Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
4.60/5 (5 votes)
 

Dilihat:310783

Beranda » Flores » Mencicipi Kacang Mete Kelas Dunia di Wolowaru

Mencicipi Kacang Mete Kelas Dunia di Wolowaru

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Bird Watching in Flores Komodo Island

    You can see or doing some activities, watching the eagle in Flores Komodo Island.
  2. Crepes with Mango in Flores Komodo Island

    This is one of nice combination of cuisine in Flores Komodo Island Resort. Crepes with Mango.
  3. Diver Silhouette in Flores Komodo Island

    Enjoy the biodiversity under the sea at Flores Komodo Island.
  4. Enjoying The Afternoon at Flores Komodo Island

    Enjoying the Afternoon at Flores Komodo Island. Photo taken from www.floreskomodo.com
  5. Fish in the Dish

    Fish In the dish. Enjoy cuisine at Flores Komodo Island.
  6. Ikat Salesman in Flores Komodo

    Ikat, traditional textile from Flores. This man is selling ikat directly to the tourist in Flores Komodo Island.
  7. Stone Relics in Flores Komodo Island

    Prehistoric artefak, Stone Relic in Flores Komodo Island.
  8. Traditional War Dance in Flores

    This is the traditional war dance in Flores Komodo Island.
  9. Man Walking with Buffalo

    The picture of a man with buffalo and his children.
  10. Flores Larantuka Paskah

    The spirit of Easter decorated the exotic island of Flores, as the congregation lit their candle for the celebration of Easter night. Photo by Campbell Bridge.
  11. Pasola

    Pasola
  12. Caci

    Caci
  13. mete peanut1

    Mete Peanut
  14. mete peanut2

    Mete Peanut
  15. cancar1

  16. cancar2

  17. cancar3

  18. waerebo1

    Photo by Leonardus Nyoman
  19. waerebo2

    Photo by Leonardus Nyoman

 

Tinjauan

Musim panen jambu mete di Pulau Flores seolah sebuah pesta yang baru saja selesai. Permukaan tanah ditutupi ribuan jambu mete jatuh di atasnya tak sempat ditampung petani yang kewalahan memanennya. Flores tak hanya mahsyur karena kakao, kemiri, kopra, kayu manis, mangga, atau kelapa, karena jambu mete pun tumbuh subur di atas tanahnya yang kerontang ditingalkan hujan selama 10 bulan.

Di berbagai desa sepanjang jalan Lintas Flores nampak jelas pohon ini menjadi bagian dari tanaman penghasil sekaligus pelindung yang tumbuh di halaman rumah. Lihatlah di atas tanah yang tak jauh dari pohonnya, buah jambu mete bertaburan seolah tak lagi mampu dimanfaatkan karena begitu melimpah.

Morfologi pulau Flores yang unik telah menjadikan hujan hanya singgah selama 2 bulan saja dalam setahun. Mungkin justru karena karakter tanahnya sehingga kacang mete yang merupakan biji yang menyembul dari buah jambunya terasa lebih kering dan renyah. Ada rasa seperti kerupuk gurih yang terus ingin dihaluskan di dalam mulut.

Semua itu bisa didapatkan menjadi makanan berselera setelah melalui proses pengolahan kacang mete di Wolowaru, sekitar 65 kilometer dari Kota Ende. Desa ini mungkin tidak lebih populer dari Moni yang hanya terpisah jarak sekitar 30 kilometer ke arah bukit yang menanjak. Tapi di desa ini, kacang mete menemukan tempat persinggahannya sebelum dieksport ke berbagai kota di Indonesia, bahkan ke luar negeri.

Kualitas kacang mete dari Wolowaru sungguh tak usah dipertanyakan lagi. Jenis kacangnya sudah tepilih dari pengelompokan kacang organik dan non-organik. Biji jambu mete yang diolah hanya yang jatuh dari pohon. Terlihat bahwa proses seleksi bahan bakunya pun dibantu oleh alam.

Badan sertifikasi yang datang dari Eropa setiap tahunnya akan tahu pasti mana yang jatuh dari pohon dan mana yang dipetik. Pemetikan sudah pasti menyalahi proses seleksi. Semua ini adalah proses ketat karena pasar Eropa menuntut kualitas prima.

Masyarakat Eropa seperti Jerman, Swiss, Belgia, dan Perancis, serta Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Australia mengakui bahwa kacang mete Flores adalah produk terbaik, jauh lebih baik dari Afrika dan India.

Harga bahan baku kacang mete organik yang baik tentu lebih tinggi dari non-organik. Satu kilo kacang mete organik olahan yang sudah dikemas dibumbui dan siap maka harganya jauh lebih tinggi di pasaran. Sebagai gambaran, per kilo paket kacang mete siap makan bisa mencapai Rp140.000,-.

Seorang warga dari Jawa Timur bernama Cahyo melihat peluang ini dan ia merintis usaha pengolahan kacang mete di Wolowaru. Dengan menampung kacang mete dari pemasok seluruh pulau Flores, terutama dari perkebunan jambu mete di Ile Padung, Larantuka, Cahyo memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas sebagai industri rumah tangganya. Kacang mete yang masih terbalut kulitnya yang keras dijemur di lantai berpermukaan semen tempat memarkirkan motor dan menyimpan pot-pot bunga. Dari tepi jalan, tempat ini hampir tak nampak karena dibentengi warung kelontong dan rumah makan bernama Warung Jawa Timur.

Sebuah ruangan berjendela ram kawat di belakang warung dipadati karung berisi kacang mete yang sudah kering dan siap dipecah kulitnya. Berjejal dengan karung, meja menghadap dinding tembok dipadati hampir selusin pekerja yang bekerja berdasarkan tugas masing-masing. Di antara mereka ada yang mengayunkan tuas pemecah kulit kacang mete dan yang lain bertugas membersihkan kacang yang sudah dikuliti.

Proses pembelahan kacang, pemilahan, serta pembersihan melalui beberapa tahap. Dari pembersihan awal hingga finishing, seolah membuat benda kecil yang sangat berharga. Sarung tangan plastik dan penutup mulut dikenakan pegawainya sehingga pasti tidak ada kontaminasi dalam mengemasnya. Asyiknya, pengunjung bisa melihat semua proses ini termasuk mengikuti uji rasa atau cashewnut tasting.

Proses ini memang panjang karena sudah ditetapkan oleh badan inspeksi dan sertifikasi dari Swiss yang khusus memeriksa pengolahan kacang mete yang disebut IMO (International Marketecotologi). Setiap tahun, badan ini datang dan memeriksa semua proses termasuk bahan dasar dan fasilitas.

Selain Wolowaru mendapat sertifikat IMO, perkebunan di Ilepadung, Larantuka pun bersertifikasi sejak 2005. Bila keterlibatan badan khusus sudah ada dalam bagian proses pengolahan maka tak perlu ragu bahwa kacang mete Flores, khususnya pengolahan di Wolowaru adalah makanan yang sudah pasti bermutu tinggi.

Faktanya, kacang mete memang mengandung beberapa komponen nutrisi yang sangat berguna bagi tubuh. Mengkonsumsi kacang mete membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena terdapat 33% angka kecukupan gizi (AKG) pada elemen zinc. Selain itu, kacang mete dapat mengurangi perasaan depresi karena ada asam amino tryptophan yang dapat mengatasi rasa sedih dan meningkatkan sensasi semangat. Kacang mete juga dapat melindungi penuaan kulit serta mengurangi resiko gigi berlubang.

Secara ekonomi, usaha pengolahan kacang mete ini telah menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi sumber pendapatan rumah tangga bahkan daerah. Tak pelak, sebuah organisasi pembangunan masyarakat lokal turut serta membantu usaha ini guna meningkatkan perekonomian masyarakat di Flores pada umumnya.

 

Acara Terkait

26-30

Nov 2014

Lihat Acara Lainnya

Lihat dalam Peta

Mencicipi Kacang Mete Kelas Dunia di Wolowaru

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Desa Tradisional

Desa Tradisional Sebagai negara dengan lebih dari 350 kelompok etnik, keanekaragaman budaya Indonesia layak untuk  dijelajahi. Temukan kebudayaan unik and...

selengkapnya

Berjalan-jalan

Berjalan-jalan Berjalan-jalan selama setengah hari atau sehari penuh di hari libur atau diantara acara konferensi selalu menjadi pengantar yang indah dalam tujuan...

selengkapnya