Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
3.83/5 (3 votes)
 

Dilihat:165017

Beranda » Kota Tua Batavia » Tari Lenggang Nyai: Menari Gerak Ceria Gadis Betawi

Tari Lenggang Nyai: Menari Gerak Ceria Gadis Betawi

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Cafe Batavia

    Cafe Batavia
  2. Menara Syahbandar

    Menara Syahbandar Pelabuhan Sunda Kelapa
  3. Pelabuhan Sunda Kelapa

    Pelabuhan Sunda Kelapa
  4. Pelabuhan Sunda Kelapa

    Pelabuhan Sunda Kelapa
  5. Meriam Museum Fatahillah

    Meriam Museum Fatahillah Jakarta
  6. Museum Fatahillah

    Koleksi Museum Fatahillah
  7. Museum Fatahillah/ Fatahillah Museum

  8. Onthel Bicycle at Old Batavia/ Sepeda Onthel Kota Tua Batavia

  9. Stasiun Jakarta at Old Batavia/ Stasiun Jakarta di Kota Tua

  10. Dharma Bhakti Vihara at Old Batavia/Vihara Dharma Bhakti di Kota Tua Jakarta

  11. Toko Merah at Old Batavia

  12. Mandiri Museum at Old Batavia/ Museum Mandiri di Kota Tua

  13. St. Maria De Fatima Church at Old Batavia/Gereja St. Maria De Fatima di Kota Tua Jakarta

  14. Textile Museum at Old Batavia/ Museum Tekstil di Kota Tua Jakarta

 

Tinjauan

Masyarakat asli Jakarta ini berasal dari akulturasi berbagai etnis seperti Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu, dan Tionghoa. Mereka datang ke Batavia pada masa Hindia Belanda dan menciptakan akulturasi budaya dimana beragam seni dan budaya baru tersebut benar-benar mencerminkan  perpaduan dan pembauran yang begitu memikat. Nah, salah satunya dapat kita temukan pada dan salah satunya adalah tari Lenggang Nyai.

 

Tarian ini menggambarkan gadis belia yang lincah sekaligus anggun dengan banyak dipengaruhi unsur budaya China. Bentuk tarian kreasi baru ini diciptakan pada 1998 namun sudah banyak dimainkan di berbagai acara dan negara. Bahkan, kini tari Lenggang Nyai berdampingan dengan kesenian ondel-ondel sebagai ikon masyarakat Betawi.

 

Tari Lenggang Nyai adalah hasil ciptaan seorang penari asal Yogyakarta bernama Wiwik Widiastuti. Wanita yang berprofesi sebagai pelatih tari (koreografer) ini memang bukan keturunan asli Betawi namun kecintaanya terhadap seni tari Indonesia terutama seni tari Betawi telah mendorongnya menciptakan sebuah kreasi tari baru berlatar belakang cerita rakyat Betawi yaitu cerita Nyai Dasima. Saat ini sudah ada beberapa tari kreasi baru Betawi yang ia ciptakan seperti none tugu, kembang lambang sari, gejrug jidat, topeng tiga, bodoran, dan lipet gandes. Akan  tetapi, yang paling banyak dikenal adalah tari lenggang nyai.

 

Tari Lenggang Nyai diciptakan berdasarkan cerita rakyat Nyai Dasimah. Nyai Dasima merupakan seorang gadis cantik Betawi yang hidup pada masa Hindia Belanda di Batavia. Karakter Nyai Dasima digambarkan sebagai seorang yang ceria, lincah, cantik dan baik hati. Nyai Dasima pada masa itu dihadapkan pada pilihan sulit dalam menentukan pasangan hidup. Ada dua orang pria yang ingin memperistrinya, pertama seorang Belanda dan satu lagi orang pribumi. Akhirnya dia memilih untuk menjadi istri pria Belanda yang bernama Edward William. Akan tetapi, selama menikah kehidupan Dasima terkekang peraturan yang dibuat oleh suaminya sehingga merasa haknya sebagai seorang wanita tidak dihargai. Dasima pun memberontak, berjuang dan berhasil menentukan arah dan tujuan hidupnya. Tari lenggang nyai sendiri berasal dari kata ‘lengang’ yang berarti melengak-lengok dan kata ‘nyai’ diambil dari cerita Nyai Dasima.

 

Tari lenggang dikombinasikan dengan unsur kesenian Betawi lainnya seni tanjidor, seni tari cokek, dan seni tari topeng. Pertunjukkannya dibawakan sekelompok gadis belia berjumlah 4 atau sampai 6 orang. Kecerian tarian ini terlihat dari gerak tubuh, kaki dan tangan penari yang dinamis bergerak dari satu sisi ke sisi lain mencerminkan bagaimana Nyai Dasima memperjuangkan pilihan hidupnya. Sedangkan intrumen musik utama yang mengiringi tarian ini adalah gambang kromong yang dikolaborasikan dengan instrument musik modern lainnya seperti jimbe, saxophone dan bass. Untuk kostum sendiri memadukan unsur budaya China dan Betawi dengan warna terang yang mencerminkan keceriaan, umumnya adalah hijau dan merah dengan hiasan kepala yang identik dengan tradisi China.

 

Tidak sulit untuk bisa menikmati tarian ini karena biasanya dipertunjukkan pada saat upacara resmi penyambutan tamu penting serta dalam acara perayaan dan peresmian  tertentu. Bahkan tidak jarang juga dimainkan saat resepsi pernikahan.

Acara Terkait

25

Mar 2015

  • 21 Dec 2014-4 Jan 2015

    Expo Pekan Natal dan Tahun Baru 2015
  • 16 Dec 2014-20 Dec 2014

    Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta
  • Lihat Acara Lainnya

    Lihat dalam Peta

    Tari Lenggang Nyai: Menari Gerak Ceria Gadis Betawi

    Destinasi Terkait

    Cari

    Aktivitas Terkait

    Bangunan Bersejarah

    Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

    selengkapnya