Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:41889

Beranda » Masjid dan Makam Sunan Ampel » Kya Kya Kembang Jepun: Meriah Malam di Surabaya

Kya Kya Kembang Jepun: Meriah Malam di Surabaya

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. MesjidAmpel_1

  2. MesjidAmpel_2

  3. MesjidAmpel_3

  4. MesjidAmpel_4

  5. MesjidAmpel_5

  6. MesjidAmpel_6

  7. MesjidAmpel_7

  8. MesjidAmpel_8

  9. MesjidAmpel_9

  10. MesjidAmpel_10

  11. MesjidAmpel_11

  12. MesjidAmpel_12

  13. MesjidAmpel_13

  14. MesjidAmpel_14

  15. MesjidAmpel_15

  16. MesjidAmpel_16

  17. MesjidAmpel_17

  18. MesjidAmpel_18

  19. MesjidAmpel_19

  20. MesjidAmpel_20

  21. masjid sunan ampel

 

Tinjauan

Di siang hari jalur ini ramai dengan hiruk pikuk perniagaan khas kawasan pecinan. Kendaraan tak henti melalui jajaran toko-toko dan perkantoran yang bangunannya bernuansa ruko gaya Tionghoa. Gapura naga yang fenomenal ukurannya tak akan luput dari pandangan para pejalan kaki. Tulisan di gapura itu begitu mudah diingat yaitu terpampang 2 kata: “Kya Kya”.

Saat kaki Anda tertambat di Kota Pahlawan maka berkunjung ke Kya-Kya Kembang Jepun di dekat Jembatan Merah adalah sebuah keharusan. Kawasan ini akan menyambut yang datang dengan sebuah gerbang merah cantik khas Tionghoa.

Dalam Bahasa Hokkien, kya kya artinya jalan-jalan. Dahulu, jauh sebelum kawasan ini diresmikan sebagai kawasan wisata kuliner di Surabaya, Kya Kya belum dikenal. Kawasan ini lebih termasyur dengan sebutan Jalan Kembang Jepun. Pada masa pendudukan Jepang, banyak prajurit Jepang menyinggahi kawasan ini untuk bertemu gadis-gadis lokal yang sering dijuluki ‘kembang’. Kata Jepun sendiri adalah sebutan lain dari Jepang. Sejak itulah jalur ini disebut Jalan Kembang Jepun.

Jalan Kembang Jepun pada masa pemerintahan Hindia Belanda dinamakan Handelstraat yang berasal dari dua kata yaitu: handel berarti perdagangan dan straat berarti jalan. Kawasan ini kemudian tumbuh sangat dinamis. Sejarah mencatat bahwa di kawasan inilah Pemerintah Hindia Belanda pernah membagi-bagi daerah sesuai struktur penduduk. Jalan Kembang Jepun sebagai pembatas, Pecinan ditempatkan di sebelah selatan Kalimas yaitu sungai yang mengalir di dekat jalan ini. Sedangkan perkampungan Arab dan Melayu yang sudah hidup di daerah ini berabad-abad lamanya ditempatkan di sebelah utara Kalimas. Di sebelah barat, Eropa Kecil pun ditempatkan yang menjadikan kawasan Jalan Kembang Jepun seolah perkampungan internasional dari asal mulanya.

Pemerintah Daerah beserta badan legislatif bertekad mengembalikan keramaian jalur ini demi kepentingan citra kota serta kepariwisataan daerah. Pemerintah setempat menata kawasan yang sempat menjadi daerah yang tak aman saat malam hari. Dari berbagai studi kelayakan dan juga perbandingan dengan destinasi wisata internasional lainnya maka tahun 2003 tepatnya di hari jadi Kota Surabaya ke-710 pada 31 Mei maka Kya Kya ditetapkan sebagai kawasan wisata jalan-jalan dan tiap malamnya hadir berbagai kemeriahan. Di sini pengunjung dapat menikmati 200 jenis gerobak makanan dengan beragam cita rasa.

Sejatinya Kya-Kya hanyalah sebuah jalan raya yang sibuk di pagi hari namun kemudian menjelma menjadi pusat jajanan saat sore hingga malamnya. Kawasan dengan jalan sepanjang 730 meter dan lebar 20 meter ini mampu menampung 200 pedagang. Tersedia di sini setidaknya 2.000 kursi dengan 500 meja makan.

Pengelola kawasan Kya Kya mengadakan sajian budaya beraneka warna, mulai dari live musik bernuansa musik jazz, pop, dangdut, gambus, hingga pentas musik tradisional Arab, Cina, Jawa. Ada pula tarian berbagai pilihan etnis yang memperkaya Kya Kya Kembang Jepun sebagai salah satu pilihan tujuan wisata malam hari di Kota Pahlawan, Surabaya.

Adalah sebuah keberuntungan apabila Anda dapat menyaksikan pementasan budaya berkualitas disuguhkan di sini. Menikmati pengamen dengan suguhan suguhan musik keroncong atau musik klasik Tiongkok adalah hal yang sangat notalgia sekali. Acara tematik kadang digelar di sini seperti Festival Bulan Purnama, Shanghai Night, Dancing on the Street, Agoestoesan Tjap Kya-kya Kembang Djepoen, serta Mystical Night.

 

 

Tips

  • Makanan dan minuman yang tersaji di kawasan ini cukup beragam, mulai dari yang khas Surabaya hingga khas China. Perhatikan jenis makanan bagi Anda seorang Muslim. Memang dominan makanan di sini bernuansa masakan Tiongkok seperti Pangsit Mie dan lainnya. Salah satu restoran tertua dan patut Anda kunjungi adalah Restoran Kiet Wan Kie.
  • Pastikan Anda mengunjungi beberapa tempat menarik sekitar kawasan ini,yaitu: Jembatan Merah, pecinan, serta kawasan wisata religi Ampel.

Lihat dalam Peta

Kya Kya Kembang Jepun: Meriah Malam di Surabaya

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya