Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
5.00/5 (1 votes)
 

Dilihat:197578

Beranda » Ambon Manise » Pukul Manyapu : Tradisi Seru yang Dinanti di Maluku Tengah

Pukul Manyapu : Tradisi Seru yang Dinanti di Maluku Tengah

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. White Sand Beach at Ambon

    Beautiful beach in Ambon.
  2. Old Mosque In Ambon

    The antique and classic old mosque in Ambon.
  3. Old Church in Ambon

    Old Church in Ambon. Since colonialism era, and still remain.
  4. Hukurila Cave

    Hukurila Cave in underwater in Ambon.
  5. Beauty Underwater in Ambon's Sea

    Near side of Hukurila Cave in Ambon's underwater.
  6. Beach of Ambon with traditional boat

    Traditional boat for fishing and sailing in Ambon.
  7. Heritage of World War II

    Japanese bunkers, heritage of WWII in Ambon.
  8. Mimic Octopus in Underwater

    Rare creature of the Sea. Only in Ambon.
  9. Martha Thiahahu Statue in Ambon

    The well-known war hero from Ambon. The statue of Martha Thiahahu.
  10. View of Pulau Tengah, Ambon

    View of beautiful beach in Pulau Tengah, Ambon.
  11. Diving in Pulau Tiga

    Diving in Pulau Tiga, Ambon.
  12. Beauty Underwater in Ambon's Sea

    Beauty of underwater in Ambon.
  13. Pantai Pintu Kota (Bethesda Beach).

  14. Permainan Bambu Gila

  15. Permainan Bambu Gila

  16. Sunset Di Monumen Christina Martha Tiahahu

  17. Teluk Ambon

 

Tinjauan

Teriknya Matahari tidak menyurutkan semangat dua kelompok pemuda bertelanjang dada yang berdiri tegap saling berhadapan. Dengan menggengam sapu lidi dari pohon enau yang masih segar sekira satu setengah meter, kedua kelompok tersebut mulai mengayunkan sapu lidi ke badan pemuda lainnya dengan semangat yang berkobar. Gerak kaki mereka menerbangkan debu ke angkasa seakan mengirimkan semangat menggelora ke udara. Darah mengalir memacu adrenalin lalu menciptakan suasana penuh ketegangan yang seru.



Pukul Manyapu atau Baku Pukul Manyapu merupakan atraksi unik dari Maluku Tengah yang biasanya dipentaskan di Desa Mamala dan Desa Morela, Kecamatan Leihitu, Ambon. Berlangsung setiap 8 syawal (penanggalan Islam) dimana telah berlangsung dari abad XVII yang diciptakan seorang tokoh agama Islam dari Maluku bernama Imam Tuni. Tradisi ini dipertunjukkan sebagai perayaan keberhasilan pembangunan masjid yang selesai dibagun pada 8 syawal setelah Idul Fitri.

 

Tradisi ini juga dikaitkan dengan sejarah masyarakat setempat yaitu perjuangan Kapiten Tulukabessy beserta pasukannya pada masa penjajahan Portugis dan VOC pada abad ke-16 di tanah Maluku. Pasukan Tulukabessy bertempur untuk mempertahankan Benteng Kapapaha dari serbuan penjajah meskipun perjuangan mereka gagal dan Benteng Kapapaha tetap jatuh juga. Untuk menandai kekalahan tersebut, pasukan  Tulukabessy mengambil lidi enau dan saling mencambuk hingga berdarah.

 

Tradisi Pukul Manyapu dipandang sebagai alat untuk mempererat tali persaudaraan masyarakat di Desa Mamala dan Desa Morela. Dipertunjukan oleh pemuda yang dibagi dalam dua kelompok dimana setiap kelompoknya berjumlah 20 orang. Kedua kelompok dengan seragam berbeda itu akan bertarung satu sama lain. Kelompok satu menggunakan celana berwarna merah sedangkan kelompok lainnya menggunakan celana berwarna hijau. Pesertanya juga diwajibkan menggunakan ikat kepala untuk menutupi telinga agar terhindar dari sabetan lidi. Alat pukul dalam tarian ini adalah sapu lidi dari pohon enau dengan panjang 1,5  meter. Bagian tubuh yang boleh dipukul adalah dari dada hingga perut.

 

Ketika atraksi dimulai, kedua kelompok akan saling berhadapan dengan memegang sapu lidi di kedua tangan. Ketika suara suling mulai ditiup sebagai aba-aba pertandingan dimulai kemudian kedua kelompok ini secara bergantian saling pukul menggunakan sapu lidi. Dimulai dengan kelompok bercelana merah memukul kelompok bercelana hijau atau sebaliknya. Ketika dimulai maka suara cambukan lidi di badan peserta akan terdengar dan darah pun keluar akibat sabetan lidi. Suasana ini akan membuat tubuh Anda bergidik.

 

Kehebatan dari tradisi pukul manyapu ini adalah bagaimana pesertanya seakan tidak merasa kesakitan walaupun tubuh mereka mengelurkan darah akibat dari sabetan lidi. Akan tetapi,  jangan kaitkan itu dengan kekuatan mistis atau gaib, karena para peserta sebenarnya sudah melebur dalam  semangat yang telah membenamkan rasa sakit.

 

Ketika pertempuran selesai, pemuda kedua desa tersebut menggobati lukanya dengan menggunakan getah pohon jarak. Ada juga yang mengoleskan minyak nyualaing matetu (minyak tasala) dimana mujarab untuk mengobati patah tulang dan luka memar.

 

Tradisi pukul manyapu merupakan perayaan yang ditunggu-tunggu warga dan wisatawan setiap tahunnya. Anda dapat melihat proses pembuatan pohon enau menjadi sebuah lidi dan juga pengolahan minyak kelapa untuk pengobatan selepas tradisi ini. Selain itu, tradisi ini juga diramaikan dengan permainan rebana, karnaval budaya, dan pertunjukan tari lokal seperti tari putri, tari mahina, dan tari perang.

Lihat dalam Peta

Pukul Manyapu : Tradisi Seru yang Dinanti di Maluku Tengah

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Berjalan-jalan

Berjalan-jalan Berjalan-jalan selama setengah hari atau sehari penuh di hari libur atau diantara acara konferensi selalu menjadi pengantar yang indah dalam tujuan...

selengkapnya