Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
5.00/5 (4 votes)
 

Dilihat:46848

Beranda » Keraton : Tempat Tinggal Raja Jawa: Tempat Tinggal Raja Jawa

Keraton : Tempat Tinggal Raja Jawa: Tempat Tinggal Raja Jawa

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. the kraton

    the gate of kraton
  2. the kraton1

    the symbol of kraton
  3. the kraton2

    inside of Kraton Yogyakarta
  4. the kraton3

    inside the kraton
  5. the kraton4

    one of the collections of Keraton Yogyakarta
  6. the kraton6

    the "bale" of Kraton Yogyakarta
  7. The Kraton 1

  8. The Kraton 2

  9. The Kraton 3

  10. The Kraton 4

  11. The Kraton 5

  12. The Kraton 6

  13. The Kraton 7

  14. The Kraton 8

  15. The Kraton 9

  16. The Kraton 10

  17. The Kraton 11

  18. The Kraton 12

  19. The Kraton 13

  20. The Kraton 14

 

Tinjauan

Keraton Yogyakarta adalah sebuah kompleks besar yang dirancang dengan teliti sebagai cerminan kosmologi Jawa. Inilah contoh arsitektur tradisional Jawa yang tidak ada bandingannya. Dirancang dan dibangun secara bertahap hingga selesai tahun 1790.

Paviliun Kompleks Keraton Yogyakarta dibangun menurut kepercayaan kuno dan masing-masing fitur kompleks seperti halaman hingga pohon memiliki arti sim

Keraton Yogyakarta adalah sebuah kompleks besar yang dirancang dengan teliti sebagai cerminan kosmologi Jawa. Inilah contoh arsitektur tradisional Jawa yang tidak ada bandingannya. Dirancang dan dibangun secara bertahap hingga selesai tahun 1790.

Paviliun Kompleks Keraton Yogyakarta dibangun menurut kepercayaan kuno dan masing-masing fitur kompleks seperti halaman hingga pohon memiliki arti simbolis khusus berkaitan dengan filsafat Jawa yang kompleks.

Keraton ini dibangun menghadap langsung ke arah utara Gunung Merapi. Di bagian Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia yang diyakini sebagai tempat tinggal Nyi Loro Kidul, Ratu Laut Selatan dan dianggap sebagai permaisuri mistis sultan. Jalan Malioboro awalnya digunakan sebagai rute upacara dan membentuk sebuah garis lurus yang ditarik dari istana ke Gunung Merapi.

Sebuah alun-alun menghadap istana dengan pohon beringin besar di tengahnya, sementara di belakang istana juga terdapat alun-alun serupa. Ketika sultan meninggal, maka akan diadakan arak-arakan mulai dari gerbang selatan menuju makam para raja di Imogiri.

Istana ini dirancang lebih dari sekedar tempat tinggal kerajaan tetapi juga untuk menjadi titik pusat dari kegiatan sultan. Saat ini, Keraton adalah bagian dari sejarah hidup dan tradisi masyarakat Jawa. Digunakan  selain sebagai rumah sultan juga untuk acara kebudayaan dan upacara penting Keraton Yogya.

Sultan Hamengkubuwono X tetap menjadi penguasa dan pemilik gelar Sultan Yogya meskipun Yogya telah menjadi salah satu provinsi yang istimewa dalam Republik Indonesia. Sultan Yogya juga sekaligus merupakan gubernur provinsi Yogyakarta. Hingga kini sultan masih dianggap sebagai kepala budaya di Yogyakarta dan sangat dicintai oleh rakyatnya.

Meski dengan modernisasi yang dialami Yogyakarta namun Keraton Yogya tetap dihormati masyarakatnya yang mendalami mistisisme dan ilmu filsafat. Sore hari setelah keraton tertutup bagi pengunjung, para wanita dengan kostum tradisional Jawa terlihat sedang menyiram air dan bunga di pilar-pilar keraton dan menyalakan dupa untuk "membersihkan" keraton dari roh jahat.

Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Tips

•    Karena ini adalah tempat sakral sebaiknya Anda mengenakan pakaian yang sopan dan   tidak memakai topi di dalam keraton tersebut.
•    Pertunjukan latihan gamelan dan tarian tradisional berlangsung sepanjang minggu.
•    Hari Minggu terakhir setiap bulan diadakan pertunjukan wayang kulit di istana.







•    Karena ini adalah tempat sakral sebaiknya Anda mengenakan pakaian yang sopan dan   tidak memakai topi di dalam keraton tersebut.
•    Pertunjukan latihan gamelan dan tarian tradisional berlangsung sepanjang minggu.
•    Hari Minggu terakhir setiap bulan diadakan pertunjukan wayang kulit di istana.


