat ini Benteng Kuto Besak tertutup untuk umum karena digunakan sebagai pangkalan militer. Namun, benteng indah ini tetap merupakan daya tarik. Saat matahari terbenam di sore hari, lampu cahaya di sekitar benteng, menciptakan kilauan yang menyoroti dinding-dinding benteng. Sebagai salah satu landmark sejarah, perjalanan ke Palembang tidak akan lengkap tanpa kunjungan ke Benteng Kuto Besak.

Di luar benteng Anda bisa menyaksikan berbagai kegiatan yang sesekali diadakan komunitas atau brand produk serta kegiatan pemerintah Kota Palembang.

Tampilkan Lebih

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya