Beranda Kembali ke Indonesia.travel

Indonesia.travel Highlight: ITB Berlin

NEWS DETAIL

Go Back

Mengenal Paviliun Indonesia di ITB Berlin 2013

posted_on 1 Jan 1970 00:00 | id_view 10765

Mengenal Paviliun Indonesia di ITB Berlin 2013

Maret 2013, Indonesia akan berperan sebagai Official Partner Country dalam bursa pariwisata terbesar di dunia, yaitu Internationale Tourismus B'rse (ITB) 2013. Ajang bergengsi tersebut akan dilangsungkan di MESSE Berlin, Jerman, pada 6-10 Maret 2013 dan keikutsertaan Indonesia itu merupakan yang ke 45 kali  sejak 1967. Untuk menyukseskan peran penting tersebut Indonesia akan menampilkan paviliun yang unik dibanding yang lain dan berbeda dari biasanya. 

 

Indonesia.travel berkesempatan mewawancarai orang di balik layar design paviliun Indonesia di ITB Berlin, yaitu Wilhelm Johannes sebagai perancang konsep design paviliun. Pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), Jurusan Desain Produk, Fakultas Seni Rupa (tahun 1984) itu memaparkan bagaimana booth Indonesia akan dihias secantik mungkin agar nantinya banyak dikunjungi saat pameran.

 

Wilhelm sendiri sebelumnya pernah beberapa kali mendesign interior dan display paviliun untuk Indonesia, seperti dalam Trade Expo International Kementerian Perdagangan Indonesia, Pavillion Indonesia di Shanghai World Expo China, dan Asean Fair Peninsula Nusa Dua Bali.

 

 

Paviliun Indonesia akan tampil dengan icon berupa kapal phinisi. Ide itu dilatarbelakangi konsep “Heart Matters” yang diusung tim Wonderful Indonesia. “Heart Matters” merupakan ungkapan segala sesuatu  terkait kehidupan bangsa Indonesia, meliputi: human (manusia), earth (bumi), dan art (seni).

 

Kapal phinisi merupakan bentuk wujud fisik dan salah satu bentuk terjemahan dari ketiganya (Heart Matters). Kapal Phinisi nyatanya memang merupakan transportasi laut masyarakat bahari di Nusantara sejak dahulu yang hidup di wilayah kepulauan dan didominasi perairan. Salah satu buktinya adalah bentuk kapal ini terpahat dalam relief Candi Borobudur. Selain itu, kapal phinisi juga merepresentasikan bentuk kearifan lokal luar biasa yang lahir dari hati dan pikiran masyarakat Nusantara dari dahulu hingga kini.

 

 

Mengangkat phinisi sebagai ikon paviliun juga menjadi upaya yang sejalan dengan rencana meningkatkan program wisata bahari di Indonesia. Hal itu dapat terlihat dengan banyaknya event pariwisata bertema bahari berlangsung di negeri ini, seperti Sail Bunaken, Sail Banda, Sail Wakatobi-Belitung, Sail Morotai, dan Sail to Indonesia.

 

Perumusan konsep paviliun phinisi dalam ITB Berlin 2013 melibatkan berbagai pihak, seperti perancang interior dan pameran, perancang konsep komunikasi, perancang grafis, dan juga multimedia. Semuanya masuk dalam tim kreatif yang diarahkan dan dibantu oleh Tim Promosi dan Pemasaran Kemenparekraf.

 

Dalam pembangunan paviliun sendiri, pelaksanaannya akan diserahkan kepada official contractor di Berlin yang sudah terbiasa membangun konstruksi di Gedung Messe Berlin. Sebagai gambaran bahwa bahan penyusun paviliun nantinya adalah sebagian besar lantai dasar menggunakan laminated wood dan karpet serta ada bagian lantai atas yang berupa dek phinisi untuk menampung jumlah peserta dan pengunjung. Ada pula tiang-tiang struktur besi dilapis plywood. Railing pagar keliling lantai dek nantinya akan berbahan stainless stell sehingga tetap berkesan modern. Ornamen penghias paviliun berupa ukiran Bali.

 

 

Sementara itu, untuk bagian depan paviliun akan dibuat replika ajungan kapal phinisi dari lapisan plywood dengan struktur kayu. Di beberapa bagian tertentu akan ada atap sejenis tenda untuk menampilkan nuansa kapal phinisi. Sebagai tambahan pemanis paviliun pada sisi depan lantai dek di bagian kiri dan kanan akan ada screen multimedia berbentuk LED.

 

Membangun paviliun Indonesia dengan bentuk kapal phinisi bukanlah pekerjaan mudah. Akan tetapi, bagaimana pun juga upaya ini diambil sebagai terobosan saat peserta lain hanya menampilkan struktur bangunan yang dihias saja. Harapannya selain menggemakan konsep “Heart Matters” kepada pengunjung juga untuk memberi gambaran tentang bagaimana kelebihan dan keunggulan Indonesia. Dengan keunikan dan keindahan design paviliun diharapkan pengunjung akan tertarik untuk datang berwisata ke Indonesia setelah pameran berlangsung.