Berkeliling

Anda dapat menjelajahi istana ini dengan berjalan kaki. Istana ini terbuka untuk pengunjung pukul 8:30-12:30 kecuali hari Jumat dan Sabtu tutup pukul 11.00 WIB. Keraton tutup pada siang hari.

Anda dapat menjelajahi istana ini dengan berjalan kaki. Istana ini terbuka untuk pengunjung pukul 8:30-12:30 kecuali hari Jumat dan Sabtu tutup pukul 11.00 WIB. Keraton tutup pada siang hari.

Transportasi

Keraton terletak di pusat kota Yogyakarta dan dapat dijangkau dengan mudah oleh taksi, becak, andong, ataupun bus.

Keraton terletak di pusat kota Yogyakarta dan dapat dijangkau dengan mudah oleh taksi, becak, andong, ataupun bus.

Kegiatan

Di sini Anda dapat berjalan-jalan di sekitar istana dan menelusuri setiap detail kecil di kompleks kerajaan. Saat Anda memasuki istana maka Anda akan menapakkan kaki ke tempat yang sejuk dan tenang, tempat yang jauh dari terlepas dari panas, keramaian, dan hirup pikuk dunia luar. Menikmati suasana damai sambil berjalan-jalan di sekitar istana.

Di pintu masuk utama, Anda akan melihat sebuah peng

Di sini Anda dapat berjalan-jalan di sekitar istana dan menelusuri setiap detail kecil di kompleks kerajaan. Saat Anda memasuki istana maka Anda akan menapakkan kaki ke tempat yang sejuk dan tenang, tempat yang jauh dari terlepas dari panas, keramaian, dan hirup pikuk dunia luar. Menikmati suasana damai sambil berjalan-jalan di sekitar istana.

Di pintu masuk utama, Anda akan melihat sebuah penghalang besar atau baturana yang dirancang untuk mencegah roh jahat masuk. Hal ini diyakini bahwa roh jahat sulit untuk berbelok ke sudut dan lebih memilih untuk berjalan lurus.

Saat Anda pertama kali mendekati istana maka berjalan melalui sebuah paviliun atau pagelaran tempat kementerian sultan dan pasukannya berkumpul. Saat ini ruangan ini digunakan untuk pertunjukan musik dan teater pada acara-acara khusus seperti ulang tahun sultan.

Di belakang paviliun pertama terdapat Siti Hinggil atau 'Tanah yang dipertinggi’ untuk  penobatan raja. Anda dapat membayangkan langsung bagaimana kehidupan seorang calon sultan saat berdiri di sini dengan cemas menunggu untuk dinobatkan.

Sebagian besar paviliun atau "pendopo" adalah bangunan dengan ruang udara terbuka sampingnya, dihiasi oleh pilar-pilar berukir hiasan indah.

Salah satu bangunan yang paling mengesankan di sini adalah Bangsal Kencono adalah 'paviliun bertahtakan emas'. Bangunan megah ini merupakan contoh kesenian Jawa yang mencerminkan keragaman agama dan budaya daerah. Atap paviliun yang dihiasi dengan pola Hindu merah, dengan kelopak teratai Budha berwarna emas di dasarnya, sedangkan pilar didekorasi dengan kaligrafi Arab hijau dan emas mengutip ayat dari Quran.

Pada sisi selatan dan timur halaman terdapat serangkaian kamar serba guna. Salah satu kamar-kamar ini digunakan untuk mempersiapkan teh untuk sultan setiap hari. Jika Anda beruntung mungkin Anda dapat melihat prosesi pagi hari saat para pelayan wanita setengah baya berjalan membawa teh di bawah payung kerajaan.

Paviliun lain digunakan sebagai pengadilan, di mana persidangan diselenggarakan.

Di mana-mana Anda akan melihat laki-laki dan perempuan mengenakan kostum tradisional sedang berjalan-jalan dan duduk yang merupakan rombongan pengadilan dan penjaga. Anda tidak akan menemukan penjaga militer di sini, karena Keraton diyakini dilindungi oleh kekuatan makhluk halus.

Sebelum Anda pergi, lihatlah kereta kerajaan yang dipajang di kandang Rotowijayan. Hiasan indah pada kereta ini adalah hadiah dari Belanda. Beberapa kereta memiliki fungsi khusus seperti Kyai Rotopraloyo sebagai kereta khusus untuk membawa peti mati sultan ke pemakaman kerajaan.

Akses masuk ke rumah untuk Sultan dan keluarganya adalah melalui pintu masuk yang terpisah, jauh dari pintu gerbang pengunjung.

Tampilkan Lebih

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya