Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
5.00/5 (2 votes)
 

Dilihat:189735

Beranda » Banda Aceh » Tari Seudati: Alasan untuk Mengunjungi Serambi Mekah

Tari Seudati: Alasan untuk Mengunjungi Serambi Mekah

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. PLTD Banda Aceh

  2. Banda Aceh

  3. Kopi Aceh

    Photo courtesy by Intika Fonda firnanda
  4. Kopi Aceh

    Photo courtesy by Intika Fonda firnanda
  5. Kopi Aceh

    Photo courtesy by Intika Fonda firnanda
  6. Banda Aceh

  7. Banda Aceh

  8. Banda Aceh

  9. Budaya Aceh / Aceh Culture

  10. Kuliner Aceh dan Sabang / Aceh and Sabang Culinary

  11. Mesjid Raya Baitturahman / Baitturahman Mosque

  12. Museum Aceh / Aceh Museum

  13. Sabang

  14. Pantai Iboih - Sabang / Iboih - Sabang Beach

  15. Tari Saman / Saman Dance

  16. Tari Saman / Saman Dance

  17. kepulauan banyak

 

Tinjauan

Salah satu ciri yang paling menarik dari tarian khas Aceh adalah dilakukan berkelompok secara solid dan variatif. Hampir tak ada tarian Aceh yang dilakukan sendiri. Tari seudati merupakan satu dari sekian banyak bukti kemegahan seni budaya Aceh yang dilakukan secara bersama penuh makna dan atraktif.

Pertunjukan tari seudati sama memukaunya dengan kubah-kubah tarian Aceh lainnya selain tari saman yang akan diakui dunia. Bila ke Aceh, sempatkan datang pada waktu dan tempat yang tepat untuk sebuah "penyaksian" yang menggetarkan sekaligus membanggakan Nusantara ini.

Hentakan kaki, pukulan telapak tangan di dada dan pinggul, serta petikan jari telah menjadi bagian utama dari sebagian aksi tari seudati yang memukau.

Tari seudati begitu sederhana tapi sangat indah. Tanpa musik, tanpa gamelan. Hanya ada syair dan pantun. Musiknya bersumber pada gerakan tubuh dan syair dari penarinya sendiri. Kelenturan sekaligus keperkasaan memancar dari penarinya beriring dengan nyanyian yang berderap, badan penari meliuk cepat, semakin cepat, lalu berhenti tiba-tiba dalam suasana sunyi. Dipastikan penonton akan terbawa emosi hingga memnberikan letupan sorak dan teriakan untuk seni tari yang indah ini.

Nama ’seudati’ berasal dari akar kata syahadat atau syahadatain yang bermakna pengakuan, dua perkara penyaksian. Di dalam agama Islam, syahadat merupakan ikrar seseorang yang mengakui atau memberikan saksi berketuhanan dan kepemimpinan. Para penyiar agama Islam di bumi Serambi Mekah menggunakan tarian bernuansa agama sebagai metode penyebaran pesan ilahi. Ada pula yang mengatakan bahwa kata seudati berasal dari kata seurasi yang berarti harmonis atau kompak.

Seudati telah dikembangkan sejak agama Islam masuk ke Aceh.Diberitakan muncul pada awal perkembangannya dari Desa Gigieng, Simpang Tiga, Pidie di bawah bimbingan Syeh Tam dan juga di Desa Didoh yang dibimbing oleh Syeh Ali Didoh. Tak heran tarian ini lebih populer di daerah Pidie, Aceh Utara, dan Aceh Timur.

Awalnya, tarian seudati menggunakan bahasa Arab dan Aceh dimana memang digunakan untuk media dakwah. Tarian ini berikutnya dikenal sebagai varian bentuk tarian pesisir yang disebut ratoh atau ratoih yang artinya mengabarkan atau memperagakan. Tarian ini biasanya dijadikan pembuka sebelum permainan sabung ayam dulunya. Ratoh berfungsi sama seperti randai di Sumatera Barat, yaitu untuk mengabarkan sebuah perihal permasalahan di masyarakat dan bagaimana menyelesaikannya.

 

Aceh dalam Lantunan Rap Tradisional

Tarian seudati begitu populer di seluruh tanah Aceh karena keunikan yang tak berbekal tambur, kecapi, atau pun seruling. Kesenian ini hanya menggunakan vokal pelantun syair saja yang dipadupadankan dengan gerakan lincah, harmonis, dan terkadang kaku sebagai perlambang kebesaran dan keperkasaan seorang pejuang.

Tarian seudati dibawakan dengan mengisahkan pelbagai macam masalah yang terjadi agar masyarakat tahu bagaimana memecahkan suatu persoalan secara bersama.

Tak banyak tarian di negeri ini yang mampu  membuat keheningan menjadi lautan atmosfir kekaguman hanya karena bertumpu pada keharmonisan gerak anggota badan dan suara yang dihasilkan oleh tepukan. Bagai lantunan lagu rap yang biasa dipopulerkan masyarakat Afro-Amerika, seorang aneuk syahi telah jauh mengawalinya puluhan tahun sebelumnya di Tanah Rencong.

Penarinya berformasi 8 hingga 10 orang dengan mengenakan celana panjang dengan baju ketat berwarna putih. Kepala penari dihiasi ikat yang disebut tangkulok dan sarung sebatas paha tempat diselipkan rencong yaitu senjata tradisional Aceh.

Tari seudati selalu dipimpin oleh seseorang yang disebut syeikh sebagai lambang dari keimanan yang dipersaksikan dalam syahadat. Syeikh ini dibantu seorang pembantu syeikh. Setelah itu ada dua orang di sebelah kiri yang disebut apeet wie, satu orang pembantu lagi di bagian belakang yang disebut apeet bak, dan tiga orang pembantu lainnya yang menyertai semua peran tadi. Delapan orang ini ditemani penyanyi yang biasanya dua orang atau disebut aneuk syahi.

 

Kisah Kakak Beradik yang Menggemakan Aceh dengan Tari Seudati

Adalah Syeh Rih Meureuedu dan kakaknya Syeh Lah Banguna selalu berlatih di tanah kosong sebagai anak-anak kecil Aceh yang gigih "bermain" Seudati. Walau ayahnya sering mengejar mereka saat melarang bermain Seudati, mereka terus membandel dan akhirnya mengantarkan pada sebuah pertandingan seudati atau disebut tunang. Dengan menggunakan nama sampan ayahnya, Banguna, Syeh Lah kecil menamai kelompoknya sebagai Syeh Lah Banguna dan selalu memenangkan tunang.

Bertahun-tahun hingga dewasa kakak beradik ini memainkan Seudati hingga suatu saat mereka bergabung dalam kelompok Seudati yang menjadi duta budaya Indonesia. Bermain di hadapan masyarakat Amerika Serikat di 10 negara bagiannya. Syeh Lah Banguna dan adiknya Syeh Rih Meureudu bermain bersama maestro Seudati lainnya seperti Syeh Lah Geunta, T. Abu Bakar, Syeh Jafar, Syeh Muktar, Alamsyah, Marzuki, dan Nurdin Daud.

Masyarakat Amerika mereka sihir dalam ketakjuban hingga layar panggung ditutup. Tepukan tangan sambil berdiri yang dikenal sebagai standing ovation adalah lambang apresiasi tertinggi penontonnya telah mereka rasakan. Tiga kali layar dinaikkan dan ditutup untuk menumpahkan lautan ketakjuban penonton Amerika kepada Seudati Aceh ini. Hal ini nyaris terulang dalam ketakjuban penonton di Sevilla, Spanyol, juga Belanda, serta negara-negara Eropa lainnya. Tidak ketinggalan pula negara di kawasan Asia Tenggara telah mereka taklukkan penontonnya.

Lihat dalam Peta

Tari Seudati: Alasan untuk Mengunjungi Serambi Mekah

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya