Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:25169

Beranda » Taman Nasional Alas Purwo : Hutan Tua Di Ujung Timur Pulau Jawa: Hutan Tua Di Ujung Timur Pulau Jawa

Taman Nasional Alas Purwo : Hutan Tua Di Ujung Timur Pulau Jawa: Hutan Tua Di Ujung Timur Pulau Jawa

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. TamanNasionalAlasPurwo_2

  2. TamanNasionalAlasPurwo_3

  3. TamanNasionalAlasPurwo_4

  4. TamanNasionalAlasPurwo_6

  5. TamanNasionalAlasPurwo_7

  6. TamanNasionalAlasPurwo_8

  7. TamanNasionalAlasPurwo_9

  8. TamanNasionalAlasPurwo_10

  9. TamanNasionalAlasPurwo_11

  10. TamanNasionalAlasPurwo_12

  11. TamanNasionalAlasPurwo_13

  12. TamanNasionalAlasPurwo_14

  13. TamanNasionalAlasPurwo_15

  14. TamanNasionalAlasPurwo_16

 

Tinjauan

Jangan tinggalkan apapun kecuali telapak kaki dan jangan mengambil apapun kecuali foto.

Itulah tulisan yang terpampang di salah satu pintu masuk ke Alas Purwo. Sebuah pesan kuat bagi siapapun agar turut menjaga kelestarian hutan yang berusia sangat tua di ujung timur Pulau Jawa. Memiliki luas sekitar 43.420 hektar, hutan ini terus dijaga dan dilindungi dari tangan-tangan keji perusak alam. Al

Jangan tinggalkan apapun kecuali telapak kaki dan jangan mengambil apapun kecuali foto.

Itulah tulisan yang terpampang di salah satu pintu masuk ke Alas Purwo. Sebuah pesan kuat bagi siapapun agar turut menjaga kelestarian hutan yang berusia sangat tua di ujung timur Pulau Jawa. Memiliki luas sekitar 43.420 hektar, hutan ini terus dijaga dan dilindungi dari tangan-tangan keji perusak alam. Alas Purwo merupakan hutan tropis alami dan termasuk yang tertua di Pulau Jawa.

Taman Nasional Alas Purwo dikenal juga sebagai hutan hujan paling alami di Indonesia, bahkan mungkin di Asia. Di Taman Nasional Alas Purwo, Anda dapat melihat banteng jawa, burung merak, babi hutan, rusa, dan hewan lainnya termasuk harimau jawa.

Ada pepohonan menjulang berukuran besar dengan umur ratusan tahun di sini. Pohon tersebut berdiameter rata-rata 30 cm dan tinggi 10-15 meter. Tanaman yang berhasil diidentifikasikan hingga 2002 ada sekitar 580 jenis. Anda akan menikmati indahnya hutan sawo kecik (manilkarakauki) dan bumbu manggong yang dominan. Pohon lainnya adalah nyamplung (calophyllum inophyllum), ketapang (terminalia cattapa), dan kepuh (stercullia foetida).

Menyusuri jalanan hutannya Anda akan disambut suara kicau burung trucak bali, trucak hijau, dan hewan lainnya. Sesekali Anda mungkin menemui beberapa kijang (muntiachus muncjak), kera berekor panjang, lutung, ayam hutan, burung kangkareng (antracoceros coronatus), rangkong, dan cekakak jawa, abu-abu (macaca fascicularisl), rusa (cervus timorensis), ayam hutan (ghalus ghalus), rangkong (buceros undulatus), dan bisa juga bertemu kibasan indahnya ekor merak (pavomuticus).

Anda dapat memuaskan kegemaran berpetualang menembus hutan, mengamati satwa di Sadengan atau berkunjung ke gua-gua mistis.  Gua-gua di wilayah ini di antaranya adalah Gua Istana, Gua Putri dan Gua Padepokan. Ada pula Gua Macan yang dianggap memiliki nuansa mistis tinggi. Menurut cerita masyarakat setempat, di tempat tersebut Bung Karno pernah bertapa. Gua-gua tersebut dapat dicapai dari Pos Pancur sejauh 2 km dengan berjalan kaki.

Taman Nasional Alas Purwo benar-benar hutan tua, tempat yang dapat menginspirasi cerita-cerita kuno komik dan film silat. Sejatinya memang dahulu hutan ini menjadi tempat orang tertentu menguatkan kesaktian ilmu kanuragan atau bagi mereka yang melepaskan diri dari kehidupan duniawi.

Selain Gua meditasi, ada juga pura Hindu yang berumur sangat tua. Uniknya tempat peribadatan ini berada di tengah hutan Taman Nasional Alas Purwo. Pura tersebut bernama Pura Luhur Giri Salaka dan masih banyak dikunjungi pemeluk Hindu pada hari suci Pager Wesi setiap 210 hari.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Alas Purwo mayoritas berasal dari Mataraman Kuno yang berbudaya Jawa Tradisional. Karena itu, tradisi kejawen masih lestari di sini seperti bertapa atau bersemedi yang masih sering dilakukan masyarakatnya. Pada hari-hari tertentu seperti malam 1 Suro, bulan purnama, atau bulan mati, masyarakat Hindu Bali dan ahli kebatinan Jawa sengaja datang ke taman nasional ini untuk meditasi atau melaksanakan upacara keagamaan.

Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Akomodasi

Ada cottage dan jungle camp yang berada dekat pantai. Anda juga dapat memilih Pantai Grajagan untuk penginapan.

Di Camp G-SPOT harga sewa kamarnya sekitar Rp150.000,00 - Rp500.000,00. Akan tetapi, Anda jangan berharap mendapat kamar dengan fasilitas hotel bintang. Kamar tersebut hanya tersedia 2 tempat tidur, 1 kipas angin kecil, kelambu, dan tembok dari triplek. Listrik hanya ada malam hari mela

Ada cottage dan jungle camp yang berada dekat pantai. Anda juga dapat memilih Pantai Grajagan untuk penginapan.

Di Camp G-SPOT harga sewa kamarnya sekitar Rp150.000,00 - Rp500.000,00. Akan tetapi, Anda jangan berharap mendapat kamar dengan fasilitas hotel bintang. Kamar tersebut hanya tersedia 2 tempat tidur, 1 kipas angin kecil, kelambu, dan tembok dari triplek. Listrik hanya ada malam hari melalui genset milik Camp G-SPOT. Ada jatah makan malam, makan pagi, dan makan siang. Kesederhanaan ini tidak akan mengurangi pengalaman luar biasa yang akan Anda peroleh di hutan yang mengagumkan tersebut.

Tampilkan Lebih

Tips

  • Di Taman Nasional Alas Purwo, Anda dapat menyewa jeep milik Perhutani. Harga sewa sekitar Rp150.000,00 hingga Rp250.000,00, untuk itu Anda diperkenankan untuk bernegosisasi harga. Sebenarnya trekking akan lebih menyenangkan karena melewati jalur hutan lindung yang cukup lebat.
  • Anda yang ingin melakukan pengamatan aneka satwa paling baik adalah antara pukul 06.00 sampai 09.00 di pagi hari, atau
  • Di Taman Nasional Alas Purwo, Anda dapat menyewa jeep milik Perhutani. Harga sewa sekitar Rp150.000,00 hingga Rp250.000,00, untuk itu Anda diperkenankan untuk bernegosisasi harga. Sebenarnya trekking akan lebih menyenangkan karena melewati jalur hutan lindung yang cukup lebat.
  • Anda yang ingin melakukan pengamatan aneka satwa paling baik adalah antara pukul 06.00 sampai 09.00 di pagi hari, atau pukul 10.00 hingga 18.00 di sore hari. Saat siang hari biasanya hewan-hewan tersebut akan masuk ke hutan untuk mencari tempat teduh.

Anda memerlukan informasi perizinan sebelumnya dengan menghubungi kantor Balai Taman Nasional Alas Purwo, di Jalan Achmad Yani No. 108 Banyuwangi 68416, Jawa Timur. Anda juga dapat menghubungi kantor tersebut melalui saluran telepon 0333-410857, fax. 0333-428675, atau E-mail: alaspurwo@telkom.net

Tampilkan Lebih

Transportasi

Taman Nasional Alas Purwo berada di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Letaknya di perlintasan jalur yang menghubungkan Banyuwangi dan Situbondo. Dari arah Banyuwangi dapat ditempuh sekitar 14 km ke arah utara atau sekitar 5 km dari Pelabuhan Ketapang.  

Dari Banyuwangi sekitar 5 jam ke selatan melewati Kecamatan Rogojampi-Srono-Muncar-Tegaldlimo. Dari Banyuwangi sampai ke Tegaldlimo

Taman Nasional Alas Purwo berada di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Letaknya di perlintasan jalur yang menghubungkan Banyuwangi dan Situbondo. Dari arah Banyuwangi dapat ditempuh sekitar 14 km ke arah utara atau sekitar 5 km dari Pelabuhan Ketapang.  

Dari Banyuwangi sekitar 5 jam ke selatan melewati Kecamatan Rogojampi-Srono-Muncar-Tegaldlimo. Dari Banyuwangi sampai ke Tegaldlimo sekitar 2 jam. Jalanannya cukup bagus beraspal. Dari Tegaldlimo lanjut ke Taman Nasional Alas Purwo sekitar 1 jam, jalannya sedikit rusak. Akhir perjalanan Anda akan tiba di Pos Perhutani Taman Nasional Alas Purwo. Dari sini kendaraan Anda dapat dititipkan di Pos Perhutani.

Dari Surabaya menuju Jember sekitar 4-5 jam, lalu dilanjutkan ke timur selatan melewati Gunung Kumitir-Kalibaru-Glenmore-Genteng-Rogojampi sekitar 2 jam. Lanjutkan perjalanan dengan ruten yang sama dari Banyuwangi ke Taman Nasional Alas Purwo.

Dari Denpasar menuju Gilimanuk sekitar 2 jam, kemudian menyebrang ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, lalu rutenya sama dari Banyuwangi ke Taman Nasional Alas Purwo.

Bagaimana, Anda siap menikmati petualangan di hutan yang luar biasa ini?

Tampilkan Lebih

Kuliner

Makanan khas Banyuwangi yang dominan dan mudah didapat yaitu rujak soto, pecel rawon, sego tempong, gecok lucu, jangan banci, jangan klopo, dan ndok pindang. Berbagai jenis jajanan khas sebagai oleh-oleh adalah koe bagiak, jenang selo, dan pisang sale.

Makanan khas Banyuwangi yang dominan dan mudah didapat yaitu rujak soto, pecel rawon, sego tempong, gecok lucu, jangan banci, jangan klopo, dan ndok pindang. Berbagai jenis jajanan khas sebagai oleh-oleh adalah koe bagiak, jenang selo, dan pisang sale.

Kegiatan

Di Pancur ada sungai yang mengalir ke laut dari pantai yang agak terjal sepanjang tahun. Pancur menjadi pintu masuk petualangan Anda menuju gua-gua dan areal berselancar di Pantai Plengkung (G-Land). Di sini juga terdapat masjid, penginapan, dan warung-warung makan.

Di Pantai Trianggulasi yang berpasir putih bersih dapat Anda lihat tempat bertelurnya empat jenis penyu, yaitu penyu belimbing, si

Di Pancur ada sungai yang mengalir ke laut dari pantai yang agak terjal sepanjang tahun. Pancur menjadi pintu masuk petualangan Anda menuju gua-gua dan areal berselancar di Pantai Plengkung (G-Land). Di sini juga terdapat masjid, penginapan, dan warung-warung makan.

Di Pantai Trianggulasi yang berpasir putih bersih dapat Anda lihat tempat bertelurnya empat jenis penyu, yaitu penyu belimbing, sisik, abu-abu, dan hijau. Waktu yang tepat untuk kegiatan ini adalah pada bulan April-November.

Di Ngagelan  juga menjadi tempat penetasan dan penangkaran penyu. Dari tujuh jenis penyu di dunia, enam jenis penyu terdapat di Indonesia, empat diantaranya adalah belimbing, sisik, abu-abu, dan hijau. Pantai Ngagel dapat Anda capai hanya berjarak 3 km dari Rawabendo melalui Jalan Makadam dan pasir pantai.

Di Tanjung Sembulungan Anda dapat menikmati panorama pegunungan dan hutan yang berbatasan dengan Pantai Muncar. Selain juga terdapat tebing-tebing karang yang eksotik. Di Makam Gandrung sering dijadikan lokasi selamatan nelayan Muncar. Biasanya pada setiap tanggal 15 Suro dilakukan upacara petik laut dengan melarung aneka jenis sesaji.

Di Cunggur merupakan daerah burung migran asal Australia di musim dingin menuju Asia untuk mencari makan.

Di Kayu Aking terdapat pantai berpasir putih seluas 12 km sepanjang bibir pantainya. Letaknya berbatasan langsung dengan Selat Bali.

Di Bedul ada Segoro Anakan sebagai kawasan wisata bahari dan identik sebagai hutan mangrove termasuk yang terbesar se-Asia. Wilayah tersebut juga menjadi tempat breeding area dan nesting area beberapa jenis burung air seperti bangau tong tong, pecuk ular, trinil, raja udang, dan pelikan trinil. Selain itu, Bedul juga menjadi salah satu tempat yang digunakan masyarakat sekitar untuk mencari kerang, udang, kepiting, dan ikan dengan alat-alat tradisional. Hal tersebut justru menjadi daya tarik untuk Anda amati.

Alam itu pasrah kepadamu.

Setelah mengunjungi Bedul, sebaiknya Anda kembali lagi ke Rowobendo, lalu putar ke arah Sadengan. Sadengan berada tak jauh dari pintu masuk Rawabendo, atau 3 km Jalan Makadam melalui pepohonan jati yang berusia tua. Di Sadengan ada tempat penggembalaan buatan seluas 80 ha dilengkapi menara pandang untuk menikmati atraksi beragam hewan di rerumputan luas. Dari situ, Anda dapat lihat aneka satwa liar seperti banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan, dan burung merak.

Tampilkan Lebih

Aktivitas Terkait

Berpetualang

Berpetualang Berparahu, trekking, berselancar, dan panjat tebing,  hanyalah  sebagian petualangan yang mendebarkan jantung yang ditawarkan Indonesia....

selengkapnya