Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
4.13/5 (8 votes)
 

Dilihat:190774

Beranda » Padang » Tari Piring: Harmoni Gerak, Musik dan Atraksi nan Memikat

Tari Piring: Harmoni Gerak, Musik dan Atraksi nan Memikat

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Rumah Gadang

    Rumah Gadang, traditional house in Padang. It mean ' Big House' in English. its roof shaped like a bull horn..
  2. Mosque

    Mosque. Traditional and old mosque, located on the green rice field in Padang.
  3. Jam Gadang

    Jam Gadang. Located in Bukittinggi. one of the famous landmark of Kota Padang
  4. Silat Sumbar

    Silek Harimau, West Sumatera.
  5. Kain Songket

    Kain Songket
  6. Padang

  7. Padang

  8. Padang

  9. Padang

  10. Padang

  11. Padang

  12. Tari Piring, Sumatera Barat

  13. Tari Piring, Sumatera Barat

  14. Tari Piring, Sumatera Barat

  15. Saluang

    Serupa seruling bambu pada umumnya namun berbentuk seperti pipa bambu dengan pangkal potongan tidak ditutup seperti pada seruling.
  16. Saluang

    Serupa seruling bambu pada umumnya namun berbentuk seperti pipa bambu dengan pangkal potongan tidak ditutup seperti pada seruling.
  17. silek harimau

 

Tinjauan

Tarian ini cukup dikenal baik di dalam maupun luar negeri. Menyaksikannya saat dipentaskan maka Anda akan lihat keindahan ekspresi jiwa yang selaras dengan gerak tubuh. Kostumnya juga begitu memikat berpadu dengan harmoni musik tradisional penuh semangat. Nikmati salah satu dari ragam kekayaan Nusantara ini di Tanah Minang.

 

Indonesia memiliki warisan budaya memesona dan beragam, salah satu bentuknya adalah tarian daerah Minang bernama tari piring. Keelokan gerakan tari piring begitu memikat dimana gerak dan cerita penarinya menyerupai petani yang sedang bercocok tanam. Tari piring merupakan tarian nan memukau dan atraktif terlahir di sebuah daerah bernama Solok di Sumatera Barat. Solok sendiri kini menjadi sebuah kota di Sumatera Barat dan menjadi titik persimpangan menuju Kota Padang.

 

Umumnya Masyarakat Minangkabau menyebut tari piring sebagai tari piriang. Awalnya tarian ini diiringi alat musik pukul gong dan rebana namun kini juga diiringi alat musik khas Minangkabau, yaitu talempong dan saluang. Talempong bentuknya menyerupai alat musik bonang (perangkat gamelan), cara memainkannya dengan dipukul. Sedangkan saluang bentuknya seperti suling tetapi lebih sederhana. Kedua alat musik ini memiliki ritme yang cepat dan cocok untuk mengiring tari piring.

Tari Piring, Sumatera Barat

Sejarah tari piring awalnya digunakan sebagai simbol persembahan kepada para Dewa ketika musim panen tiba dalam bentuk sesaji dan makanan. Seiring penyebaran agama Islam di Minangkabau, tarian ini tidak lagi ditujukan sebagai persembahan namun digunakan sebagai atraksi dalam acara perkawinan. Selain itu, tari piring juga dimainkan  untuk penyambutan tamu, acara adat Minangkabau, festival budaya, bahkan sering ditampilkan saat acara perpisahan sekolah.

 

Dahulu, awalnya tari piring hanya dapat dinikmati oleh raja dan keluarganya. Seiring zaman, tarian ini tidak hanya dinikmati kalangan istana tetapi digunakan sebagai hiburan rakyat. Belum dapat dipastikan kapan tari piring mula tercipta tetapi beberapa sumber menyebutkan telah ada sejak 800 tahun yang lalu. Tari piring dipercaya telah berkembang pada zaman Kerajaan Sriwijaya hingga kemunculan pengaruh Kerajaan Majapahit pada abad ke-16 telah mendorong tari piring berkembang ke negeri serumpun lainnya bersamaan dengan pelarian orang-orang dari Kerajaan Sriwijaya saat itu. Oleh karena itu, tarian ini tidak hanya ditemukan di Sumatera Barat, melainkan juga ke negara tetangga.

 

Awalnya tari piring hanya dimainkan satu orang saja tetapi seiring perkembangan, tarian ini kemudian dimainkan lebih dari satu orang. Uniknya, bila tarian ini dimainkan oleh masyarakat Minangkabau sendiri maka mereka memiliki syarat yakni jumlah penari harus ganjil. Tari piring tidak hanya dapat dimainkan oleh wanita, pria pun dapat memainkannya. Adapun warna kostum yang digunakan adalah perpaduan warna merah, kuning dan keemasan sehingga penari terlihat segar dan enerjik dengan balutan kostum tari yang cerah.

 

Menyaksikan tari piring dapat membuat anda tenggelam menikmati kejutan-kejutan gerakannya. Itu karena dalam tarian ini para penarinya meliuk-liukan tubuh dengan membawa piring di atas telapak tangan. Penari juga menggunakan cincin di kedua telapak tangannya sehingga muncul dentingan suara cincin pada piring tersebut.

 Tari Piring, Sumatera Barat

Tari piring digerakkan dengan cepat dan teratur, selanjutnya pada akhir tarian piring tersebut mereka jatuhkan ke tanah, dan mereka menari, berjalan, melompat-lompat bahkan berguling-guling di atas pecahan piring. Anehnnya, tidak ada goresan luka sedikitpun di kaki para penari sehingga atraksi tersebut tentunya membuat penonton pun berdecak kagum.

 

Sebelum pementasannya dimulai, para penari biasanya perlu melatih pernapasannya, melenturkan gerakan, hingga menyediakan piring berkualitas yang tidak retak untuk menghindari hal yang dapat membahayakan penari maupun penonton. Untuk berlatih tarian ini nyatanya diperlukan kesabaran dan konsentrasi tinggi.

 

Ketika Anda berkunjung ke Kota Padang maka tak ada salahnya meluangkan waktu untuk belajar tari piring. Anda dapat mulai belajar menggunakan piring yang terbuat dari bahan plastik terlebih dahulu untuk berlatih, setelah lancar dapat menggunakan piring asli dari keramik.  Salah satu sanggar tari piring di Padang yang dapat Anda sambangi adalah Sanggar Tari Tuah Saiyo, beralamat di Jalan Batang Tarusan Dalam No.6A, Padang Baru Timur. Anda dapat menghubungi Harisnal Hadi di nomor : 081363259353, atau juga Elsa Sriwahyuni di nomor: 085263710308.

Acara Terkait

22

Aug 2014

Lihat Acara Lainnya

Lihat dalam Peta

Tari Piring: Harmoni Gerak, Musik dan Atraksi nan Memikat

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya