Destinasi di Indonesia
Dilihat:48035
Beranda » Kota Tua Batavia » Tari Lenggang Nyai: Menari Gerak Ceria Gadis Betawi
Tari Lenggang Nyai: Menari Gerak Ceria Gadis Betawi
Fixed Dimensions
-
-
-
Cafe Batavia
Cafe Batavia
-
Menara Syahbandar
Menara Syahbandar Pelabuhan Sunda Kelapa
-
Pelabuhan Sunda Kelapa
Pelabuhan Sunda Kelapa
-
Pelabuhan Sunda Kelapa
Pelabuhan Sunda Kelapa
-
Pelabuhan Sunda Kelapa
Turis di Pelabuhan Sunda Kelapa
-
Meriam Museum Fatahillah
Meriam Museum Fatahillah Jakarta
-
Museum Fatahillah
Koleksi Museum Fatahillah
Tinjauan
Masyarakat asli Jakarta ini berasal dari akulturasi berbagai etnis seperti Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu, dan Tionghoa. Mereka datang ke Batavia pada masa Hindia Belanda dan menciptakan akulturasi budaya dimana beragam seni dan budaya baru tersebut benar-benar mencerminkan perpaduan dan pembauran yang begitu memikat. Nah, salah satunya dapat kita temukan pada dan salah satunya adalah tari Lenggang Nyai.
Tarian ini menggambarkan gadis belia yang lincah sekaligus anggun dengan banyak dipengaruhi unsur budaya China. Bentuk tarian kreasi baru ini diciptakan pada 1998 namun sudah banyak dimainkan di berbagai acara dan negara. Bahkan, kini tari Lenggang Nyai berdampingan dengan kesenian ondel-ondel sebagai ikon masyarakat Betawi.
Tari Lenggang Nyai adalah hasil ciptaan seorang penari asal Yogyakarta bernama Wiwik Widiastuti. Wanita yang berprofesi sebagai pelatih tari (koreografer) ini memang bukan keturunan asli Betawi namun kecintaanya terhadap seni tari Indonesia terutama seni tari Betawi telah mendorongnya menciptakan sebuah kreasi tari baru berlatar belakang cerita rakyat Betawi yaitu cerita Nyai Dasima. Saat ini sudah ada beberapa tari kreasi baru Betawi yang ia ciptakan seperti none tugu, kembang lambang sari, gejrug jidat, topeng tiga, bodoran, dan lipet gandes. Akan tetapi, yang paling banyak dikenal adalah tari lenggang nyai.
Tari Lenggang Nyai diciptakan berdasarkan cerita rakyat Nyai Dasimah. Nyai Dasima merupakan seorang gadis cantik Betawi yang hidup pada masa Hindia Belanda di Batavia. Karakter Nyai Dasima digambarkan sebagai seorang yang ceria, lincah, cantik dan baik hati. Nyai Dasima pada masa itu dihadapkan pada pilihan sulit dalam menentukan pasangan hidup. Ada dua orang pria yang ingin memperistrinya, pertama seorang Belanda dan satu lagi orang pribumi. Akhirnya dia memilih untuk menjadi istri pria Belanda yang bernama Edward William. Akan tetapi, selama menikah kehidupan Dasima terkekang peraturan yang dibuat oleh suaminya sehingga merasa haknya sebagai seorang wanita tidak dihargai. Dasima pun memberontak, berjuang dan berhasil menentukan arah dan tujuan hidupnya. Tari lenggang nyai sendiri berasal dari kata ‘lengang’ yang berarti melengak-lengok dan kata ‘nyai’ diambil dari cerita Nyai Dasima.
Tari lenggang dikombinasikan dengan unsur kesenian Betawi lainnya seni tanjidor, seni tari cokek, dan seni tari topeng. Pertunjukkannya dibawakan sekelompok gadis belia berjumlah 4 atau sampai 6 orang. Kecerian tarian ini terlihat dari gerak tubuh, kaki dan tangan penari yang dinamis bergerak dari satu sisi ke sisi lain mencerminkan bagaimana Nyai Dasima memperjuangkan pilihan hidupnya. Sedangkan intrumen musik utama yang mengiringi tarian ini adalah gambang kromong yang dikolaborasikan dengan instrument musik modern lainnya seperti jimbe, saxophone dan bass. Untuk kostum sendiri memadukan unsur budaya China dan Betawi dengan warna terang yang mencerminkan keceriaan, umumnya adalah hijau dan merah dengan hiasan kepala yang identik dengan tradisi China.
Tidak sulit untuk bisa menikmati tarian ini karena biasanya dipertunjukkan pada saat upacara resmi penyambutan tamu penting serta dalam acara perayaan dan peresmian tertentu. Bahkan tidak jarang juga dimainkan saat resepsi pernikahan.
Acara Terkait
-
27 Oct 2013
09:4517:30
Jakarta Marathon 2013 -
22 Jun 2013-23 Jun 2013
Java Rockin’land 2013
Destinasi Terkait
- Pulau Bidadari dan Pulau Tidung
- Jakarta : Nikmati Restoran Khas dan Serba Mewah
- Shopping Extravaganza
- Pelabuhan Sunda Kelapa
- Ancol
- Makanan Jalanan Jakarta
- Museum dan Galeri Seni di Jakarta
- Taman Mini Indonesia Indah
- Museum Nasional (Museum Gajah)
- Museum Fatahillah Jakarta
- Monas
- Jakarta
- Masjid Istiqlal
- Museum Bahari
- Kemang
- Jalan Jaksa
- Jakarta Convention Center : Gedung Konvensi Terbesar Indonesia
- Tempat-tempat Pameran dan Pertunjukan di Jakarta
- Hotel-hotel di Jakarta dengan Fasilitas Konvensi
- Museum Wayang
- Mall of Indonesia: Where Every Day is Holiday
- Komplek Gelora Bung Karno
- Suaka Margasatwa Muara Angke
- Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu
- Pulau Bidadari
- Pulau Tidung
- Pulau Pramuka
- Mangga Dua