Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
5.00/5 (10 votes)
 

Dilihat:110811

Beranda » Solo Surakarta » Batik Solo : Berburu Batik Tradisional

Batik Solo : Berburu Batik Tradisional

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Solo Surakarta 1

  2. Solo Surakarta 2

  3. Solo Surakarta 3

  4. Solo Surakarta 4

  5. Solo Surakarta 5

  6. Solo Surakarta 6

  7. Solo Surakarta 7

  8. Solo Surakarta 8

  9. Solo Surakarta 9

  10. Solo Surakarta 10

  11. Solo Surakarta 11

  12. Solo Surakarta 12

  13. Solo Surakarta 13

  14. Solo Surakarta 14

 

Tinjauan

Batik merupakan ikon penting budaya Indonesia sekaligus kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial, budaya, dan adat masyarakat sehari-hari. Di masa lalu perempuan Jawa menjadikan keterampilan membatik sebagai sumber mata pencaharian mereka. Dapat dikatakan batik Indonesia sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dan masa penyebaran Islam di Indonesia.

Batik solo sendiri merupakan batik yang banyak diminati oleh masyarakat modern saat ini, karena corak dan warnanya yang unik dan beragam. Di Solo dikenal dua macam kain yang sudah tidak asing lagi di telinga, yaitu batik dan lurik. Batik yang berasal dari sekitar Solo dan Yogya dikenal dengan batik kesultanan. Biasanya warna yang digunakan adalah warna biru yang melambangkan bumi, coklat  yang melambangkan api, dan putih yang melambangkan udara dan air.

Batik solo menggunakan warna sogan (kombinasi warna coklat muda, coklat tua, coklat kekuningan, coklat kehitaman, dan coklat kemerahan). Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya baik dalam proses batik cap maupun dalam proses batik tulis. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”. Kekhasan batik solo sudah terkenal di seluruh Indonesia dan mancanegara, bahkan sudah menjadi produk eksport andalan.

Jika Anda ingin membeli batik di Solo, cobalah pergi ke Pasar Klewer yang dipenuhi oleh penjual batik. Anda bisa mendapatkan batik setengah harga di sini dari yang ada di toko-toko. Warna dan corak batik di sini sangat beragam dan unik. Jadi ingatlah untuk tetap fokus pada warna dan corak yang Anda mau. Jika Anda ingin berbelanja di pasar ini, lebih baik Anda datang lebih awal di pagi hari karena suhu di sini panas dan siangnya penuh sesak oleh pembeli.

Kota Solo memang merupakan salah satu tempat wisata belanja kain batik terkenal di Indonesia. Di sini banyak sekali terdapat sentra kain batik. Sentra yang tersohor antara lain di Pasar Klewer, kawasan Kampung Batik Laweyan, kawasan Kampung Wisata Batik Kauman, dan Pusat Grosir Solo (PGS). Kemampuan tawar menawar sangat diperlukan di sini. Harga akan tergantung dengan kualitas kain, proses, detail, kulitas pencelupan, dan cacat pada kain.

Tips

  • Sebelum Anda memutuskan untuk membeli batik yang Anda inginkan, lebih baik Anda memeriksa kondisi kain terlebih dahulu sehingga Anda yakin dengan kualitas batik yang Anda beli.
  • Kepandaian menawar harga penting saat Anda memburu batik di pasar batik tradisional.
  • Anda perlu lebih cermat dan teliti apabila ingin membeli batik yang berkulitas tinggi seperti batik tulis. Orang masih mengenal batik dari sisi motif atau desain batik saja padahal khusus batik tulis merupakan sebuah proses seni bernilai tinggi dari sebuah kain putih yang ditulis melalui niba (malam/lilin) mengikuti pola gambar dengan cara menulis (nitik). Untuk mengetahui dengan jelas apakah sehelai kain batik (model batik/baju batik) termasuk jenis batik tulis atau bukan {seperti batik kombinasi (kombinasi batik cap dan batik tulis); batik cap; batik printing; atau batik cabut (kombinasi batik printing dan batik tulis)} maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
  1. Batik tulis asli biasanya memiliki aroma yang khas, karena kain batik ini “disoga” atau diwarnai dengan bahan pewarna alami  kulit kayu, seperti kayu tingi (warna hitam),  kayu teger (warna kuning), kayu jambal (warna coklat), daun tom dan akarnya (warna biru).
  2. Batik tulis biasanya pada setiap gambar dan motifnya tidak sama persis atau asimetris. Ada bagian yang terlalu kecil dan ada bagian yang terlalu besar. “Cecek-cecek” dan “isinen” dalam tiap gambar juga tidak sama besar-kecilnya.
  3. Batik tulis selalu dibatik terusan, artinya sesudah dibatik “ngengrengan” dibatik lagi di belakang kain agar motif kelihatan lebih jelas. Mori yang dipakai biasanya lebih berat dibanding mori untuk jenis batik lainnya. Semakin kecil-kecil dan rumit motifnya, biasanya batik itu semakin halus.

Lihat dalam Peta

Batik Solo : Berburu Batik Tradisional

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Shopping

Shopping Jika shopping menjadi passion Anda, maka pergilah ke kota metropolitan alias Jakarta. Dengan merek-merek terkenal dari seluruh dunia, mall-mall di...

selengkapnya