Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:47400

Beranda » Festival Lembah Baliem

Festival Lembah Baliem

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Baliem Valley Festival 1

    The indigenous boy of Baliem Valley
  2. Baliem Valley Festival 2

    They hold bows and arrows. Ready to hunt the pig.
  3. The Chieftain, Baliem Valley festival

    This is the face of the chieftain of the Baliem Valley.
  4. Baliem Valley Festival

    Hundreds men who hold their javelins. And ready to have mock of war dance in the festivals.
  5. Baliem Valley Festival 6

    Watching at the tower. He is the eye of his tribe. Watching the enemies (not the real enemies, literally).
  6. Baliem Valley Festival

    Girls of Baliem Valley. Wearing the traditional make up.
  7. Baliem Valley Festival

    And the song of war begins. At the modern era, many people from papua has become the popular singer in Indonesia.
  8. Baliem Valley Festival 10

    Traditional War dance, man and woman, move their feet with rhytmics tribal sound.
  9. Warriors in the Baliem Valley Festival

    Posing proudly, the tribesmen are ready to start the colossal mock war. The closer the spears hurl by the attacking tribesmen, the louder the cheers.
  10. A Towering Lookout Post

    In the vicinity of the valley live a group of people who master the art of tree climbing. They even live on the tree. They are the Korowais.
  11. Meet your friendly locals

    A second to this moment, a five-star smile is such an unexpected surprise as you rejoice amongst the tribes
  12. Dancing for the Warriors

    Each tribal warriors bring their own supporters. These young girls dance to amplify the warring spirit in the staged war dance.
  13. Proudly Dani

    Held only once a year, the festival introduces many faces of the untouched land of Papua. The man has a pierced nose, and he has so many nose-piercing friends just like, if not better than him.
  14. The Best Spot to Watch

    The festival is so grand. A thousand participants flock in a massive land, and a best spot to watch the hurling spears is set
  15. Baliem Festival Beauties

    Each tribe presents its true identity by the costumes and ornaments that become extraordinary sight never been seen before
  16. Getting dressed for success

    The festival is a rare occasion. The local people participate voluntarily in their best looking performance.
  17. Kids Playing with Bows and Arrows

    The deep-rooted heritage of their ancestors are introduced in the early age. These boys are practicing the safe archery taught by their fathers.
  18. Tribune at Baliem Festival

    The Baliem Valley Festival itself is normally held in the beginning of August, facing the Indonesian national independence day. The main attraction of the festival is the massive mock tribal war involving various tribes living in the vicinity of Baliem Valley, such as Dani, Lani and Yali tribes.

 

Tinjauan

Inilah festival luar biasa dan telah menjadi daya tarik pengunjung di Papua. Festival Lembah Baliem awalnya merupakan acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Sebuah festival yang menjadi ajang adu kekuatan antarsuku dan telah berlangsung turun temurun namun tentunya aman untuk Anda nikmati.

Festival Lembah Baliem berlangsung selama tiga hari

Inilah festival luar biasa dan telah menjadi daya tarik pengunjung di Papua. Festival Lembah Baliem awalnya merupakan acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Sebuah festival yang menjadi ajang adu kekuatan antarsuku dan telah berlangsung turun temurun namun tentunya aman untuk Anda nikmati.

Festival Lembah Baliem berlangsung selama tiga hari dan diselenggarakan setiap bulan Agustus bertepatan dengan bulan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Awalnya pertama kali digelar tahun 1989. Yang istimewa bahwa festival ini dimulai dengan skenario pemicu perang seperti penculikan warga, pembunuhan anak suku, atau penyerbuan ladang yang baru dibuka. Adanya pemicu ini menyebabkan suku lainnya harus membalas dendam sehingga penyerbuan pun dilakukan. Atraksi ini tidak menjadikan balas dendam atau permusuhan sebagai tema tetapi justru bermakna positif yaitu Yogotak Hubuluk Motog Hanoro yang berarti Harapan Akan Hari Esok yang Harus Lebih Baik dari Hari Ini.

Suku-suku di suku Papua meski mengalami modernisasi tetapi masih memegang teguh adat istiadat dan tradisi mereka. Salah satu yang paling menonjol adalah pakaian pria suku Dani yang hanya mengenakan penutup kemaluan atau disebut koteka. Koteka terbuat dari kulit labu air yang dikeringkan dan dilengkapi dengan penutup kepala yang terbuat dari bulu cendrawasih atau kasuari, sedangkan para wanita suku Dani mengenakan rok yang terbuat dari rumput atau serat pakis yang disebut sali. Saat membawa babi atau hasil panen ubi, para wanita membawanya dengan tas tali atau noken yang diikatkan pada kepala mereka.  

Suku Dani terbiasa berperang untuk mempertahankan desa mereka atau untuk membalas dendam bagi anggota suku yang tewas. Para ahli antropologi menjelaskan bahwa "perang suku Dani" lebih merupakan tampilan kehebatan dan kemewahan pakaian dengan dekorasinya daripada perang untuk membunuh musuh. Perang bagi Suku Dani lebih menampilkan kompetensi dan antusiasme daripada keinginan untuk membunuh. Senjata yang digunakan adalah tombak panjang berukuran 4,5 meter, busur, dan anak panah. Seringkali, karena perang orang terluka daripada terbunuh, dan yang terluka dengan cepat dibawa keluar arena perang.

Kini, perang suku Dani diadakan setiap tahun di Festival Bukit Baliem di Wamena selama bulan Agustus (lihat Kalender Acara). Dalam pesta ini, yang menjadi puncak acara adalah pertempuran antara suku Dani, Yali, dan Lani saat mereka mengirim prajurit terbaiknya ke arena perang mengenakan tanda-tanda kebesaran terbaik mereka. Festival ini dimeriahkan dengan Pesta Babi yang dimasak di bawah tanah disertai musik dan tari tradisional khas Papua. Ada juga seni dan kerajinan buatan tangan yang dipamerkan atau untuk dijual.

Setiap suku memiliki identitasnya masing-masing dan orang dapat melihat perbedaan yang jelas di antara mereka sesuai dengan kostum dan koteka mereka. Pria suku Dani biasanya hanya memakai koteka kecil, sedangkan pria suku Lani mengenakan koteka lebih besar, karena tubuh mereka lebih besar daripada rata-rata pria suku Dani. Sedangkan pria suku Yali memakai koteka panjang dan ramping yang diikatkan oleh sabuk rotan dan diikat di pinggang.

Dengan menghadiri Festival Lembah Baliem maka Anda akan memiliki kesempatan langka untuk belajar dan bersentuhan langsung dengan beragam tradisi suku-suku setempat yang berbeda-beda tanpa harus mengunjunginya ke pedalaman Papua Barat yang jauh dan berat. Diperkirakan festival ini diikuti oleh lebih dari 40 suku lengkap dengan pakaian tradisional dan lukisan di wajah mereka.

Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Akomodasi

Di sekitar Wamena terdapat beberapa penginapan, bahkan di antaranya sudah berkelas internasional. Oleh karena itu anda disarankan untuk memesan paket melalui pelaksana perjalanan yang akan mengatur perjalanan anda dan menyediakan transportasi dan akomodasi.

(Klik : Cari Hotel)

Di sekitar Wamena terdapat beberapa penginapan, bahkan di antaranya sudah berkelas internasional. Oleh karena itu anda disarankan untuk memesan paket melalui pelaksana perjalanan yang akan mengatur perjalanan anda dan menyediakan transportasi dan akomodasi.

(Klik : Cari Hotel)

Tips

Jika berniat melakukan perjalanan sendiri ke daerah pedalaman maka untuk keselamatan disarankan untuk melaporkan perjalanan Anda ke Kepolisian saat tiba di bandara.



Jika berniat melakukan perjalanan sendiri ke daerah pedalaman maka untuk keselamatan disarankan untuk melaporkan perjalanan Anda ke Kepolisian saat tiba di bandara.

Transportasi

Anda dapat terbang dari Jakarta, Makassar, atau Bali ke Jayapura, kemudian lanjutkan penerbangan ke Wamena dengan pesawat Hercules ataupun Twin Otter. Dari sini Anda dapat langsung ke jantung Bukit Baliem pada hari yang sama.

Sejumlah agen perjalanan secara teratur mengatur wisata ke lembah Baliem. (Klik Cari Agen Perjalanan)



Anda dapat terbang dari Jakarta, Makassar, atau Bali ke Jayapura, kemudian lanjutkan penerbangan ke Wamena dengan pesawat Hercules ataupun Twin Otter. Dari sini Anda dapat langsung ke jantung Bukit Baliem pada hari yang sama.

Sejumlah agen perjalanan secara teratur mengatur wisata ke lembah Baliem. (Klik Cari Agen Perjalanan)

Kuliner

Di saat akhir peperangan akan diselenggarakan perayaan makan bersama di dekat arena perang. Jika Anda memesan paket tur maka penyelenggara akan menyediakan tempat makan untuk Anda. Di sini Anda juga tentunya dapat menikmati pertunjukan musik dan tari tradisional dimana Anda dapat ikut bergabung.



Di saat akhir peperangan akan diselenggarakan perayaan makan bersama di dekat arena perang. Jika Anda memesan paket tur maka penyelenggara akan menyediakan tempat makan untuk Anda. Di sini Anda juga tentunya dapat menikmati pertunjukan musik dan tari tradisional dimana Anda dapat ikut bergabung.

Kegiatan

Selama festival, siapkan kamera Anda dalam memori berkapasitas besar. Karena Anda akan banyak melihat hal-hal unik yang tidak boleh dilewatkan. Peserta suku yang terlibat lebih dari seribu orang dengan mengenakan tanda-tanda kebesaran suku mereka. Ada yang unik yaitu mereka menggunakan  kacamata hitam trendy meski dalam pakaian tradisional. Mintalah mereka dengan sopan agar berpose bersama An

Selama festival, siapkan kamera Anda dalam memori berkapasitas besar. Karena Anda akan banyak melihat hal-hal unik yang tidak boleh dilewatkan. Peserta suku yang terlibat lebih dari seribu orang dengan mengenakan tanda-tanda kebesaran suku mereka. Ada yang unik yaitu mereka menggunakan  kacamata hitam trendy meski dalam pakaian tradisional. Mintalah mereka dengan sopan agar berpose bersama Anda karena jelas ini hal yang tidak biasa yang tidak boleh dilewatkan.

Anda juga dapat menyaksikan pertunjukan pikon atau alat musik tradisional yang mengisahkan kehidupan manusia. Ada juga karapan babi yang manjadi atraksi menarik dan menimbulkan keriuhan peserta dan penonton. Selain itu Anda dapat menyaksikan perlombaan memanah, melempar sege atau tongkat ke sasaran, puradan yaitu menggulirkan roda dari anyaman rotan, dan sikoko yaitu melempar pion ke sasaran. Perlombaan-perlombaan ini dapat Anda ikuti secara langsung.

Yang perlu Anda lakukan selama festival hanya mengamati dan menikmati perang saja sambil memotret. Semakin lama festival ini berlangsung maka suasana perang dengan tombak, parang, dan panah yang menghantam lawan akan semakin dekat dan seru. Semakin banyak tombak yang meleset maka semakin keras sorakan dari ratusan penonton. Suku-suku ini telah mengikuti festival perang setiap tahun sehingga acaranya semakin menarik tiap tahunnya.

Setelah festival selesai, pengunjung dapat berjalan-jalan ke Pasar Suku Dani di Wamena dan mengunjungi Desa tradisional Wauma yang dapat dicapai dengan mobil dari Wamena. Di Aikima Anda dapat melihat mumi kepala desa yang telah berumur 250 tahun. Dari Aikima setelah mendaki 2 jam  Anda dapat melihat mata air garam yang telah digunakan wanita suku Dani selama berabad-abad untuk membuat garam dengan cara yang sederhana.

Tampilkan Lebih

Aktivitas Terkait

Desa Tradisional

Desa Tradisional Sebagai negara dengan lebih dari 350 kelompok etnik, keanekaragaman budaya Indonesia layak untuk  dijelajahi. Temukan kebudayaan unik and...

selengkapnya