Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
4.00/5 (2 votes)
 

Dilihat:115793

Beranda » Kota Tua Batavia » Roti Buaya: Simbol Kesetiaan Hantaran Pengantin Betawi

Roti Buaya: Simbol Kesetiaan Hantaran Pengantin Betawi

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Cafe Batavia

    Cafe Batavia
  2. Menara Syahbandar

    Menara Syahbandar Pelabuhan Sunda Kelapa
  3. Pelabuhan Sunda Kelapa

    Pelabuhan Sunda Kelapa
  4. Pelabuhan Sunda Kelapa

    Pelabuhan Sunda Kelapa
  5. Meriam Museum Fatahillah

    Meriam Museum Fatahillah Jakarta
  6. Museum Fatahillah

    Koleksi Museum Fatahillah
  7. Museum Fatahillah/ Fatahillah Museum

  8. Onthel Bicycle at Old Batavia/ Sepeda Onthel Kota Tua Batavia

  9. Stasiun Jakarta at Old Batavia/ Stasiun Jakarta di Kota Tua

  10. Dharma Bhakti Vihara at Old Batavia/Vihara Dharma Bhakti di Kota Tua Jakarta

  11. Toko Merah at Old Batavia

  12. Mandiri Museum at Old Batavia/ Museum Mandiri di Kota Tua

  13. St. Maria De Fatima Church at Old Batavia/Gereja St. Maria De Fatima di Kota Tua Jakarta

  14. Textile Museum at Old Batavia/ Museum Tekstil di Kota Tua Jakarta

 

Tinjauan

Dalam sebuah pesta pernikahan adat Betawi, tidak akan lengkap tanpa adanya roti buaya. Roti ini adalah hantaran yang dibawa mempelai pria untuk pengantin sebagai tanda kesetiaan abadi. Roti yang memang dirupai seperti buaya ini panjangnya mencapai setengah meter atau bahkan ada yang hingga satu meter.

 

Hantaran mempelai pria kepada pengantin Betawi biasanya mencakup beberapa hal, yaitu: sirih nanas lamaran, sepiring makanan kesukaan pengantin, mahar, kotak berisi sayuran, buah-buahan ditempatkan dalam wadah berbentuk perahu, kue pengantin, dan hadiah lain termasuk perhiasan, pakaian, sepatu, tas, dan kosmetik. Diantara barang-barang hantaran tersebut tentunya roti buaya tidak luput dibawa. Tradisi mengusung roti buaya dalam adat pernikahan Betawi masih berlanjut hingga saat ini.

 

Semua hantaran dibawa beriingan oleh anggota keluarga pengantin pria. Mereka mengenakan pakaian tradisional berwarna-warni menuju ke rumah pengantin dimana akad pernikahan akan berlangsung. Mempelai pria akan memimpin iring-iringan pengantin, didahului anak laki-laki yang membawa dekorasi sambil membawa sepasang roti buaya, satu berukuran besar dan lainnya kecil diletakkan bertumpuk. Roti buaya besar melambangkan mempelai pria dan roti buaya kecil melambangkan mempelai perempuan.

 

Roti buaya dalam adat pernikahan Betawi melambangkan janji setia mempelai pria kepada mempelai wanita. Buaya dipilih karena hewan tersebut melambangkan kesetiaan abadi. Buaya diyakini sebagai binatang yang hanya setia pada satu pasangan sepanjang hidup mereka. Sementara roti itu sendiri melambangkan kemakmuran ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat Betawi percaya bahwa roti buaya tidak hanya akan membawa keberuntungan dan masa depan yang lebih baik bagi pengantin baru tetapi juga membawa harapan bahwa pasangan baru akan setia satu sama lain sepanjang hidup mereka.

 

Roti buaya dulunya terbuat dari singkong namun sekarang lebih banyak dibuat dari tepung terigu. Roti buaya biasanya dibuat berdasarkan pesanan dalam pilihan dua ukuran, yaitu setengah dan satu meter. Roti ini seringkali dihias agar atau diisi dengan coklat atau keju.

 

Menandai kemeriahan pernikahan adat Betawi biasanya di rumah pengantin wanita juga akan digelar musik tradisional tanjidor. Pesta pernikahan akan berlangsung hingga larut malam dengan pertunjukan film layar tancap. Acara hiburan gratis tersebut akan ditemani suguhan makanan tradisional berupa kacang, teh, serta pisang yang digantung di tiang tenda dan siapa pun bebas memetiknya.

Foto karya Gunawan Kartapranata.

Acara Terkait

25

Mar 2015

Lihat Acara Lainnya

Lihat dalam Peta

Roti Buaya: Simbol Kesetiaan Hantaran Pengantin Betawi

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya