Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
5.00/5 (2 votes)
 

Dilihat:140178

Beranda » Kepulauan Derawan » Pari Manta: Raksasa di Perairan Tropis

Pari Manta: Raksasa di Perairan Tropis

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Keindahan Bawah Laut Kepulauan Derawan/ Derawan Archipelago's Underwater Scenery

  2. Kepulauan Derawan/ Derawan Archipelago

  3. Kepulauan Derawan/ Derawan Archipelago

  4. Derawan Archipelago

  5. Derawan Archipelago

  6. Keindahan Bawah Laut Kepulauan Derawan/ Derawan Archipelago's Underwater Scenery

  7. Keindahan Bawah Laut Kepulauan Derawan/ Derawan Archipelago's Underwater Scenery

  8. Keindahan Bawah Laut Kepulauan Derawan/ Derawan Archipelago's Underwater Scenery

  9. Keindahan Bawah Laut Kepulauan Derawan/ Derawan Archipelago's Underwater Scenery

  10. Keindahan Bawah Laut Kepulauan Derawan/ Derawan Archipelago's Underwater Scenery

  11. Bayi Penyu Menuju Ke Laut/ Baby Turtle's Off To Sea

  12. Losmen di Tepi Derawan/ An Inn on The Shore of Beach

    Courtesy of Thaliq Anshari
  13. Pagi Hari di Pantai, Kepulauan Derawan/ One of The Beach in Derawan Archipelago in the morning

    Courtesy of Thaliq Anshari
  14. Sebuah Sudut Kepulauan Derawan/A Pieceful Corner of Derawan Archipelago

    Courtesy of Thaliq Anshari
  15. Sunrise di Kepulauan Derawan/ Sunrise at Derawan Archipelago

  16. Bandara Kalimarau/Kalimarau Airport, Derawan

  17. Derawan

  18. Derawan

 

Tinjauan

Meski dikenal sebagai ikan yang hidup di semua perairan tropis namun nyatanya tidak mudah bertemu dengan ikan yang satu ini, pari manta. Indonesia termasuk beruntung sebab di sejumlah perairannya menjadi lokasi untuk melihat atau berenang bersama pari manta. Salah satu lokasi terbaik untuk berenang bersama ikan mengagumkan ini adalah di Pulau Sangalaki, tepatnya di kawasan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.

Derawan memang tersohor sebagai salah satu surga tropis yang keindahannya nyaris setara dengan Raja Ampat. Pari manta tak ayal menjadi salah satu daya tarik utama kawasan ini. Ia dapat menjadi semacam bonus saat menyelami keindahan ekositem laut dan keanekaragaman hayati di Pulau Sangalaki. Pulau Sangalaki telah dikenal sebagai salah satu pusat ikan pari manta di dunia. Apabila berkesempatan mengunjungi pulau ini dan beruntung, puluhan pari manta perut putih dan perut hitam akan menjadi teman menyelam yang ramah dan menyenangkan. Titik menyelam yang populer di wilayah Pulau Sangalaki, di antaranya yaitu Manta Run, Manta Parade, Manta  Avenue, dan Ridge.

Manta diambil dari bahasa Spanyol yang berarti "selimut”.  Tubuh pipih dengan sirip dada yang lebar membuatnya serupa selimut raksasa yang mengarungi lautan. Meski bertubuh raksasa dan masih merupakan kerabat hiu, pari manta tidak menyerang manusia. Dari sekira 40 spesies pari yang ada di dunia (khusus famili Myliobatidae), pari manta dikatakan sebagai pari terbesar. Lebar tubuh pari manta di Pulau Sangalaki rata-rata 3,5 m namun pernah ditemukan hingga sepanjang 6 meter. Berat tubuhnya dapat mencapai 3 ton!

Volume otak manta yang kabarnya lebih besar dibandingkan ikan pari lain dan hiu kerabatnya menjadi alasan dasar asumsi bahwa pari manta lebih cerdas dibandingkan jenis dan kerabatnya yang lain. Terdapat sepasang sirip sefala (kepala) yang menyerupai tanduk di dekat mulut pari manta. Inilah yang merupakan salah satu ciri khas pari manta yang berfungsi membantu mengarahkan plankton ke mulutnya. Pari manta memang memakan plankton sebagai makanan utama (selain udang dan ikan kecil). Ia berenang sambil membuka mulutnya lebar-lebar agar air yang mengandung makanan dapat masuk. Lima pasang celah insang di bagian bawah tubuh manta akan mengelurakan air yang masuk melalui mulutnya tersebut. Uniknya, terdapat tapis insang atau piringan penyaring (filter plate)  di celah insang tersebut sehingga plankton tidak ikut keluar bersama air laut.

Jumlah giginya sekira 300, berbentuk serupa pasak dan terletak nyaris tersembunyi di bawah kulit. Gigi tersebut bukanlah dimanfaatkan untuk menguyah makanan. Kabarnya, meski belum dapat dibuktikan, gigi-gigi tersebut mungkin berguna saat manta melakukan perkawinan.

Pari manta memiliki tulang lunak dan termasuk dalam kelompok hewan ovovivipar, yaitu hewan yang menetaskan telurnya di dalam tubuh induk. Seekor manta betina dapat menampung 2 (dua) bayi manta
sekaligus. Menurut perkiraan, masa kehamilan pari manta adalah sekira 9-12 bulan.  Bayi pari manta yang baru lahir dapat berukuran 1,2 meter lebarnya dan 45 kg bobot tubuhnya. Saat keluar dari tubuh induknya, kondisi sirip bayi manta masih terlipat namun begitu ia dapat langsung berenang saat mulai mengembangkan siripnya.

Pari manta yang usia maksimalnya diketahui mencapai 20 tahun ini hidup di perairan dengan kedalaman lebih dari 10 m. Pari manta yang berenang akan terlihat seolah-olah terbang dengan anggun dan tenang saat mengarungi perairan tropis. Manta bergerak dengan menggunakan sirip dadanya dari kepala hingga bagian belakang. Akan tetapi, sewaktu-waktu ikan ini dapat terlihat di permukaan atau bahkan melompat dan “terbang” di atas permukaan air.

Mengenai kebiasaan mereka “terbang” ke atas permukaan air, sejumlah spekulasi tercetus. Diantaranya adalah bahwa pari manta sedang berusaha melarikan diri dari pemangsa atau dapat juga merupakan cara manta untuk mengusir parasit di tubuhnya. Sumber lain percaya bahwa atraksi “terbang” tersebut merupakan bentuk komunikasi antar manta satu dan lainnya. Diperkirakan juga, kegiatan melompat ke atas permukaan air tersebut adalah sebagai usaha memikat lawan jenis atau untuk unjuk kekuatan.

Pari manta yang lapisan kulitnya dilindungi lendir ini harus membersihkan diri secara rutin. Untuk membersihkan dirinya, ia membutuhkan bantuan ikan kecil yang secara mutualisme memakan bakteri dan parasit di tubuhnya. Manta Cleaning Station adalah sebutan bagi lokasi ditemukannya sekelompok manta bersimbiosis mutualisme dengan ikan kecil, seperti ikan ramora. Apabila beruntung mengunjungi lokasi pada waktu dan tempat yang tepat, Anda kemungkinan dapat bercengkerama dengan sekira 10-20 manta atau bahkan lebih dari itu. Tentu saja, berenang di antara puluhan ikan raksasa akan menjadi sebuah pengalaman yang mengasikkan dan penuh kesan.

Pari manta kini masuk dalam kategori nyaris terancam punah (near threatened) berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUNC). Hal ini dikarenakan populasi pari manta diperkirakan terus berkurang dan kian mendekati kepunahan. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya, diantaranya yaitu polusi air laut, tingkat perkembangbiakan atau tingkat kelahiran manta yang rendah, dan yang sangat disayangkan adalah perburuan liar manta.

Pari manta menjadi sasaran tangkapan nelayan untuk diburu dagingnya. Harga satu ekor pari manta dapat mencapai (minimal) Rp3 juta. Bahkan insang pari manta menjadi komoditi yang paling dicari sebab dipercaya berkhasiat bagi keperkasaan kaum pria. Sementara daging pari manta biasanya diperdagangkan untuk diolah dengan cara dikeringkan sebagai bahan pembuatan dendeng atupun abon.

Selain di Kepulauan Derawan, menyaksikan pari manta dapat pula menjadi pengalaman yang tak terlupakan saat Anda mengunjungi Manta Sandy  di Raja Ampat, Papua; Nusa Penida di Bali; dan Karang Makasar di Pulau Komodo.

Lihat dalam Peta

Pari Manta: Raksasa di Perairan Tropis

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Berpetualang

Berpetualang Berparahu, trekking, berselancar, dan panjat tebing. Itu hanya sebagian petualangan mendebarkan yang ditawarkan di negeri ini. Dari arung jeram di...

selengkapnya